Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Mengenal EPS Dan TOPIK, Tes Kemampuan Bahasa Korea

Kemampuan Bahasa Korea

lister.co.id – EPS merupakan singkatan dari Employment Permit System, dan TOPIK merupakan singkatan dari Test of Proficiency in Korean. Jika digabungkan, EPS – TOPIK artinya adalah tes kemampuan berbahasa Korea untuk perizinan ketenagakerjaan, ditujukkan bagi mereka yang ingin bekerja di Korea Selatan.

Perbedaan EPS – TOPIK dengan TOPIK adalah, tes EPS – TOPIK diperuntukkan oleh para calon pekerja dan materinya seputar pekerjaan, sedangkan tes TOPIK ditujukkan untuk umum. Hasil sertifikat tes TOPIK umum tidak bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di Korea Selatan.

“Mengenal EPS – TOPIK, Tes Kemampuan Bahasa Korea Untuk Pekerja”

Tes EPS – TOPIK ini diselenggarakan oleh bagian Human Research Development, Kementrian Ketenagakerjaan Korea Selatan. Di Indonesia sendiri tesnya diselenggarakan dengan kerjasama dari lembaga BNP2TKI. EPS – TOPIK sebelumnya dikenal dengan mana KLPT (Korean Language Proficiency Test), lalu berubah lagi menjadi EPS – KLT (Employment Permit System – Korean Language Test) sebelum akhirnya dinamakan EPS – TOPIK.

Ada dua jenis tes EPS – TOPIK yang bisa dipilih, yaitu PBT (Paper Based Test) dan CBT (Computer Based Test). Untuk tes jenis CBT sendiri, memiliki dua jenis tes, yaitu umum dan khusus. Tes CBT umum ditujukkan untuk kalangan umum, seperti tes jenis PBT. Sedangkan tes CBT khusus ditujukkan bagi mereka yang pernah bekerja di Korea Selatan melalui sistem EPS dan pernah menerima perpanjangan kontrak.

menurut lister co id Syarat umum untuk bisa mengikuti tes EPS – TOPIK diantaranya, berusia 18 – 39 tahun, pendidikan minimal SMP atau sederajat, tidak sedang dicekal bepergian ke luar negeri, tidak pernah dipenjara, dan tidak pernah dideportasi dari Korea Selatan. Untuk tes CBT khusus, diperlukan satu syarat khusus lagi, yaitu telah bekerja di Korea Selatan selama 3 tahun masa kontrak resmi dan diperpanjang menjadi 4 tahun 10 bulan. Untuk mengikuti tes EPS – TOPIK peserta tidak diharuskan belajar di lembaga pelatihan Bahasa Korea sebelumnya. Peserta bisa juga belajar Bahasa Korea secara mandiri atau otodidak.

Tes EPS – TOPIK jenis PBT dilaksanakan satu kali dalam setahun, biasanya diadakan pada pertengahan tahun. Dan tes jenis CBT khusus dilaksanakan setiap tiga bulan sekali atau sekitar empat kali dalam satu tahun. Untuk pendaftarannya bisa dicek di website resmi BNP2TKI. Penentuan tempat pelaksanaan tes menjadi wewenang BNP2TKI, dan biasanya diadakan di Jakarta dan Semarang.

Biaya pendaftaran yang dibutuhkan sebesar 24 USD, dan nominalnya dalam rupiah disesuaikan dengan kurs rupiah pada waktu peserta mendaftar. Jika nantinya setelah melaksanakan tes peserta dinyatakan tidak lulus, biaya ujian yang telah dibayarkan akan dikembalikan secara penuh. Dengan syarat peserta terbukti tidak melakukan kecurangan apapun selama pelaksanaan tes.

Aspek yang diujikan dalam tes adalah Reading (membaca) dan Listening (mendengarkan). Poin-poin yang dinilai pada bagian Reading adalah perbendaharaan kata dan penggunaannya dalam kalimat, tata Bahasa dalam kalimat tertulis dan percakapan, pengetahuan seputar membaca informasi tertulis seperti pada papan penunjuk, tiket, atau tanda terima, dan terakhir penguasaan membaca materi dalam bentuk artikel singkat.

Untuk bagian Listening, yang dinilai adalah perbendaharaan kata dalam bentuk audio dan visual, pemahaman contoh percakapan dalam Bahasa Korea, dan penguasaan Bahasa dalam menganalisa dan mengambil informasi dari pernyataan pendek maupun panjang. Total skor maksimum dari tes EPS – TOPIK adalah 200, dan dibutuhkan minimal 80 untuk lulus. Tetapi tidak semua yang memiliki nilai di atas 80 akan diluluskan, karena kewenangan untuk meluluskan peserta sepenuhnya ada di tangan Kementrian Ketenagakerjaan Korea Selatan. Kelulusan juga bisa ditentukan berdasarkan jumlah peserta.

