Mencicipi Baumkuchen, Lapis Legit ala Jerman yang Mendunia

baumkuchen

Kursus Bahasa Jerman – Jerman boleh dibilang sebagai negara penggemar kudapan manis. Salah satunya adalah Baumkuchen, kue lapis legit berbentuk melingkar.

Meskipun berasal dari Jerman, cake tersebut sudah mendunia. Bahkan sangat populer di Jepang. Bagaimana asal-usulnya?

Apa itu Baumkuchen?

Baumkuchen adalah cake tradisional khas Jerman. Cake ini berbentuk lingkaran yang berlubang di tengahnya dan berlapis-lapis.

Baumkuchen dipanggang dengan cara tradisional menggunakan perapian terbuka. Metode kuno ini dikenal sejak zaman Yunani dan disebarluaskan oleh bangsa Romawi.

Menurut Baumkuchen Farm, bahkan anak-anak kecil di Jerman sering memanggang roti dengan api unggun. Cara ini disebut dengan Stockbrot, yakni adonan dililitkan di sebuah batang.

Asal-usul Baumkuchen

Resep Baumkuchen pertama kali tercatat dalam sejarah pada 1426 di sebuah buku resep terbitan Italia. Sementara itu resep pertama yang ditulis dalam bahasa Jerman terbit pada 1450. Walaupun begitu, bukan tidak mungkin kue ini sudah ada sejak sebelum itu.

Pada abad ke-15, Baumkuchen menjadi sajian yang umum di pesta pernikahan, terutama di Nuremberg dan Frankfurt.

Pada abad ke-17, teknologi memasak dan memanggang mulai berkembang. Adonan tidak lagi dililitkan di batang, tetapi dituang lapis demi lapis di sebuah batang yang berputar di dalam oven.

Pada masa ini, orang mulai menyebutnya Baumkuchen. Secara harfiah, artinya adalah tree cake alias kue pohon.

Mengapa dinamai begitu? Ada dua kemungkinan penjelasannya. Pertama, karena cake tersebut dipanggang di batang kayu. Kedua, jika kue tersebut dipotong, maka akan terlihat lapis-lapis seperti yang tampak pada serat kayu.

Baca juga: Mencicipi Black Forest Cake, Si Hitam Manis Asli Jerman

Baumkuchen adalah cake tradisional khas Jerman. Cake ini berbentuk lingkaran yang berlubang di tengahnya dan berlapis-lapis.
Oven khusus Baumkuchen

Fakta Unik Baumkuchen

Dengan sejarah panjang, terdapat berbagai fakta unik seputar Baumkuchen.

King of Cakes

Sebutan lain untuk Baumkuchen adalah King of Cakes. Alasannya karena membuat kue ini dibutuhkan keahlian tingkat tinggi.

Si pembuat membutuhkan oven khusus dan kesabaran luar biasa. Seiring dengan batang di dalam oven berputar, si tukang roti akan menuang lapis demi lapis adonan.

Untuk membuat 25 lapis, dibutuhkan waktu 1,5 jam. Sementara itu si pembuat harus memastikan kue tidak terlalu kering maupun terlalu basah. Jika terlalu basah, kue akan menjadi berat dan jatuh dari roller.

Disukai Para Bangsawan

Pada 1843, Raja Friedrich Wilhelm IV dari Prussia mengunjungi Kota Salzwedel di Jerman yang terkenal dengan Baumkuchen-nya. Ia sangat menyukai rasa kue tersebut, sehingga memesan lebih banyak untuk dibawa pulang ke Berlin. Sejak saat itu, Baumkuchen dikenal di kalangan bangsawan Eropa.

Setelah 20 tahun kemudian, Raja Wilhelm I mengunjungi Salzwedel pada 1865. Di sana ia dihidangkan Baumkuchen.

Sang raja sangat menyukainya, bahkan menjadikan si tukang roti sebagai penyuplai resmi kerajaan. Sejak saat itu, Baumkuchen dari Salzwedel dikirim ke sang raja di Berlin.

Kue Pernikahan

Baumkuchen lazim disajikan sebagai kue pernikahan atau saat perayaan Natal. Hal ini disebabkan membuat kue tersebut sangat sulit dilakukan di rumah, karena membutuhkan oven khusus. Maka dari itu Baumkuchen hanya dibuat para tukang roti profesional.

Baca juga: Penuh Makna, ini 10+ Quotes Bahasa Jerman Paling Indah

Baumkuchen: Populer di Jepang

Walaupun berasal dari Jerman, kue ini sangat populer di Jepang. Bagaimana asal-usulnya?

Dalam situs Deutschland dijelaskan Baumkuchen adalah salah satu kue paling laris di Jepang. Para pembuat roti di Jepang bahkan menggunakan resep asli dari Jerman yang dibuat Karl Joseph Wilhelm Juchheim. Ia adalah orang yang berjasa yang memperkenalkan Baumkuchen ke Jepang.

Pada awal abad ke-20, Juchheim dan istrinya, Elise, tinggal di Qingdao, China, yang mayoritas didiami masyarakat Jerman. Pasangan suami-istri tersebut membuat toko pastry.

Saat Perang Dunia I berlangsung, Jepang menguasai kawasan tersebut. Juchheim ditahan dan dibawa ke Jepang. Sementara itu sang istri tinggal sendirian di Qingdao yang tengah di bawah kekuasaan Jepang.

Bersama warga Jerman lainnya, Juchheim dibawa ke kamp konsentrasi di sebuah pulau di sebuah teluk yang ada di dekat Hiroshima. Di sana Juchheim diizinkan membuat roti.

Dalam sebuah pameran kerajinan dan seni Jerman pada 1919, ia membuat Baumkuchen, jenis cake yang asing bagi masyarakat Jepang pada saat itu.

Setelah perang berakhir, Juchheim memutuskan untuk tinggal di Jepang. Ia membuat toko pastry di Yokohama.

Baumkuchen pun kian populer di Jepang. Kue tersebut dijadikan kue pernikahan, hadiah bagi rekan bisnis, kudapan ringan, atau oleh-oleh.

Di Jepang, kue ini disebut dengan baumukūhen (バウムクーヘン). Versi Jepang dari Baumkuchen cenderung lebih lembut daripada versi aslinya di Jerman.

Kursus Bahasa Jerman, Raih Impian Studi dan Kariermu!

Syarat penting untuk dapat kuliah, bekerja, atau tinggal di Jerman adalah menguasai bahasanya. Sebagai bekal, ikuti Kursus Bahasa Jerman di Lister.

Cari tahu pengalaman seru sesama student di Discord Lister Group Community.

Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang!

Share:

Brigitta Winasis
Brigitta Winasis
A lifetime learner, a magical world wanderer through books and stories. Writing for professional purposes and personal interests.

Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.
Next On

Related Posts