Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Fenomena K-Popers di Indonesia dan Bahasa Korea

Saat ini budaya Korea seperti musik Kpop, fashion, dan bahasa Korea berkembang pesat dan meluas secara global termasuk di Indonesia. Menurut data yang dibagikan Twitter terkait artis Kpop di tahun 2020 lalu menyatakan Indonesia ada di peringkat pertama.

Thailand, Korea Selatan, Filipina, dan Amerika Serikat juga termasuk ke dalam 5 besar.

Hal ini menyimpulkan bahwa fenomena K-pop ini sudah benar-benar merambah terutama generasi milenial dan gen Z di Indonesia.

Dan perkembangan kebudayaan Korea ini pun akhirnya menghasilkan suatu fenomena “Korean Wave” atau disebut juga Hallyu.

3d illustration korean flag waving on modern skyscraper city with coronavirus 2019 ncov concept. beautiful tall tower and asian outbreak in south korea. microscope virus covid 19 Premium Photo

Korean Wave sendiri diawali dan sangat dekat dengan dunia hiburan seperti musik, drama, dan variety shows yang dikemas secara apik untuk menyajikan budaya-budaya Korea.

Seiring berkembangnya waktu, para generasi muda menjadi terpengaruh budaya-budaya Korea seperti gaya fashion, make up, korean skincare, kuliner, gaya bicara, hingga bahasa.

Dampak Positif

Keberadaan artis Kpop saat ini banyak mempengaruhi preferensi para milenial dalam beberapa hal. Misalnya semakin maraknya penggunaan produk-produk skincare dan make up Korea, style Korea, konsumsi makanan Korea, dan lainnya. Cara pandang mereka pun juga berubah menjadi lebih terbuka terhadap berbagai aspek kehidupan, menjadi lebih bahagia dan bahkan banyak yang bangkit dari depresi.

Dampak positif adanya Korean Wave ini juga ada di lingkungan pendidikan. Demam budaya Korea ini meningkatkan minat warga Indonesia tak hanya untuk mempelajari bahasa Korea, namun juga untuk mengejar pendidikan di negara ginseng tersebut.

Baca juga: Beasiswa GIST Scholarship untuk kuliah S2 S3 di Korea Selatan

Generasi Milenial yang Berprestasi dengan Bahasa Korea

Korean traditional holiday doljanchi first birthday, decoration. asandi. observance of customs of their ancestors. work of decorator and organizer of event Premium Photo

Generasi milenial juga sering kali menyelipkan kata-kata bahasa Korea dalam kehidupan sehari-hari mereka seperti annyeong, saranghae, hyung, dan hwaiting. Hal ini sebetulnya dapat menjadi peluang kesempatan untuk mendorong generasi milenial melek terhadap bahasa asing seperti bahasa Korea.

Dengan adanya dorongan untuk belajar bahasa Korea, generasi muda di Indonesia tidak hanya mengkonsumsi hal-hal berbau Korea seperti musik Kpop dan idolanya, namun menghasilkan sesuatu yang membanggakan menggunakan bahasa Korea.

Seperti seorang mahasiswi UI bernama Dinnar yang waktu lalu viral karena prestasinya. Setelah melewati perjuangan belajar bahasa Korea selama 8 tahun dan jatuh bangun mengikuti lomba pidato akhirnya menang dan berhasil ke Korea secara gratis.

Hal ini membuktikkan bahwa potensi para Kpopers di Indonesia sangat bagus hanya kurang diberdayakan ke arah yang lebih produktif.

Melansir dari CNNIndonesia, para artis-artis Korea seperti personil anggota BTS pun mendukung dan mendorong para fans untuk mempelajari bahasa Korea untuk lebih dekat dengan idolanya.

Adanya fanbase atau komunitas yang tersebar di beragam wilayah di Indonesia pun menjadi sarana mewujudukan hal itu. Contohnya, NCTzen Yogyakarta yang merupakan tempat berkumpulnya para fans NCT (idol grup) di Yogyakarta. Mereka memiliki kepengurusan yang terstruktur layaknya organisasi pada umumnya dan aktif mengadakan event-event untuk fans NCT.

Baca juga: Website untuk Belajar Bahasa Korea Online Terpercaya

Belajar bahasa Korea secara online

Ternyata bukan hanya minat penduduk Indonesia untuk mempelajari budaya Korea seperti musik Kpop ataupun Kdrama yang semakin meningkat, namun minat belajar bahasa Korea pun semakin bertambah.

Sebuah laporan dari Korean Educational Statistics Service menunjukkan peningkatan total pelajar Indonesia dari angka 1.025 di tahun 2014 hingga 1.613 di tahun 2019 yang melanjutkan studinya di negeri Ginseng itu. Terlebih adanya beasiswa pemerintah Korea seperti Korean Government Scholarship untuk jenjang S1 hingga S3 juga merupakan pendorong banyak generasi muda yang tertarik belajar bahasa Korea ataupun melanjutkan kuliah di sana.

Daya tarik budaya pop Korea ini telah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi peluang dan kesempatan yang baik terutama untuk kamu penyuka Kpop. Saatnya mengambil peran melalui hal-hal yang kamu sukai seperti Kpop, budaya, dan bahasanya untuk menggapai mimpi-mimpi yang lebih tinggi.

Maka dari itu mengikuti kursus bahasa Korea bisa menjadi langkah awal kamu dalam menekuni dunia Korea. Banyak hal-hal yang positif yang akan kamu dapatkan ketika kamu mahir berbahasa ini.

Belajar bahasa Korea secara online bersama tutor yang berpengalaman layak kamu coba.

Lister saat ini menyediakan beragam kursus bahasa asing termasuk bahasa Korea menggunakan kurikulum yang terstandar untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Gabung sekarang!

Sumber:

Gambar (freepik)