Paham Bahasa Inggris tapi Susah Speaking? Coba Latihan Ini

Kursus IELTS Speaking Native

Paham bahasa Inggris tapi susah speaking bisa terasa membingungkan. Kamu mengerti pertanyaan lawan bicara, bahkan tahu jawaban yang ingin disampaikan. Namun, ketika mulai menjawab, kamu sibuk mencari kata atau menyusun kalimat sampai percakapan terhenti.

Langkah awalnya adalah melatih respons pendek dengan suara lantang, menambahkan detail secara bertahap, lalu mencoba pertanyaan lanjutan bersama partner. Kamu bisa memulai dari situasi sederhana, seperti menceritakan kegiatan akhir pekan atau menjelaskan pekerjaanmu.

Panduan ini ditujukan untuk kamu yang sudah memahami kalimat sehari-hari, tetapi belum nyaman menggunakannya dalam percakapan. Contoh dan latihan di bawah bisa disesuaikan dengan kebutuhan kuliah, kerja, maupun komunikasi sehari-hari.

Mengapa Paham Bahasa Inggris Belum Tentu Lancar Berbicara?

Ketika membaca atau mendengarkan, kamu menerima kalimat yang sudah dibentuk orang lain. Saat berbicara, kamu perlu menentukan pesan, memilih kata, menyusun kalimat, dan mengucapkannya sendiri.

Bayangkan seseorang bertanya, “What did you do last weekend?” Kamu memahami maksudnya. Akan tetapi, menjawab membutuhkan keputusan tambahan: kegiatan apa yang ingin diceritakan, kata kerja apa yang digunakan, dan detail mana yang perlu disampaikan.

Perhatikan kebiasaanmu saat berlatih. Apakah sebagian besar waktumu digunakan untuk menonton, membaca, dan mengerjakan soal? Jika iya, tambahkan kesempatan menjawab dengan kata-katamu sendiri. Materi yang sudah kamu pahami bisa menjadi bahan percakapan.

Kesulitan speaking juga tidak selalu sama. Ada yang belum menemukan kosakata, terlalu lama memeriksa grammar, atau lancar saat sendiri tetapi ragu ketika didengarkan orang lain. Latihan akan lebih terarah jika kamu mengenali bagian yang menghambatmu.

Kenali Bagian yang Membuatmu Tersendat

Coba jawab pertanyaan berikut dengan suara lantang: “What do you usually do after work or class?” Rekam jawaban singkat tanpa menulis naskah terlebih dahulu.

Dengarkan rekamannya, lalu gunakan tabel ini sebagai panduan memilih latihan. Tabel ini bukan tes kemampuan resmi.

Yang terjadi saat menjawabFokus latihan yang bisa dicoba
Tahu maksudnya, tetapi sulit memulaiGunakan pembuka kalimat yang sesuai
Berhenti karena lupa satu kataJelaskan maksudnya dengan kata lain
Terus mengulang untuk memperbaiki grammarSelesaikan respons pendek, lalu evaluasi
Bisa membaca jawaban, tetapi sulit tanpa teksKurangi naskah menjadi beberapa kata kunci
Lancar sendiri, lalu diam saat ditanya partnerLatih percakapan pendek dengan pertanyaan lanjutan

Pilih satu hambatan terlebih dahulu. Misalnya, jika kamu sering berhenti karena lupa kosakata, latihan hari ini cukup berfokus pada menjelaskan benda atau kegiatan menggunakan kata yang sudah kamu kenal.

Latihan Merespons Spontan secara Bertahap

1. Mulai dari jawaban yang bisa kamu selesaikan

Ambil satu pertanyaan yang dekat dengan keseharianmu:

“What do you usually do after work?”

Jawaban awal bisa sesederhana:

“I usually rest at home.”

Setelah nyaman, tambahkan alasan:

“I usually rest at home because I feel tired.”

