Conditional Sentence adalah cara pengucapan pengandaian dalam bahasa Inggris. Jika dalam bahasa Indonesia kamu bilang
“Seaindainya aku bisa kesana hari ini” atau
“Andaikan aku ada disampingnya waktu itu”
“Jika saja, aku sudah memiliki pekerjaan, pasti akan lebih mudah”
dan lainya.
Dalam bahasa Inggris, pengucapan seandainya ini punya rumus dan struktur tertentu. Ada empat jenis conditional sentences.
Bagi kamu yang ingin memperkaya kemampuan berbahasa Inggris, wajib mempelajari struktur kalimat yang satu ini.
Paham Kaidah Kebahasaan Bahasa Inggris, Gabung Grammar Master Class! |
Apa itu Conditional Sentences?
Conditional Sentences adalah kalimat pengandaian atau kalimat bersyarat dalam bahasa Inggris. Kalimat ini digunakan untuk menyatakan bahwa suatu peristiwa atau keadaan hanya dapat terjadi jika syarat tertentu terpenuhi.
Dengan kata lain, conditional sentence menggambarkan hubungan sebab-akibat yang bergantung pada suatu kondisi sesuatu akan terjadi, mungkin terjadi, atau tidak akan pernah terjadi, tergantung pada syarat yang disebutkan.
Nah cara pengandaian dalam bahasa Inggris ini, memiliki struktur kalimat yang berisi 2 hal ini:
| If-clause (anak kalimat pengandaian) → bagian yang menyebutkan syarat atau kondisi. Main clause (induk kalimat) → bagian yang menyebutkan hasil atau akibat jika syarat itu terpenuhi. |
Misalnya:
- If it rains, we stay at home (Kalimat ini menjelaskan hubungan kondisi (hujan) dan akibat (tetap di rumah)).

Conditional Sentence Type 0 1 2 3
Ada empat jenis conditional sentences. Setiap jenisnya menunjukkan tingkat kemungkinan yang berbeda terkait situasi yang terjadi.
a. Zero Conditional Sentences (Conditional Sentence Type 0)
Zero Conditional adalah jenis conditional sentence yang digunakan untuk menyatakan fakta umum, kebenaran ilmiah, atau kebiasaan yang selalu benar kapan pun kondisinya terjadi.
Dengan kata lain, Zero Conditional menggambarkan hubungan sebab-akibat yang pasti dan logis, bukan bersifat dugaan atau kemungkinan.
Pada tipe ini, baik if-clause (syarat) maupun main clause (hasil) menggunakan Simple Present Tense, karena pernyataannya bersifat umum dan selalu benar.
| Rumus Conditional Sentences Tipe 0: If + Simple Present, Simple Present |
Berikut contohnya:
If you heat water, it boils.
→ Jika kamu memanaskan air, air mendidih.
(Fakta ilmiah: selalu benar kapan pun.)
If people eat too much, they get fat.
→ Jika orang makan terlalu banyak, mereka menjadi gemuk.
If it rains, the ground gets wet.
→ Jika hujan, tanah menjadi basah.
If I don’t drink coffee in the morning, I feel sleepy.
→ Jika saya tidak minum kopi di pagi hari, saya merasa mengantuk.
Jadi jika kamu ingin mengucapkan pengandaian yang sebab akibatnya sudah pasti, logis, menjadi kebiasaan umum maka bisa menggunakan conditional sentences tipe 0 ini.
b. First Conditional Sentences (Conditional Sentence Type 1)
Jenis yang kedua ini menyajikan situasi di mana akibat akan terjadi di masa depan. Walaupun begitu, akibat ini tidak dipastikan dapat terjadi.
First Conditional adalah jenis conditional sentence yang digunakan untuk menyatakan kemungkinan nyata atau situasi yang bisa terjadi di masa depan, jika syarat tertentu terpenuhi.
Artinya, kondisi yang disebutkan masih mungkin terjadi, bukan sekadar imajinasi. Kalimat ini sering digunakan untuk membicarakan rencana, prediksi, atau keputusan yang tergantung pada suatu keadaan.
| Struktur Kalimat dari Conditional Sentences Tipe 1 adalah: If + Simple Present, will + Verb I (base form) |
Contohnya:
If it rains tomorrow, we will stay at home.
→ Jika besok hujan, kita akan tetap di rumah.
(Kemungkinan nyata, bisa saja hujan, bisa juga tidak.)
If I study hard, I will pass the exam.
→ Jika saya belajar keras, saya akan lulus ujian.
(Masih mungkin terjadi, tergantung usahanya.)
If you don’t hurry, you will miss the bus.
→ Jika kamu tidak cepat-cepat, kamu akan ketinggalan bus.
If she calls me, I will help her.
→ Jika dia meneleponku, aku akan membantunya.
Di contoh-contoh di atas menggambarkan jika sesuatu terjadi maka ada kondisi akibat yang mungkin terjadi di masa depan.
Penggunaan kata will menjelaskan bahwa sesuatu masih “akan terjadi/mungkin terjadi”.
Kamu juga bisa menggunakan pengganti will seperti:
- can (kemampuan): If you study hard, you can get a scholarship.
- may/might (kemungkinan): If it’s sunny, we may go out.
Conditional sentences ini menggunakan simple present tense pada if-clause dan simple future tense pada main clause.

