Matur nuwun balasnya apa? 5 Cara Jawab yang Paling Natural untuk Pemula

Matur nuwun balasnya apa

Matur nuwun balasnya apa? Jawaban paling aman adalah “sami-sami” (sama-sama). Tapi di budaya Jawa, jawaban “terima kasih” itu nggak cuma soal arti yang kamu “mainkan” adalah tingkat kesopanan, jarak sosial, dan niat merendah. Makanya, beda lawan bicara beda juga enaknya jawab apa.

1. “Sami-sami” = default yang paling aman (lintas usia & situasi)

Kalau kamu ragu dengan matur nuwun balasnya apa, sami-sami itu pilihan paling netral: bisa dipakai ke orang tua, orang baru, rekan kerja, atau teman. Enaknya, frasa ini tidak terdengar “berlebihan”, tapi tetap sopan, makanya dia jadi “jawaban universal”.

Contoh sehari-hari:

  • A: Matur nuwun nggih. (Terima kasih ya.)
  • B: Sami-sami. (Sama-sama.)

“Sami-sami” itu bukan cuma balasan, tapi juga penanda bahwa hubungan sosial tetap harmonis: kamu menerima ucapan terima kasih tanpa membuat jarak (nggak terlalu kaku), tapi juga nggak merendahkan lawan bicara.

2. “Inggih, sami-sami” = saat kamu perlu menambah hormat 

Kalau lawan bicara lebih tua, punya jabatan, atau situasinya formal (misalnya acara keluarga besar, kantor, atau ketemu orang yang dihormati), tambah “inggih” supaya terasa lebih santun.

Contoh sehari-hari:

  • A: Matur nuwun sanget sampun kersa rawuh. (Terima kasih banyak sudah sudi datang.)
  • B: Inggih, sami-sami. (Iya, sama-sama.)

Inggih” itu semacam rem sopan santun. Kamu bukan cuma bilang “sama-sama” saat matur nuwun balasnya apa, tapi juga memberi sinyal: “Saya menghargai posisi Anda, dan saya menjaga unggah-ungguh.” Ini detail kecil yang sering bikin orang Jawa merasa “lebih dihormati”.

3. “Mboten punapa-punapa” = cara halus untuk merendah 

Kalau yang kamu bantu itu hal kecil (misalnya nganter, minjemin charger, bantu print), jawaban mboten punapa-punapa pas banget karena maknanya “tidak apa-apa / tidak masalah”. Ini membuat bantuanmu terdengar ringan, jadi lawan bicara nggak merasa berutang budi.

Contoh sehari-hari:

  • A: Matur nuwun wis dibantu. (Terima kasih sudah dibantu.)
  • B: Mboten punapa-punapa. (Nggak apa-apa.)

Ini teknik komunikasi Jawa yang penting: mengurangi beban psikologis di pihak yang berterima kasih. Kamu seolah bilang: “Tenang, kamu nggak merepotkan kok.” Ini salah satu “kunci” kenapa komunikasi Jawa terasa adem.

4. “Kanthi seneng ati” = kalau kamu mau terdengar hangat dan tulus

Kalau kamu benar-benar senang membantu atau kamu ingin jawabanmu terasa lebih “manusiawi”, bukan sekadar template, pakai kanthi seneng ati (dengan senang hati). Ini cocok untuk momen yang personal: bantu teman dekat, bantu keluarga, atau situasi yang memang bikin kamu happy.

Contoh sehari-hari:

  • A: Matur nuwun sanget. (Terima kasih banyak.)
  • B: Kanthi seneng ati. (Dengan senang hati.)

Ini bukan cuma “jawaban manis”, tapi juga menguatkan relasi. Kamu menyampaikan emosi positif dan dalam budaya Jawa, itu bisa terasa sebagai bentuk “ngopeni” (merawat hubungan).

5. “matur nuwun” itu terima kasih yang tepat “matur suwun” bukan (dan ini sering kebalik!)

Ini insight yang paling sering bikin orang “oh pantesan”: dari penjelasan yang kamu kasih (Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Supported By PPTI Universitas Negeri Surabaya), “nuwun” itu bermakna mratelakake pakurmatan menyatakan hormat/penghargaan setelah menerima sesuatu (barang atau kebaikan). Jadi matur nuwun memang “terima kasih” yang tepat.

Sementara “suwun” bermakna meminta, jadi matur suwun sebenarnya tidak pas kalau maksudmu berterima kasih.

Contoh pemakaian “matur nuwun” yang benar:

  • Matur nuwun sanget sampun kersa rawuh. (Terima kasih banyak sudah sudi hadir.)
  • Matur nuwun ya wis diwenehi buku. (Terima kasih ya sudah diberi buku.)

Kalau kamu pakai frasa yang maknanya “minta” di momen yang harusnya “terima kasih”, nuansanya bisa kebaca aneh. Ini contoh kecil gimana bahasa Jawa itu sensitif pada makna halus, bukan cuma terjemahan kasar.

Belajar Bahasa Asing Bareng Native Speaker di Lister!

Jadi, kalau ada yang bilang “matur nuwun”, jawaban paling aman: sami-sami. Kalau mau lebih sopan: inggih, sami-sami. 

Kalau mau merendah: mboten punapa-punapa. Kalau mau hangat: kanthi seneng ati, tinggal pilih sesuai situasi.

Kalau kamu mau jago bahasa (dan siap untuk kebutuhan global), yuk gabung Kursus Bahasa Asing di Lister: tutor terbaik, kelas online fleksibel, pilihan private/group (2–80 pertemuan). 

Langsung hubungi via WhatsApp, dan sekalian kamu bisa bahas juga fakta kuliah di luar negeri kalau targetmu nyambung ke studi atau karier internasional.

Share:

Picture of Aditya
Aditya

Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.
Next On

Related Posts