Kemudian, tambahkan detail:

“I usually rest at home because I feel tired. Sometimes, I watch a cooking video and try a simple recipe.”

Latihan ini membantumu membangun jawaban sedikit demi sedikit. Kamu tetap punya kalimat utuh yang dapat disampaikan meskipun belum siap bercerita panjang.

Coba pola jawaban utama, alasan, lalu detail. Gunakan secara fleksibel; percakapan biasa tidak mengharuskan setiap respons memiliki tiga bagian.

2. Gunakan frasa pembuka sesuai kebutuhan

Siapkan beberapa frasa untuk fungsi percakapan yang sering kamu perlukan:

  • Menyampaikan pendapat: “I think…” atau “In my experience…”
  • Menjelaskan kebiasaan: “I usually…” atau “Most of the time…”
  • Memberi alasan: “One reason is…” atau “That’s because…”
  • Menyampaikan pilihan: “I prefer… because…”
  • Memberikan contoh: “For example…”

Misalnya, gunakan “I prefer…” untuk menjawab pertanyaan tentang transportasi, makanan, atau cara belajar.

“I prefer taking the train because I can avoid traffic.”

Pada putaran berikutnya, ganti isi kalimat sesuai pengalamanmu. Tujuannya adalah menggunakan pola yang sama untuk menyampaikan pesan berbeda, sehingga kamu tidak terpaku pada satu jawaban hafalan.

Pilih dua atau tiga frasa yang benar-benar akan digunakan. Daftar panjang akan kurang membantu jika kamu belum pernah mengucapkannya dalam konteks.

3. Ubah teks menjadi jawaban pribadi

Jika memulai tanpa bahan terasa sulit, gunakan contoh teks bahasa Inggris untuk belajar speaking sebagai pemanasan.

Baca satu bagian, pahami isinya, lalu tutup teksnya. Setelah itu, ceritakan topik serupa berdasarkan pengalamanmu sendiri.

Sebagai contoh, setelah membaca teks tentang rutinitas, jawab tiga pertanyaan ini:

  • Kegiatan apa yang kamu lakukan setiap pagi?
  • Bagian mana yang paling kamu sukai?
  • Apa yang ingin kamu ubah dari rutinitas tersebut?

Kamu boleh mencatat tiga kata kunci, seperti “breakfast, train, music”. Gunakan catatan itu untuk mengingat isi, lalu bentuk kalimatmu saat berbicara.

Dengan cara ini, latihan bergerak dari membaca kalimat yang tersedia menuju menyampaikan gagasan sendiri.

4. Latih respons terhadap pertanyaan lanjutan

Menceritakan diri sendiri dan menanggapi orang lain membutuhkan latihan yang berbeda. Setelah menjawab satu pertanyaan, minta partner menanyakan sesuatu berdasarkan jawabanmu.

Contohnya:

Partner: “What do you like doing on weekends?”
Kamu: “I like cooking. I usually try a new recipe.”
Partner: “What did you cook last weekend?”
Kamu: “I made vegetable soup. It was simple, but I liked it.”

Pada putaran berikutnya, partner dapat bertanya tentang bahan, alasan memilih resep, atau orang yang ikut makan. Dengarkan arah pertanyaannya, lalu jawab bagian yang ditanyakan.

Untuk menambah bahan latihan, pilih satu tema dari rekomendasi topik speaking English. Cukup gunakan satu tema dalam satu sesi agar kamu punya ruang mengembangkan percakapan.

5. Minta koreksi yang spesifik

Setelah selesai berbicara, minta partner atau tutor menunjukkan satu bagian yang membingungkan.

Pertanyaan seperti “Apakah urutan ceritaku jelas?” atau “Kata mana yang sulit kamu pahami?” lebih mudah ditindaklanjuti daripada “Speaking-ku sudah bagus belum?”

Sebagai contoh, kamu mengatakan:

“Yesterday, I go to my friend’s house.”

