16 Contoh Kalimat Intransitif dan Transitif, Apa Bedanya?

contoh kalimat intransitif

Kursus Bahasa Inggris untuk Anak – Sering kali kamu mungkin merasa bingung tentang contoh kalimat intransitif dan bagaimana membedakannya dengan kalimat transitif. Contoh kalimat intransitif adalah topik yang sering menjadi bahan pembahasan dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Pada artikel ini, kita akan membahas secara detail mengenai 16 contoh kalimat intransitif dan transitif, serta apa perbedaan utamanya. Contoh kalimat intransitif menjadi salah satu fondasi dalam struktur bahasa, dan memahaminya akan membantu kamu dalam berkomunikasi dengan lebih efektif.

Memahami Apa Itu Kalimat Intransitif

Sebagai informasi awal, kalimat intransitif biasa juga disebut kalimat aktif intransitif. Dalam Bahasa Indonesia, kalimat intransitif adalah salah satu jenis kalimat yang seringkali menimbulkan kebingungan bagi para penutur, terutama bagi mereka yang sedang belajar. Sebenarnya, apa sih kalimat intransitif itu?

Kalimat intransitif adalah kalimat yang memiliki predikat berupa kata kerja intransitif. Kata kerja ini merupakan jenis kata kerja yang tidak memerlukan objek untuk melengkapinya.

Dengan kata lain, predikat dalam kalimat intransitif bisa berdiri sendiri tanpa perlu ditemani oleh objek. Contohnya, saat kita mengatakan “Bunga mekar” atau “Anak-anak bermain”, kita telah menggunakan kata kerja intransitif yang tidak membutuhkan objek untuk menjelaskan aksi lebih lanjut.

Struktur dari kalimat intransitif umumnya lebih sederhana dibandingkan dengan kalimat transitif. Jika kita melihat ke dalam struktur, kalimat intransitif biasanya hanya terdiri dari subjek dan predikat. Tidak ada tambahan objek yang menjelaskan lebih lanjut tentang aksi yang dilakukan subjek.

Sebuah karakteristik menarik dari kalimat intransitif yaitu bagaimana ia cenderung lebih langsung dalam menyampaikan pesan atau aksi. Tidak ada kebutuhan untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai objek aksi tersebut.

Selain itu, ada beberapa kata kerja khusus yang biasanya digunakan dalam kalimat intransitif. Misalnya, kata kerja seperti tidur, berjalan, atau menangis merupakan kata kerja yang tidak memerlukan objek untuk melengkapinya.

Dalam percakapan sehari-hari, kita sering kali tanpa sadar menggunakan beberapa contoh kalimat intransitif. Karena sifatnya yang sederhana dan langsung, contoh kalimat intransitif sering muncul dalam berbagai situasi, baik saat bercakap-cakap ringan maupun saat diskusi yang lebih serius.

Baca Juga: Contoh Kalimat Kompleks dan Kalimat Simpleks Bahasa Inggris (Pembahasan Lengkap)

Perbedaan Kalimat Intransitif dan Transitif

Memahami perbedaan antara kalimat intransitif dan kalimat transitif adalah hal penting dalam Bahasa Indonesia. Kedua jenis kalimat ini memiliki karakteristik yang berbeda, dan memahami perbedaannya akan membantu kamu dalam menggunakan Bahasa Indonesia dengan benar.

1. Kehadiran Objek

  • Kalimat Intransitif: Kalimat aktif intransitif tidak memerlukan objek untuk melengkapi maknanya. Kata kerja dalam kalimat ini berdiri sendiri, seperti dalam contoh kalimat intransitif “Dia tidur,” di mana tidak ada objek yang menjelaskan tidur itu seperti apa.
  • Kalimat Transitif: Sebaliknya, kalimat aktif transitif memerlukan objek untuk menjelaskan aksinya. Sebagai contoh, dalam “Dia membaca buku,” kata “buku” menjadi objek yang menjelaskan apa yang dibaca.

2. Kompleksitas Struktur

  • Kalimat Intransitif: Contoh kalimat intransitif biasanya lebih sederhana dan langsung. Kata kerja yang digunakan tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut, menjadikan kalimat ini cepat dipahami.
  • Kalimat Transitif: Kalimat aktif transitif cenderung lebih kompleks karena menyertakan objek. Objek ini memberikan informasi tambahan tentang apa yang dilakukan subjek, seperti dalam “Ibu memasak nasi,” yang menjelaskan bahwa ibu sedang memasak apa, yaitu nasi.

3. Tujuan dan Penggunaan

  • Kalimat Intransitif: Kalimat aktif intransitif sering digunakan untuk menggambarkan aksi atau peristiwa yang sederhana dan tidak memerlukan detail lebih lanjut. Contoh kalimat intransitif adalah “Anak-anak bermain,” yang tidak memerlukan penjelasan tentang dengan apa atau bagaimana mereka bermain.
  • Kalimat Transitif: Sementara itu, kalimat aktif transitif sering digunakan ketika penjelasan lebih rinci diperlukan. Kalimat ini memberikan informasi lebih banyak tentang situasi atau aksi yang sedang terjadi, seperti “Guru mengajar murid dengan penuh semangat.”