Kemampuan Bahasa Korea
Kemampuan Bahasa Korea

“Mengenal TOPIK, Tes Kemampuan Bahasa Korea Untuk Umum”

TOPIK adalah singkatan dari Test of Proficiency in Korean, dan merupakan sebuah tes yang menjadi tolak ukur kemampuan berbahasa Korea bagi warga negara yang Bahasa utamanya bukan Bahasa Korea.

Di Korea sendiri tes TOPIK diadakan enam kali dalam setahun (pada bulan Januari, April, Mei, Juli, Oktober, dan November), sedangkan untuk tes di luar Korea biasanya lebih jarang dari itu.

Di Indonesia sendiri tes TOPIK biasanya dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu di bulan April dan Oktober. Sejak tahun 2011 tes TOPIK diselenggarakan oleh NIIED (National Institute for International Education), sebuah lembaga yang merupakan bagian dari Kementrian Pendidikan Korea Selatan.

Ada dua level tes yang bisa diambil, TOPIK I yang ditujukkan untuk pemula dan TOPIK II yang ditujukkan untuk tingkat menengah dan tinggi. TOPIK I terdiri dari level 1 & 2, dan memiliki dua aspek yang diujikan yaitu Reading (membaca) dan Listening (mendengarkan). Sedangkan TOPIK II terdiri dari level 3 sampai dengan 6 dengan aspek yang diujikan meliputi Reading (membaca), Listening (mendengarkan), dan Writing (menulis). Berikut adalah kriteria evaluasi untuk setiap levelnya:

  1. Level 1

Mampu melakukan percakapan dasar sehari-hari dan memahami penggunaan Bahasa Korea dalam hal yang umum dan berkaitan dengan diri sendiri, seperti keluarga, hobi, dan cuaca. Selain itu juga mampu menyusun kalimat singkat berdasarkan 800 kosakata dasar dan memahami grammar tingkat dasar.

  • Level 2

Mampu melakukan percakapan dasar sehari-hari dan dapat mengaplikasikan penggunaan tata Bahasa formal dan informal. Selain itu juga mampu menggunakan sekitar 1500 sampai 2000 suku kata dan membuat paragraf.

  • Level 3

Mampu menggunakan Bahasa Korea secara lancar hingga tidak mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-hari, mampu memahami teks dalam bentuk paragraf, dan mampu mengekspresikan dirinya dalam Bahasa Korea secara tertulis dan verbal.

  • Level 4

Mampu memahami berita di koran maupun media lain, dan mampu mengemukakan pendapat atau memberikan komentar seputar berbagai topik dengan fasih. Selain itu juga memahami tentang budaya korea dan dapat menggunakan kata ungkapan.

  • Level 5

Mampu menggunakan Bahasa Korea untuk keperluan riset dan bidang professional lain. Selain itu juga mampu memahami dan memberikan pendapat seputar topik-topik yang tidak familiar dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

  • Level 6

Mampu menggunakan Bahasa Korea untuk keperluan riset dan bidang professional lain secara fasih dan lancar. Dan juga tidak mengalami kesulitan dalam penggunaan Bahasa Korea untuk melakukan suatu tugas atau menyampaikan pesan. Walaupun pemegang sertifikat level ini tetap saja tidak akan se-ahli penutur asli setingkat Universitas.

baca juga

Dalam tes TOPIK I, peserta akan diberi 70 soal untu dikerjakan dalam waktu 100 menit. Pembagiannya adalah 30 soal Listening dan 40 soal Reading. Sementara dalam tes TOPIK II, ada total 104 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 180 menit. Pembagiannya adalah 50 soal Listening, 4 soal Writing, dan 50 soal Reading. Pada tahap Writing, peserta akan diminta membuat dua buah esai. Esai pertama adalah esai deskriptif sebanyak 200 – 300 karakter dan esai kedua adalah esai argumentatif sebanyak 600 – 700 karakter.

Penentuan level peserta nantinya akan didasarkan pada skor yang didapatkan. Untuk tes TOPIK I, nilai 80 – 139 mendapat level 1 dan nilai 140 – 200 mendapat level 2. Nilai di bawah 80 dinyatakan tidak lulus. Sementara untuk tes TOPIK II, nilai 120 – 149 mendapat level 3, nilai 150 – 189 mendapat level 4, nilai 190 – 229 mendapat level 5, dan nilai 230 – 300 mendapat level 6. Untuk nilai di bawah 120 dinyatakan tidak lulus.

Sertifikat hasil tes TOPIK ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan di Korea Selatan, seperti pendaftaran Universitas, pengurusan visa kerja di perusahaan lokal, pembuatan lisensi untuk doktor berkualifikasi, pendaftaran aplikasi tes kualifikasi untuk mengajar Bahasa Korea, pengajuan ijin tinggal tetap, dan pernikahan berdasarkan visa imigran. Sertifikat ini nantinya hanya memiliki masa berlaku 2 tahun setelah dicetak.