Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Chuseok adalah Thanksgiving ala Korea, Begini Meriahnya!

Chuseok adalah perayaan besar di Korea Selatan, bahkan menjadi satu dari tiga hari libur nasional paling penting di negara tersebut. Masyarakat di seluruh Korea merayakan Chuseok dengan suasana meriah bersama keluarga.

Menurut tradisi, orang Korea akan pulang ke kampung halamannya. Arus mudik besar-besaran selama liburan Chuseok tersebut membuat jalanan menjadi padat.

Chuseok adalah

Chuseok (추석) adalah perayaan untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap hasil panen yang bagus. Perayaan ini dapat disetarakan dengan Thanksgiving di Amerika.

Chuseok berlangsung pada hari ke-15 bulan ke-8 pada kalender lunar, yakni jatuh pada akhir musim panas dan menjelang musim gugur.

Chuseok disebut juga hangawi (한가). Han artinya besar, gawi artinya bulan ke-8 kalender lunar. Menurut penanggalan, bulan purnama terbesar akan muncul pada tanggal tersebut.

Chuseok adalah satu dari tiga hari libur nasional penting di Korea, selain Seollal (1 Januari) dan Dano (hari spiritual).

Asal-usul

Pada hari Chuseok, petani padi di Korea menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Seperti diketahui, nasi adalah makanan paling penting di Korea dan negara-negara Asia Timur lainnya.

Selain itu, cuaca selama perayaan Chuseok sangat bagus. Bahkan Olimpiade Musim Panas pada 1988 dipindah ke musim gugur agar mendapatkan cuaca Chuseok yang bagus.

Di masa modern, Chuseok tidak hanya lagi bertujuan merayakan hasil panen. Selama hari raya, orang Korea akan mengunjungi keluarga di kampung halaman, makan makanan tradisional, dan membuat persembahan untuk leluhur. Libur nasional berlangsung selama tiga hari.

Tradisi

Setiap pagi, keluarga akan menyajikan teh untuk menghormati leluhur. Tradisi ini disebut charye.

Makanan disiapkan untuk menemani teh, yakni terdiri dari sayur, sup, nasi, dan daging. Anggota keluarga berkumpul dan saling membungkukkan badan sesuai urutan usia dan jenis kelamin.

Tujuannya mengucapkan terima kasih atas tahun yang sudah berlalu dan mendoakan harapan baik selama tahun yang akan datang.

Songpyeon

Di sore hari, anggota keluarga akan berkumpul membuat songpyeon bersama. Songpyeon adalah adonan kue beras yang diberi isian manis seperti kacang merah. Adonan lalu dikukus bersama dengan kayu pinus agar harum.

Songpyeon berbentuk setengah lingkaran sebagai simbol masa depan setelah perayaan berakhir.

Ganggangsullae

Ganggangsullae adalah tarian tradisional sebagai harapan akan hasil panen yang baik. Tarian ini dibawakan para perempuan yang mengenakan pakaian tradisional hanbok.

Mereka menari sambil berpegangan tangan dan menyanyikan lagu tradisional.

Ssireum

Ssireum adalah pertandingan gulat. Peserta saling memegang satba (sabuk) lawannya sambil bergulat sampai salah satu terjatuh.

Tidak hanya para pria, beberapa wanita juga mengikuti pertandingan gulat ini.

Seongmyo

Anggota keluarga berkunjung ke makam leluhur untuk memberi penghormatan. Tradisi ini disebut dengan seongmyo.

Jeon

Jeon adalah sejenis panekuk yang terbuat dari irisan ikan, daging, sayur, tepung, dan telur. Jeon cocok disajikan bersama dengan minuman beralkohol.

Memberi hadiah

Orang Korea gemar membawakan hadiah untuk keluarga, teman, dan rekan kerja. Kegiatan ini kemudian menjadi salah satu tradisi Chuseok di masa modern.

Hadiah tersebut dapat berupa apa saja. Mulai dari makanan kecil, buah, daging, hingga peralatan rumah tangga. Banyak supermarket yang menjual hadiah menjelang Chuseok.

Belajar Bahasa Korea: Impian Tinggal di Negeri Ginseng

Menarik bukan tradisi orang Korea? Syarat penting untuk dapat kuliah, bekerja, atau tinggal di Korea adalah menguasai bahasanya. Sebagai bekal, kamu dapat mengikuti Kursus Bahasa Korea di Lister.

Di sini kamu akan belajar bersama tutor-tutor ahli dan bersertifikat. Kamu akan mendapatkan modul yang akan membantu proses belajar. Selain itu, kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri. Daftar sekarang!