Setelah mendapat koreksi, ucapkan kembali:

“Yesterday, I went to my friend’s house.”

Lalu gunakan bentuk yang diperbaiki dalam kalimat lain. Kamu bisa mengatakan, “Last Sunday, I went to a bookstore.” Cara ini memberi kesempatan mempraktikkan koreksi, bukan sekadar mencatatnya.

Apa yang Bisa Dikatakan saat Mendadak Blank?

Saat lupa kata, kamu masih punya beberapa cara untuk melanjutkan percakapan. Pilih ungkapan yang sesuai dengan situasinya.

SituasiUngkapan yang bisa digunakanMakna
Membutuhkan waktu berpikir“Let me think for a moment.”Beri saya waktu sebentar untuk berpikir
Belum menangkap ucapan“Could you say that again, please?”Bisa diulangi?
Ingin memastikan maksud“Do you mean…?”Apakah maksudmu…?
Ingin memperjelas jawaban“What I mean is…”Maksud saya…
Lupa nama benda“I don’t remember the word, but it’s something you use to…”Saya lupa katanya, tetapi ini benda untuk…

Misalnya, kamu lupa kata “charger”. Kamu dapat mengatakan, “It’s something I use to charge my phone.” Penjelasan itu memberi lawan bicara informasi yang cukup untuk membantu.

Jika masalahnya adalah pertanyaan yang belum dipahami, minta pengulangan atau penjelasan. Kamu tidak perlu menebak lalu menjawab hal yang berbeda.

British Council juga menyarankan pembelajar mengambil jeda singkat ketika kesulitan mengucapkan kalimat, kemudian melanjutkan berbicara. Lihat panduan berbicara bahasa Inggris dengan percaya diri.

Contoh Rutinitas Latihan 15 Menit

Berikut contoh pembagian waktu yang bisa kamu coba. Durasi ini merupakan pilihan praktis untuk membangun rutinitas, bukan jaminan lancar dalam jangka waktu tertentu.

Menit 1–3: tentukan situasi dan kata kunci

Pilih satu situasi, misalnya menjelaskan rencana akhir pekan. Catat beberapa kata yang sudah kamu kenal dan satu frasa pembuka.

Sesuaikan topiknya dengan kebutuhan terdekat. Jika besok kamu akan bertemu rekan baru, berlatihlah menjelaskan pekerjaan atau kegiatanmu saat ini.

Menit 4–7: jawab dan rekam

Jawab dua pertanyaan tanpa membaca naskah. Beri dirimu waktu menyelesaikan setiap respons.

Jika lupa kata, gunakan penjelasan sederhana atau frasa untuk meminta waktu. Catat kata yang ingin dicari setelah putaran latihan selesai.

Menit 8–11: dengarkan dan perbaiki

Putar rekaman. Pilih satu hal yang ingin diperbaiki: pengucapan kata tertentu, penggunaan kata kerja, atau urutan informasi.

Ulangi jawaban dengan perbaikan tersebut. Kamu tidak perlu menyalin seluruh rekaman menjadi tulisan.

Menit 12–15: coba pertanyaan baru

Minta partner memberi pertanyaan lanjutan. Jika sedang sendiri, ambil pertanyaan lain yang belum kamu siapkan jawabannya.

Misalnya, setelah menjelaskan rencana akhir pekan, jawab: “What will you do if it rains?” Perubahan kecil ini mendorongmu menyesuaikan pesan dengan situasi baru.

Cara Mengevaluasi Perkembangan Speaking

Simpan rekaman awal dan bandingkan dengan latihan berikutnya menggunakan pertanyaan yang setara tingkat kesulitannya.

Perhatikan beberapa hal:

  • Apakah kamu bisa mulai menjawab dengan lebih sedikit bantuan?
  • Apakah jawabanmu menyampaikan satu gagasan yang jelas?
  • Apakah kamu bisa menambahkan alasan atau contoh?
  • Apakah kamu dapat melanjutkan ketika lupa kata?
  • Apakah partner memahami pesanmu tanpa sering meminta penjelasan?

