5 Cara Menghindari Plagiarisme Academic Writing, Mengapa Penting?

Plagiarisme (plagiarism) adalah hal yang paling dihindari dalam dunia akademik. Bahkan plagiarisme disebut sebagai pencurian intelektual.

Kamu perlu mengetahui hal-hal yang disebut plagiarisme dan cara menghindarinya dalam Academic Writing.

Apa itu Plagiarisme?

Arti plagiarisme yaitu penggunaan gagasan atau kata-kata orang lain secara secara sengaja dalam tulisan atau karya kita sendiri.

Hal-hal yang dapat diplagiat berupa gagasan, kata-kata, struktur unik, dan lain-lain. Saat kamu hendak mengutip sumber dari karya orang lain, kamu harus menyertakan sumber jelas. Tujuannya agar kamu tidak dituduh melakukan plagiarisme.

Selain disengaja, plagiarisme dapat terjadi secara tidak sengaja. Hal ini dapat terjadi jika kamu belum memahami aturan tentang mengutip karya orang lain.

Di berbagai negara, penulis menjadi pemilik gagasan dan kata-kata yang ia ungkapkan. Gagasan dan tulisan diyakini sebagai sesuatu yang dapat dimiliki.

Menggunakan hasil karya orang lain tanpa menyertakan sumber dapat dianggap mencuri. Selain itu, menggunakan gagasan yang tidak dibuat sendiri dapat diangngap sebagai penipuan.

Walaupun begitu, aturan tentang plagiarisme berbeda di setiap negara dan universitas. Agar lebih jelas, kamu dapat bertanya tentang ketentuan plagiarisme dan kutipan yang diizinkan kepada dosen pembimbing atau universitas.

Mengapa harus menghindari plagiarisme?

Ada banyak alasan orang melakukan plagiarisme. Contohnya dikejar tenggat waktu, ingin esainya dianggap unggul, hingga merasa rendah diri terhadap hasil tulisannya.

Melakukan plagiarisme dapat mengakibatkan kamu kehilangan reputasi di kalangan akademisi. Selain itu, universitas tempat kamu kuliah juga akan terdampak.

Apapun tantangan yang muncul dalam studi, plagiarisme bukan jalan pintas yang layak dipilih. Berikut alasannya.

  • Menulis membantu mengasah kemampuan berpikir kritis.
  • Membantu mengasah kemampuan menyelesaikan masalah.
  • Menambahkan kutipan sumber membantu memperkuat isi tulisan.
  • Membantu mengembangkan, memahami, hingga berargumen dengan suatu gagasan.
  • Membantu belajar menyampaikan gagasan pribadi.

5 Cara Menghindari Plagiarisme

Kamu dapat menggunakan aplikasi seperti plagiarism checker atau plagiarism detector. Beberapa aplikasi ini dapat diakses secara gratis di mesin pencari.

Selain menggunakan aplikasi, kamu dapat menghindari plagiarisme dari awal dengan cara berikut.

Hindari menyalin

Kamu dapat mendeskripsikan gagasan yang kamu kutip dari sumbernya dengan kata-kata sendiri, alih-alih menyalin mentah-mentah.

Hindari menggunakan copy-paste yang akan membuat kamu menyalin kata per kata secara sama persis.

Gunakan sumber beragam

Hindari menggunakan satu sumber saja. Menggunakan banyak sumber beragam menunjukkan kamu memiliki pengetahuan yang luas dan mampu merumuskan hubungannya dengan penelitianmu.

Kembangkan gaya sendiri

Kamu dapat mengembangkan gaya menulis sendiri. Gunakan kata-kata yang membedakan kamu dengan penulis lain. Hal ini juga dapat membantu menghindari tulisanmu diplagiat orang lain.

Catat setiap sumber

Catat setiap sumber yang digunakan atau dikutip untuk dicantumkan dalam daftar pustaka. Hal ini membantu kamu menghindari plagiarisme yang tidak disengaja.

Gunakan tanda kutip

Saat hendak mengutip sumber, gunakan tanda kutip. Tujuannya menunjukkan bahwa bagian tersebut merupakan kutipan dari sumber, bukan plagiarisme. Hal ini menandakan kejujuranmu mengutip sumber.

Kursus Academic English: Langkah Awal Sukses Kuliah di Luar Negeri

Menulis dalam bahasa Inggris bisa jadi susah-susah gampang jika kamu tidak terbiasa. Terlebih jika kamu harus membuat tulisan akademik. Bagi kamu yang ingin mendapat bimbingan menulis, dapat mengikuti Kursus Academic English di Lister.

Di sini kamu akan belajar bersama tutor-tutor ahli dan bersertifikat. Kamu dapat memilih jadwal kelas sendiri. Daftar sekarang!