Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Mengenal Ibu Kota Prancis: Pesona Romantis City of Light

ibu kota prancis paris

Tertarik kuliah, bekerja, atau sekadar jalan-jalan di Prancis? Tidak ada salahnya mempelajari bahasanya. Kamu bisa mulai dari mengikuti Kursus Bahasa Prancis.

Ibu kota Prancis, Paris, terkenal dengan keromantisannya. Namun benarkah demikian?

Selain terkenal dengan sejumlah museum, Menara Eiffel, dan berbagai taman, ada fakta yang harus kamu ketahui terkait salah satu kota besar di Prancis ini.

Paris

Paris adalah ibu kota dan kota terpadat di Prancis. Diperkirakan lebih dari 2,1 juta penduduk tinggal di kota seluas 105 kilometer persegi tersebut per 2019.

Sejak abad ke-17, Paris menjadi salah satu pusat perekonomian, diplomasi, perdagangan, mode, kuliner, sains, dan seni di Eropa.

Paris adalah kota terdua termahal di dunia. Bahkan beberapa survei menyebutkan Paris lebih mahal daripada Singapura dan Hong Kong.

Sejarah Paris

Paris berdiri di tepi Sungai Seine. Kelompok suku yang disebut Parisii menemukan kota tersebut lebih dari 2.000 tahun lalu.

Bangsa Roma lalu menduduki kota Paris pada 52 SM. Kedudukan kota tersebut lalu menyebar sampai di tepi sungai.

Pada 987 M, Paris menjadi ibu kota Prancis. Perekonomian berkembang. Pada 1300-an, sebuah wabah menewaskan sebagian besar penduduknya.

Paris kembali bergeliat pada akhir 1500-an. Peristiwa Revolusi Prancis terjadi di kota tersebut pada akhir 1700-an.

Pada 1800-an, konstruksi dilakukan untuk membuat Paris menjadi lebih modern.

Pasukan Jerman sempat menduduki Paris pada 1940-an, yakni selama Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, kota tersebut berupaya bangkit.

Pada akhir 1900-an, pembangunan dan rekonstruksi dilakukan terhadap kota Paris menjadi seperti yang dikenal saat ini.

City of Light

Paris dikenal juga dengan nama City of Light (La Ville Lumière). Sebutan itu disematkan karena perannya dalam Masa Pencerahan pada abad ke-17 dan abad ke-18.

Alasan lainnya adalah Paris merupakan salah satu kota besar pertama di Eropa yang menggunakan penerangan jalan berbahan bakar gas. Lampu-lampu jalan dipasang di berbagai jalan raya dan monumen.

Terutama di Place du Carrousel, Rue de Rivoli, dan Place Vendome. Pada 1860-an, Paris diterangi 56.000 lampu gas, yang membuatnya mendapat julukan City of Light.

ibu kota prancis paris
Les Invalides dari Jembatan Alexandre III, Paris

Daya Tarik Paris

Paris dikenal atas sejumlah bangunan bersejarah, museum, dan taman yang menjadi daya tarik utama pengunjung dari berbagai belahan dunia.

Menara Eiffel

Menara Eiffel dibangun untuk Exposition Universelle pada 1889. Bangunan ini menjadi simbol utama Paris dan merupakan salah satu destinasi wajib bagi turis.

Musée du Louvre

Museum Louvre dibuka pada akhir abad ke-18. Louvre adalah salah satu museum paling banyak dikunjungi di seluruh dunia.

Louvre menyimpan banyak koleksi penting yang bersejarah, termasuk Mona Lisa (Leonardo da Vinci), Liberty Leading the People (Eugène Delacroix), The Wedding at Cana (Paolo Veronese), dan patung Yunani kuno Venus de Milo.

Katedral Notre-Dame

Katedral Notre-Dame adalah salah satu katedral gotik tertua di dunia. Notre-Dame menjadi saksi sejumlah peristiwa bersejarah, termasuk pemahkotaan Napoleón Bonaparte, beatifikasi Joan of Arc, dan pemahkotaan Henry VI.

Sayangnya kebakaran hebat melanda Notre-Dame pada 2019. Kejadian tersebut menyebabkan Notre-Dame harus menjalani restorasi sekali lagi di bagian atap dan menara utamanya.

Arc de Triomphe

Arc de Triomphe adalah simbol Paris. Monumen tersebut juga melambangkan kemenangan tentara Prancis di bawah kepemimpinan Napoleón.

Arc de Triomphe menjadi pusat 12 jalan raya, termasuk Champs-Élysées.

Quartier Latin

Quartier Latin terletak di selatan Île de la Cité. Kawasan tersebut adalah salah satu yang tersibuk di seluruh Paris.

Quartier Latin menjadi pusat pergerakan pelajar di Paris selama abad ke-19 dan abad ke-20.

Panthéon

Panthéon adalah monumen penting pertama di Paris yang dibangun sebelum Arc de Triomphe dan Menara Eiffel. Panthéon terletak di Quartier Latin, dekat dengan Jardin du Luxembourg.

Sejumlah tokoh Prancis terkenal dimakamkan di sini. Termasuk Voltaire, Rousseau, Victor Hugo, Marie Curie, Louis Braille, Jean Monnet, dan Alejandro Dumas.

Montmartre

Montmartre adalah bukit setinggi 130 meter. Distrik kecil ini menjadi rumah bagi sejumlah seniman terkenal pada masa Belle Époque. Mereka menjadikan Montmartre unik seperti yang dikenal saat ini.

Jalanan di Montmartre dipenuhi kabaret, restoran, dan pelukis yang menjual hasil karya mereka di trotoar.

Hôtel national des Invalides

Hôtel national des Invalides adalah bangunan penting dalam sejarah Prancis. Bangunan ini dibangun pada abad ke-17 sebagai tempat tinggal dan rumah sakit untuk pensiunan tentara Prancis.

Napoléon Bonaparte dimakamkan di sini.

Champs-Élysées

Champs-Élysées adalah jalan raya sepanjang 1,9 kilometer yang menghubungkan Arc de Triomphe dengan Place de la Concorde.

Sepanjang Champs-Élysées dapat ditemui pertokoan, kafe, kantor, bioskop, dan restoran. Champs-Élysées juga menjadi lokasi Tour de France yang diselenggarakan setiap tahun.

Château de Versailles

Istana Versailles adalah salah satu situs warisan dunia yang ditetapkan oleh UNESCO. Keunikan istana ini terdapat pada taman seluas 1.974 hektar. Sejak didesain pada 1661, taman ini baru selesai dibangun 40 tahun kemudian.

Keunikan lainnya adalah Aula Cermin (Galeries des Glaces), yakni galeri sepanjang 73 meter dengan 375 cermin.