Kecepatan berbicara tidak perlu menjadi satu-satunya ukuran. Respons yang singkat dan mudah dipahami lebih berguna untuk latihan daripada memaksakan jawaban panjang yang sulit kamu selesaikan.

Tambahkan juga satu pertanyaan baru saat evaluasi. Jika kamu hanya mengulang pertanyaan yang sama, hasilnya bisa mencerminkan hafalan. Pertanyaan baru membantu melihat apakah pola kalimat yang dipelajari sudah bisa digunakan dalam konteks lain.

Kapan Perlu Berlatih dengan Tutor?

Latihan mandiri memberi ruang untuk mencoba dan mengulang. Namun, kamu mungkin memerlukan pendampingan ketika sulit mengenali kesalahan, tidak punya partner yang konsisten, atau ingin berlatih untuk situasi tertentu.

Sebelum memilih kelas, tuliskan kebutuhan yang konkret. Contohnya: mampu memperkenalkan diri tanpa membaca, menjelaskan pendapat dalam diskusi, atau menanggapi pertanyaan sehari-hari dengan lebih nyaman.

Perhatikan apakah pembelajaran menyediakan kesempatan berbicara, pertanyaan lanjutan, dan koreksi yang dapat kamu praktikkan kembali. Kebutuhan tersebut bisa menjadi bahan diskusi saat menentukan kelas.

Lister menyediakan pembelajaran speaking dengan latihan percakapan serta feedback tutor untuk pronunciation, grammar, vocabulary, dan fluency. Materi dapat disesuaikan dengan level dan tujuan belajar sebagaimana dijelaskan pada halaman programnya.

Jika kamu ingin mendapat pendampingan untuk menggunakan bahasa Inggris secara lebih aktif, lihat kelas speaking dengan latihan dan feedback tutor di Lister. Sampaikan bagian yang paling membuatmu tersendat agar kebutuhan belajarmu dapat didiskusikan sejak awal.

FAQ

Kenapa saya paham bahasa Inggris tapi susah speaking?

Memahami ucapan dan menyusun respons adalah kegiatan yang berbeda. Kamu mungkin sudah sering membaca atau mendengarkan, tetapi belum banyak berlatih menjawab sendiri. Coba perhatikan apakah hambatanmu muncul saat memilih kata, menyusun kalimat, atau berbicara di depan orang lain.

Apakah harus menguasai semua grammar sebelum latihan speaking?

Kamu bisa mulai dengan pola kalimat sederhana yang sudah dipahami. Tetap pelajari grammar, lalu gunakan koreksi dari latihan untuk menentukan bagian yang perlu diulang. Misalnya, jika sering menceritakan kegiatan kemarin, berlatihlah menggunakan bentuk lampau dalam jawaban pendek.

Bagaimana latihan speaking kalau tidak punya partner?

Rekam jawaban atas pertanyaan sehari-hari, ceritakan kembali isi bacaan, atau jelaskan kegiatanmu tanpa naskah. Variasikan pertanyaannya supaya latihan tidak berhenti pada hafalan. Saat memungkinkan, tambahkan percakapan dengan orang lain untuk melatih respons terhadap pertanyaan yang tidak kamu tentukan sendiri.

Berapa lama sampai bisa berbicara dengan lancar?

Tidak ada durasi yang berlaku untuk semua orang. Kemampuan awal, kebutuhan komunikasi, kesempatan latihan, dan feedback yang diterima dapat berbeda. Tentukan target kecil yang bisa diamati, seperti mampu menjelaskan satu pengalaman dan menjawab pertanyaan lanjutan, lalu evaluasi secara berkala.

Share:

Picture of Sigit Arifianto
Sigit Arifianto

Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.
Next On

Related Posts