c. Second Conditional Sentences (Conditional Sentence Type 2)
Jenis yang ketiga ini digunakan untuk mengekspresikan akibat yang benar-benar tidak realistis atau tidak mungkin terjadi di masa depan.
Second Conditional adalah jenis conditional sentence yang digunakan untuk menyatakan situasi yang bersifat tidak nyata (imajiner) atau sulit terjadi di masa sekarang atau masa depan.
Dengan kata lain, tipe ini digunakan untuk membayangkan kondisi yang bertentangan dengan kenyataan saat ini, atau hal-hal yang hampir mustahil terjadi.
| Rumus Conditional Sentences Tipe 2: If + Simple Past, would + Verb (base form) Note: Penggunaan simple past disini bukan membicarakan tentang masa lalu namun lebih ke pengandaian masa sekarang atau masa depan. |
Contohnya:
If I had a car, I would drive to work.
→ Jika saya punya mobil, saya akan mengemudi ke kantor.
(Bentuk pengandaian jika saya punya mobil, faktanya saya tidak punya mobil.)
If I were rich, I would travel around the world.
→ Jika saya kaya, saya akan berkeliling dunia.
(Faktanya: saya tidak kaya.)
If she studied harder, she would pass the test.
→ Jika dia belajar lebih giat, dia akan lulus ujian.
(Faktanya: dia tidak belajar giat, jadi kemungkinan besar tidak lulus.)
If I were you, I would take the job.
→ Jika saya jadi kamu, saya akan menerima pekerjaan itu.
(Ungkapan nasihat atau saran dalam bentuk pengandaian.)
If I inherited a billion dollars, I would travel to the moon.
→ Jika aku mewarisi satu miliar dolar, aku akan bepergian ke bulan.
(Kondisi ini tidak nyata / sangat kecil kemungkinannya (karena saat ini kamu tidak mewarisi uang sebanyak itu).
If I owned a zoo, I might let people interact with the animals more.
→ Jika aku memiliki kebun binatang, aku mungkin akan membiarkan orang berinteraksi lebih banyak dengan hewan.
(Ini juga bukan kenyataan, kamu tidak benar-benar memiliki kebun binatang.)
Jadi jika kamu ingin mengucapkan andai-andai yang tidak masuk akal, bisa menggunakan conditional sentences tipe 2 ini.

