Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Andri Wardana, Lika-Liku Menimba Ilmu di Benua Hijau

Andri Wardana, Lika-Liku Kuliah di Benua Hijau

Lister sebagai platform belajar bahasa asing online di Indonesia kali ini kembali mewawancari seorang lulusan Master of Education in TESOL dari University of New South Wales yang juga sebagai tutor di Lister. Mau tau kisahnya belajar di benua hijau? Simak artikel ini sampai habis yuk.

Beliau adalah Andri Wardana, pria kelahiran Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara ini menceritakan bagaimana awal mula memiliki impian kuliah ke luar negeri. Semua berawal ketika masih duduk di bangku S-1 dan kemudian terinspirasi oleh gaya mengajar sang dosen yang sangat seru. Menjadi pengajar yang profesional dan disukai para mahasiswa, itulah awal mula yang mendorong langkah kakinya sampai ke Australia, lalu kuliah di University of New South Wales dengan beasiswa LPDP. Kecintaannya pada dunia mengajar mengantarkan dia pada jurusan Master of Education in TESOL untuk lebih mendalami ilmu pedagogy dan language learning.

Australia sebagai negara dengan sistem pendidikan yang unggul dan beragam fasilitas yang aman dan nyaman menjadi pertimbangan utama. Sedangkan, peringkat universitas yang bagus dan program di jurusan TESOL yang diampu oleh ahli/profesional membuat University of New South Wales menjadi pilihan tempat belajarnya.

Lika-Liku Kuliah di Australia

The University of New South Wales, sebagai kampus yang sangat supportif terhadap keperluan mahasiswa internasional, termasuk keberadaan student learning centre yang sangat membantu dalam hal akademik, kepenulisan, dan psikologi.

Berbagai fasilitas yang ditawarkan seperti banyaknya club-club pengembangan diri. Bahkan, kak Andri pernah ditunjuk sebagai perwakilan mahasiswa internasional dalam rangka menghadiri teaching and learning committee di School of Education, UNSW. Acara tersebut adalah pertemuan bulanan untuk menjaring aspirasi/saran dari mahasiswa internasional terhadap proses pembelajaran di jurusan.

Di luar kampus, kak Andri turut berpartisipasi di PPI Australia, yaitu komunitas mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Australia. Aktif dalam berbagai kepanitiaan seperti Keluarga Pelajar Islam Australia (KPII) yang pernah mengadakan acara welcoming dan farewell, mengajar di TPA, kajian rutin mingguan dan bulanan dan lain-lain. Selain itu, pernah menjadi bagian dari acara Indonesian Diaspora Night 2018 di Australia, pemilihan pengurus Centre for Islamic Dakwah and Education (CIDE NSW), serta pemilihan presiden 2019.

Di sana, kak Andri membiasakan jalan kaki atau bersepeda karena jarak tempuhnya sekitar 800-100 km ke kampus. Dan untuk biaya hidup ia menuturkan paling tidak 1100 dollar per bulan, termasuk akomodasi yang sharing room serta transportasi dan lain-lain.

Pesan untuk mereka

Tak lupa, kak Andri pun berpesan bagi siapa saja yang tertarik kuliah ke luar negeri, hal yang perlu dipersiapkan adalah kemampuan menulis academic writing. Sangat disarankan untuk membiasakan terhadap bentuk-bentuk scientific article, kaidah kepenulisan, dan referensi.Nah, jika teman-teman masih kesulitan belajar academic writing, segera saja gabung di Lister. Sudah banyak testimoni yang berhasil, yuk mulai upgrade your writing skill.

Yang kedua adalah memupuk mental yang kuat dan rasa nasionalisme yang tinggi.

“Jangan sampai ketika di sana, kita terbiasa membandingkan Australia dengan negara sendiri, menurut saya itu kurang baik dan tidak akan merubah apapun. So, don’t judge, just observe and learn!”

Andri Wardana

“Kita kesana kan mau belajar, pelajari apa yg perlu dipelajari dan tinggalkan yang tidak perlu. Miliki mental belajar bukan mental menghakimi. Buatlah hal-hal yang lebih bermanfaat karena waktunya hanya sebentar.”

Andri Wardana

Terbiasa dengan perubahan

Kak Andri bercerita ketika kuliah di Australia, ia tidak mengalami culture shock terhadap perubahan gaya hidup dan budaya di sana loh. Justru perubahan itu ia alami setelah pulang dari luar negeri. Wawasan yang semakin bertambah membuat kak Andri menjadi pribadi yang tidak mudah menjudge perkataan orang lain. Selain itu, ia sangat concern pada pentingnya adab sebelum ilmu. Baginya, bagaimana cara kita memperlakukan orang tersebut lebih berharga daripada ilmu itu sendiri.

“Mungkin untuk pejuang beasiswa di luar sana, ketika kita punya mimpi percayalah setiap usaha pasti akan berbuah hasil. Semakin besar usaha dan pengorbanan, semakin besar pula hasilnya. Insya Allah!”

Andri Wardana

Begitulah, sekelumit kisah berkuliah di benua hijau dari kak Andri Wardana. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang juga mengikuti jejaknya ya!