Contoh Kalimat Intransitif

Ingat, kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja yang tidak memerlukan objek untuk melengkapinya. Kata kerja dalam kalimat ini berdiri sendiri dan sudah lengkap dalam maknanya. Berikut ini adalah 16 contoh kalimat intransitif dalam Bahasa Indonesia:

  1. Dia tidur. (Kata kerja “tidur” tidak memerlukan objek)
  2. Anak-anak bermain. (Kata kerja “bermain” tidak memerlukan objek)
  3. Ibu menangis. (Kata kerja “menangis” tidak memerlukan objek)
  4. Ayam berkokok. (Kata kerja “berkokok” tidak memerlukan objek)
  5. Bayi itu tertawa. (Kata kerja “tertawa” tidak memerlukan objek)
  6. Dia berlari. (Kata kerja “berlari” tidak memerlukan objek)
  7. Mereka tiba. (Kata kerja “tiba” tidak memerlukan objek)
  8. Hujan turun. (Kata kerja “turun” tidak memerlukan objek)
  9. Dia pergi. (Kata kerja “pergi” tidak memerlukan objek)
  10. Saya bangun. (Kata kerja “bangun” tidak memerlukan objek)
  11. Dia terkejut. (Kata kerja “terkejut” tidak memerlukan objek)
  12. Guru itu marah. (Kata kerja “marah” tidak memerlukan objek)
  13. Kucing itu melompat. (Kata kerja “melompat” tidak memerlukan objek)
  14. Kakak menyanyi. (Kata kerja “menyanyi” tidak memerlukan objek)
  15. Ikan berenang. (Kata kerja “berenang” tidak memerlukan objek)
  16. Dia terdiam. (Kata kerja “terdiam” tidak memerlukan objek)

Contoh Kalimat Transitif

Dari penjelasan sebelumnya, dapat dimengerti bahwa kalimat aktif transitif memberikan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang sedang dilakukan oleh subjeknya. Berikut ini adalah 16 contoh kalimat aktif transitif dalam Bahasa Indonesia:

  1. Dia membeli baju. (Kata kerja “membeli” memerlukan objek “baju” untuk melengkapi maknanya)
  2. Ibu menyapu lantai. (Kata kerja “menyapu” memerlukan objek “lantai”)
  3. Bapak mengemudi mobil. (Kata kerja “mengemudi” memerlukan objek “mobil”)
  4. Anak-anak menyukai permen. (Kata kerja “menyukai” memerlukan objek “permen”)
  5. Guru mengajar pelajaran matematika. (Kata kerja “mengajar” memerlukan objek “pelajaran matematika”)
  6. Dia menulis surat. (Kata kerja “menulis” memerlukan objek “surat”)
  7. Saya mengambil buku dari perpustakaan. (Kata kerja “mengambil” memerlukan objek “buku”)
  8. Kakak memasak makan malam. (Kata kerja “memasak” memerlukan objek “makan malam”)
  9. Polisi menangkap pencuri. (Kata kerja “menangkap” memerlukan objek “pencuri”)
  10. Dia menggambar pemandangan. (Kata kerja “menggambar” memerlukan objek “pemandangan”)
  11. Ibu mencuci piring. (Kata kerja “mencuci” memerlukan objek “piring”)
  12. Mereka mendengarkan musik. (Kata kerja “mendengarkan” memerlukan objek “musik”)
  13. Saya membaca novel. (Kata kerja “membaca” memerlukan objek “novel”)
  14. Dia menonton film. (Kata kerja “menonton” memerlukan objek “film”)
  15. Mereka menanam pohon. (Kata kerja “menanam” memerlukan objek “pohon”)
  16. Anjing itu menggigit bola. (Kata kerja “menggigit” memerlukan objek “bola”)

Dari contoh-contoh di atas, kamu semakin paham bahwa kalimat transitif selalu memerlukan objek yang menjelaskan aksi yang dilakukan oleh subjek. Objek dalam kalimat transitif menjawab pertanyaan “apa?” atau “siapa?” terkait dengan kata kerja dalam kalimat.

Baca Juga: Kalimat Definisi: Pengertian, Tujuan, Ciri, dan Jenisnya

Diskon dan Cicilan di Lister 

  • Promo Group Class 50% OFF!
  • Program Cicilan untuk kamu yang mengambil Private Class (minimal 12 pertemuan). Namun cicilan harus dilunasi sebelum pertemuan ke-12, ya.

Kursus Bahasa Inggris dengan Potongan Harga

Kursus Bahasa Inggris untuk Anak di Lister memiliki harga tiap program mulai dari Rp 400 ribu. Kamu bisa pilih kelas yang diinginkan, seperti Private hingga Group dengan jumlah siswa mulai dari 1-20 orang. 

Pilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu. 

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Hubungi WhatsApp untuk pendaftaran sekarang!

Share:

Haris Setyawan
Haris Setyawan
Pekerja seni di dunia kata, menulis cerita yang enak dibaca dan perlu

Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.
Next On

Related Posts

"Langkah Terakhir untuk Klaim Kode Promo 45% dari Lister"

Isikan data diri kamu di sini.