Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Pengertian, Rumus, Aturan, dan Contoh Question Tag

contoh question tag

Apa itu question tag? Aspek kebahasaan yang satu ini menarik untuk dipelajari.

Question tag dapat mengubah kalimat pernyataan menjadi kalimat tanya. Kedengarannya simpel, bukan? Memang pada kenyataannya cukup simpel.

Pada artikel ini, kamu akan mempelajari lebih lanjut tentang apa itu question tag, sehingga dengan begitu kamu percaya diri menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

Apa itu Question Tag?

Question tag adalah pertanyaan pendek yang ditempatkan pada bagian akhir kalimat pernyataan. Tujuannya adalah untuk mengonfirmasi apakah suatu pernyataan benar atau tidak, serta meyakinkan lawan bicara untuk menjawab.

Menggunakan question tag dalam percakapan sehari-hari akan membuatmu semakin terdengar seperti penutur asli.

Untuk membuat pertanyaan pendek ini, kamu dapat menambahkan koma dan pertanyaan pendek di akhir kalimat pernyataan. Pertanyaan pendek tersebut umumnya terdiri atas auxiliary verbs dan pronoun.

Question tag selalu mengikuti to be dan to have yang terdapat pada kalimat pernyataan.

Saat menanyakan pertanyaan dengan question tag, kamu perlu menaikkan intonasi nada. Jika kamu menggunakan intonasi turun, kamu akan terkesan menyatakan sesuatu.

Rumus Question Tag

Bagaimana cara membentuk kalimat yang mengandung question tag? Kamu harus mengikuti beberapa rumus berikut ini.

a. Subjek pada pernyataan sesuai dengan subjek pada tag.

b. Auxiliary verb atau verb to be pada pernyataan sesuai dengan verb yang digunakan pada tag.

c. Jika pernyataan positif, tag yang digunakan negatif. Sebaliknya, jika pernyataan negatif, tag yang digunakan positif.

d. Kalimat perintah diikuti dengan tag “will you?”

Contoh Kalimat dengan Question Tag

Seperti apa penerapan kalimat yang menggunakan question tag? Simak contohnya berikut ini.

He’s read this book, hasn’t he?

He read this book, didn’t he?

He’s reading this book, isn’t he?

He reads a lot of books, doesn’t he?

He’ll read this book, won’t he?

He should read this book, shouldn’t he?

He can read this book, can’t he?

He’d read this book, wouldn’t he?

Pengecualian

Ada beberapa pengecualian dalam pembentukan kalimat yang menggunakan question tag.

Pernyataan dengan Kata Keterangan Negatif

Kata keterangan never, seldom, hardly, rarely memiliki suasana negatif. Pernyataan yang menggunakan kata-kata keterangan tersebut diperlakukan seperti pernyataan negatif, sehingga question tag yang digunakan adalah positif.

Contoh, “We have never seen that, have we?”

Pernyataan yang Diawali dengan I’m

Question tag yang digunakan adalah are/aren’t I ketika subjeknya adalah orang pertama tunggal.

Contoh, “I’m intelligent, aren’t I?”

Pernyataan yang Diawali dengan Let’s

Question tag yang digunakan adalah shall we setelah kalimat pernyataan yang diawali dengan let’s.

Contoh, “Let’s take the next bus, shall we?”

Kalimat Perintah

Kalimat perintah atau permintaan bisa menggunakan question tag dan tidak membutuhkan jawaban langsung.

Berikut contohnya.

Open the window, will you? (perintah)

Take a seat, won’t you? (permintaan)

Menggunakan There

Ketika menggunakan pernyataan dengan there, kata there juga disematkan di dalam tag.

Berikut contohnya.

There‘s nothing wrong, is there?

There weren’t any problems when you talked to Jack, were there?

Pernyataan dengan Nobody/No one, Somebody/Someone, Everybody/Everyone sebagai Subjek

Pada kalimat pernyataan yang menggunakan nobody/no one, somebody/someone, everybody/everyone sebagai subjek, question tag yang digunakan adalah they.

Contoh, “Somebody wanted to borrow Jack’s bike, didn’t they?”

Pernyataan dengan Nothing/Something/Everything sebagai Subjek

Ketika subjek menggunakan nothing/something, question tag yang digunakan adalah it.

Contoh, “Something happened at Jack’s house, didn’t it?”

Pernyataan dengan This

Ketika subjek menggunakan this, question tag yang digunakan adalah it.

Contoh, “This will work, won’t it?”