d. Third Conditional Sentences (Conditional Sentence Type 3)
Jenis yang keempat ini digunakan untuk menjelaskan situasi sekarang yang mungkin berbeda jika di masa lalu terjadi hal yang berbeda.
Third Conditional adalah jenis conditional sentence yang digunakan untuk membicarakan situasi yang tidak nyata di masa lalu, yaitu andaian tentang sesuatu yang seharusnya bisa terjadi, tetapi tidak terjadi.
Kalimat ini sering digunakan untuk mengekspresikan penyesalan, andai-andai masa lalu, atau membayangkan hasil berbeda dari peristiwa yang sudah berlalu.
| Rumus Conditional Sentences Tipe 3: If + Past Perfect, would have + Past Participle (V3) |
If I had studied harder, I would have passed the exam.
→ Jika saya belajar lebih giat, saya pasti sudah lulus ujian.
(Faktanya: saya tidak belajar giat, dan tidak lulus.)
If they had left earlier, they would have caught the train.
→ Jika mereka berangkat lebih awal, mereka pasti sudah naik kereta.
(Faktanya: mereka terlambat, dan keretanya sudah pergi.)
If she had known about the meeting, she would have come.
→ Jika dia tahu tentang rapat itu, dia pasti sudah datang.
(Faktanya: dia tidak tahu, jadi tidak datang.)
If we had taken a taxi, we might have arrived on time.
→ Jika kita naik taksi, kita mungkin sudah tiba tepat waktu.
(Faktanya: kita tidak naik taksi, dan terlambat.)
Third Conditional digunakan untuk membicarakan kejadian masa lalu yang berbeda dari kenyataan, biasanya dengan nada penyesalan atau pengandaian.
Itu tadi penjelasan tentang conditional sentences. Bagi kamu yang ingin memperdalam kemampuan bahasa Inggris, termasuk dalam hal grammar, kamu bisa mengambil kursus di Lister.

e. Mixed Conditional (Conditional Sentences Campuran)
Mixed Conditional adalah jenis conditional sentence yang digunakan untuk menggabungkan dua waktu berbeda biasanya masa lalu dan masa kini (atau kadang masa depan).
Artinya, kondisi terjadi di satu waktu (misalnya di masa lalu), tetapi akibat atau hasilnya terjadi di masa kini atau masa depan.
Kalimat ini menunjukkan hubungan sebab-akibat lintas waktu: sesuatu yang tidak terjadi di masa lalu menyebabkan situasi tertentu di masa kini, atau sebaliknya.
| Jenis Campuran | Pola | Arti Umum |
|---|---|---|
| Masa lalu → Masa kini | If + Past Perfect, would + V1 | Akibat sekarang karena hal masa lalu tidak terjadi |
| Masa kini → Masa lalu | If + Simple Past, would have + V3 | Akibat masa lalu karena kondisi sekarang berbeda |
If I had studied medicine, I would be a doctor now.
→ Jika dulu aku belajar kedokteran, aku akan menjadi dokter sekarang.
(Kondisi masa lalu yang tidak terjadi → akibatnya terasa sekarang.)
If she had married him, she would be living in Paris now.
→ Jika dia menikah dengan pria itu dulu, dia akan tinggal di Paris sekarang.
(Faktanya: dia tidak menikah dengannya, jadi tidak tinggal di Paris.)
If they were more responsible, they wouldn’t have lost the job.
→ Jika mereka lebih bertanggung jawab (sekarang), mereka tidak akan kehilangan pekerjaan (dulu).
Mixed Conditional digunakan ketika waktu kondisi dan hasil tidak sama.
Kita memakainya untuk menjelaskan bagaimana masa lalu memengaruhi keadaan sekarang, atau keadaan sekarang membuat masa lalu akan berbeda jika seandainya terjadi hal lain.

Kuasai Kosakata Bahasa Inggris, Semakin Percaya Diri Berkomunikasi!
Belajar bahasa Inggris dapat dimulai dari memahami kosakata yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Lister membangun program Kursus Grammar Masterclass untuk membantu pemahaman dasar bahasa Inggris yang tepat.
Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.
Ikuti Instagram Lister, untuk mengetahui promo terbaru dan informasi menarik.
Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Hubungi WhatsApp untuk pendaftaran sekarang!
Foto utama oleh Arthur Krijgsman di Pexels.



