Bahasa Indonesia mirip dengan bahasa apa itu pertanyaan yang sering muncul saat kamu mulai belajar bahasa asing. Lister menulis artikel ini biar kamu bisa melihat kemiripannya lewat contoh yang beneran kepakai.
Kadang mirip karena masih satu rumpun Austronesia. Di sisi lain, kadang juga merasa mirip karena Indonesia menyerap banyak kata dari sejarah perdagangan dan kolonial. Yuk, kita coba ulik 10 negara berikut ini.
Bahasa Indonesia Mirip dengan Bahasa Apa Saja?
Yang paling gampang kamu rasakan biasanya ada dua: kata-kata dasar yang serupa, atau istilah serapan yang sudah akrab di telinga. Jadi, jangan kaget kalau bahasa di negara jauh pun bisa punya “rasa” yang mirip, walau bentuknya tidak selalu sama persis.
Di bawah ini, Lister rangkum 10 negara yang bahasanya paling sering terasa dekat dengan Bahasa Indonesia. Setiap poin ada contoh kalimat dan artinya, biar kamu bisa langsung kebayang pemakaiannya.
Baca juga: 15 Contoh Pembukaan Pidato Bahasa Indonesia Berbagai Jenis
1. Malaysia (Bahasa Melayu)
Kalau kamu cari yang paling dekat, Malaysia biasanya nomor satu. Banyak kosakata harian sama, dan susunan kalimatnya juga familiar. Bedanya lebih sering muncul di pilihan kata dan ejaan, bukan di konsepnya.
Contoh kalimat: Saya mahu makan sekarang. Artinya: Saya mau makan sekarang.
2. Brunei Darussalam (Melayu Brunei)
Brunei juga pakai Melayu, jadi rasanya cepat nyambung. Kamu mungkin akan dengar beberapa kosakata yang terdengar “lokal”, tapi konteksnya tetap mudah ditebak. Kalau kamu terbiasa bahasa Indonesia, biasanya kamu tetap bisa ikut alur percakapan.
Contoh kalimat: Kitani ke bandar hari ani. Artinya: Kita ke kota hari ini.
3. Singapura (Melayu Singapura)
Singapura punya penggunaan Melayu yang unik karena sering bercampur istilah modern, terutama dari Inggris. Tapi inti struktur kalimatnya tetap mirip Melayu yang kamu kenal. Kalau kamu pernah dengar “lah” di akhir kalimat, kamu juga akan ketemu gaya bicara yang lebih santai.
Contoh kalimat: Saya nak pergi MRT. Artinya: Saya mau naik MRT.

4. Timor-Leste (Tetum)
Tetum itu menarik karena punya banyak kata serapan Melayu/Indonesia. Jadi, meski kamu baru dengar, ada bagian yang terasa familiar. Namun, Tetum juga banyak dipengaruhi Portugis, jadi kamu akan ketemu campuran yang khas.
Contoh kalimat: Hau gosta aprende Tetum. Artinya: Saya suka belajar Tetum.
5. Filipina (Tagalog/Filipino)
Tagalog masih satu keluarga besar Austronesia dengan bahasa-bahasa di Indonesia. Kamu bisa menemukan beberapa kata yang mirip bentuk atau makna, meski pelafalan dan ritmenya beda. Ini salah satu alasan kenapa beberapa orang Indonesia merasa “kok ada yang familiar ya” saat dengar Tagalog.
Contoh kalimat: Ako ay mahal kita. Artinya: Aku sayang kamu.
Baca juga: 100+ Diksi Indah Bahasa Indonesia & Artinya, Estetik Banget!
6. Madagaskar (Malagasy)
Ini sering bikin orang kaget: Madagaskar jauh, tapi Malagasy punya akar Austronesia. Kemiripannya bukan selalu di kata yang sama persis, tapi di pola bunyi dan beberapa kosakata dasar. Kalau kamu suka fakta bahasa, ini salah satu yang paling seru.
Contoh kalimat: Tiako ianao, namako. Artinya: Aku sayang kamu, temanku.

7. Selandia Baru (Māori)
Māori juga bagian dari keluarga Austronesia, jadi ada kemiripan di beberapa unsur dasar. Yang sering mudah terlihat adalah angka atau kata sederhana. Kamu mungkin tidak langsung paham semua, tapi ada “rasa” yang bikin telinga cepat menangkap pola.
Contoh kalimat: E rua aku pukapuka. Artinya: Ada dua buku.
8. Belanda (Nederlands)
Kalau kamu pernah merasa beberapa kata Indonesia “kayak gaya Belanda”, itu bukan halusinasi. Banyak kata serapan Belanda masuk ke bahasa Indonesia, terutama di istilah sekolah, kantor, dan benda sehari-hari. Jadi, saat kamu belajar Nederlands, beberapa kata bisa terasa sudah pernah kamu dengar.
Contoh kalimat: Ik heb een kamer. Artinya: Saya punya satu kamar.

9. Portugal (Português)
Sebelum Belanda, pengaruh Portugis juga pernah kuat di Nusantara lewat perdagangan dan kontak awal. Karena itu, ada kata-kata serapan Portugis yang masih hidup sampai sekarang. Biasanya berupa kata benda yang sering dipakai dalam kehidupan harian.
Contoh kalimat: Eu gosto de você. Artinya: Aku suka kamu.
10. Negara Arab (Bahasa Arab)
Bahasa Indonesia menyerap banyak kata dari Arab, terutama lewat jalur budaya dan agama. Makanya, beberapa istilah terasa sangat akrab di telinga kita. Ini bukan berarti Arab “serumpun” dengan Indonesia, tapi serapannya membuat banyak kata terasa dekat.
Contoh kalimat: Ana uhibbuka. Artinya: Aku mencintaimu.
Mulai Belajar Bahasa Asing dari yang Paling “Nyambung”
Kalau kamu masih penasaran, sebenarnya ini bisa jadi strategi belajar. Mulai dari bahasa yang paling mirip dulu, biar kamu cepat percaya diri.
Jadi, kamu tinggal mulai dari bahasa yang paling dekat, lalu naik level pelan-pelan.
Lister bisa bantu kamu belajar Bahasa Asing dengan jalur yang lebih terarah. Kamu akan fokus ke kalimat yang sering dipakai, bukan teori yang bikin pusing.
Kelasnya online dan jamnya fleksibel, jadi gampang diselipin di jadwal kamu. Kamu juga bisa pilih paket 2x sampai 80x pertemuan sesuai target.
Ada pilihan kelas private atau group, jadi kamu bisa menyesuaikan gaya belajar. Kalau kamu mau mulai, langsung konsultasi kebutuhan belajarmu via WhatsApp bareng Lister.
Sumber gambar sampul : Freepict



