Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Tak Jadi Momok, Begini Strategi Nuraeni Saripudin Johnson Lolos Tes Potensi Akademik (TPA)

Begini Strategi Lolos TPA

Tak hanya untuk seseorang yang sedang meniti karir, namun melanjutkan studi di tingkat perguruan tinggi tentu tidak asing lagi dengan Tes Potensi Akademik, bukan?

Ya, TPA adalah salah satu tes yang wajib dikerjakan oleh para pencari kerja sebelum diterima di sebuah perusahaan atau lembaga pemerintahan. Namun, saat mendaftar ke perguruan tinggi, calon mahasiswa juga harus mengerjakan Tes Potensi Akademik sebagai salah satu syarat seleksi.

Tak hanya Indonesia, Tes Potensi Akademik juga diberlakukan di seluruh penjuru dunia atau dikenal istilah GRE atau Graduate Record Examination yang setara dengan TPA di Indonesia.

Benarkah TPA itu sulit dan menjadi momok banyak orang?

Secara singkat, TPA dikenal sebagai serangkaian tes yang berisi empat bagian. Pada masing-masing bagian, ada beberapa kategori pertanyaan seperti tes bahasa, tes numerik (angka), tes gambar, dan tes logika. 

Tentunya, semakin banyak pertanyaan yang bisa dijawab, semakin tinggi pula nilai yang didapatkan peserta. Namun, seiring berkembangnya zaman, saat ini Tes Potensi Akademik Online pun tersedia.

TPA adalah salah satu syarat penting dalam proses rekrutmen bekerja maupun masuk perguruan tinggi, sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk mencari cara mendapatkan nilai TPA yang tinggi. 

Untuk itu, bagi kamu yang akan mengerjakan Tes Potensi Akademik, simak strategi agar nilai TPA yang didapatkan semakin tinggi dari salah satu alumni Lister, kak Nuraeni.

Lolos TPA Bapennas score 610 Doctoral di SBM ITB

Kak Nuraeni adalah seorang General Manager di salah satu Public Company (Erajaya Swasembada Tbk) dengan expertise di bidang CRM Loyalty. Ia telah lama bekerja di sebuah perusahaan multinasional dalam maupun luar negeri sebagai loyalty consultant.

Lalu, Kak Nuraeni pun memutuskan mengambil kelas TPA online di Lister dengan tutor TPA, Kak Ikhsan. Kak Nuraeni datang dengan kekurangan di bidang numerik atau tes angka. Sehingga ia menargetkan diri untuk menguasai materi hitung cepat, aljabar, aritmatic, soal cerita, dan penalaran.

Sebagai seorang wanita karir yang sudah memiliki kesibukan, Kak Nuraeni sangat membutuhkan pengajaran yang fleksibel dan metode pengajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami. Beruntungnya, Kak Ikhsan dapat menangani hal tersebut dengan baik.

“Namanya Tutor Ikhsan. Beliau menerangkan dengan metode yang orang awam sekalipun mudah sekali mencerna. Kalo saja waktu jaman saya sekolah dulu gurunya menerangkan seperti ini, mungkin matematika bukan sesuatu yang sulit.”

WhatsApp Image 2022 01 19 at 21.24.19 1


Untuk memenuhi persyaratan Doctoral di ITB, Kak Nuraeni pun diharuskan mengambil tes TPA. Setelah beberapa kali pertemuan, akhirnya Kak Nuraeni berhasil lolos TPA sebagai syarat meraih gelar Doctoral.

Menurut penuturan Kak Nuraeni, faktor terpenting yang harus diperhatikan agar lolos TPA adalah mampu menganalisa soal, banyak membaca untuk verbal, dan rajin melakukan drilling tentang soal terutama soal aritmatic dan aljabar.

Sebagaimana tes TPA yang selalu menjadi momok bagi sebagian orang, Kak Nuraeni juga mengalami kesulitan. Ia pun memilih untuk kembali mempelajari bagian matematik dasar dengan tutor agar bisa me-refresh kembali kemampuannya dalam menganalisa soal aritmatic dan aljabar serta penalaran Spastial.

Pesan Tutor

“Banyak drilling soal, dan time management karena TPA bapennas waktunya gak cukup kalo mau menghitung dengan cermat setiap soalnya.”