Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

5 Akulturasi Budaya China di Indonesia dan Asal-usulnya

akulturasi budaya china

Mengupas kebudayaan yang ada di suatu negara memang suatu hal yang sangat seru dan menarik untuk dibahas. Termasuk adanya kebudayaan yang ada di Indonesia saat ini. Adanya suku bangsa dan kebudayaan yang beraneka ragam di Indonesia adalah salah satu hal yang patut dibanggakan.

Masyarakat majemuk adalah warisan sejarah yang telah ada sebelum masa kemerdekaan. Dengan kata lain, Indonesia memiliki ragam sejarah yang menandakan bahwa kebudayaan-kebudayaan bisa berintegrasi dalam suatu wilayah.

Salah satu daerah yang memiliki keragaman etnik dan tumbuh dalam suasana saling mengakomodasi kebudayaan lain adalah Lasem, khususnya di Desa Karangturi. Desa Karangturi, Lasem adalah contoh refleksi akulturasi budaya China di Indonesia yang selaras.

Lantas, bagaimana dengan akulturasi budaya China dengan Indonesia lainnya?

Revolusi Budaya China

Pada tahun 1966 sampai 1976 ada sebuah gerakan sosiopolitik yang dikuasai oleh Mao Zedong di Tiongkok, China. Gerakan tersebut bertujuan menyajikan ideologi komunis dengan menghilangkan sisa unsur kapitalis dan tradisional dari masyarakat Tiongkok. Lalu, membangun kembali ideologi Maois sebagai ideologi dominan di partai tersebut. Mao secara resmi mendeklarasikan Revolusi Kebudayaan berakhir pada 1969.

Namun, pada akhirnya China mengakui adanya kesalahan revolusi budaya yang dicetuskan oleh Mao Zedong. Saat itu, China selama 10 tahun mengalami kekacauan, pertumpahan darah, dan kehancuran ekonomi. Pemerintah Beijing menghindari pembicaraan soal peristiwa itu. Sejarah resmi yang diajarkan di sekolah awalnya tidak menyinggung kekerasan yang meliputi Revolusi Budaya.

China menegaskan akan belajar dari pengalaman saat revolusi budaya sehingga peristiwa seperti itu tidak terjadi lagi.

Akulturasi Budaya China di Indonesia

Budaya China-Indonesia merujuk kepada jenis kebudayaan peranakan Tionghoa yang berakulturasi dan/atau berasimilasi dengan kebudayaan Indonesia, serta budaya Tionghoa yang berkembang di Indonesia. Berikut contoh akulturasi budaya yang terjadi.

Bahasa dan Sastra

Dalam bidang bahasa dan sastra ada banyak akulturasi kata serapan. Bahkan sudah ada sampel sastra dengan koleksi enam volume yang berjudul “Kesastraan Melayu Tionghoa dan Kebangsaan Indonesia” (Sastra Melayu Tionghoa dan Bangsa Indonesia).

Arsitektur dan Bangunan

Contoh akulturasi dalam hal bangunan dan arsitektur adalah seperti yang ditemui di Lasem. Pecinan dengan segala atributnya (arsitektur tempat tinggal, kelenteng) mewarnai wajah Desa Karangturi, Kecamatan Lasem. Banyaknya arsitektur dan tradisi China yang tampak di Lasem mendapat julukan “Tiongkok Kecil”.

Lasem memiliki banyak bangunan peribadatan berupa kelenteng, masjid, dan vihara.

Seni Pertunjukan

Pernah menyaksikan wayang Potehi? Wayang Potehi adalah contoh akulturasi budaya Tionghoa Selatan menjadi salah satu kesenian tradisional di Indonesia. Wayang Potehi berasal dari kata ‘pou’ 布 (kain), ‘te’ 袋 (kantong), dan ‘hi’ 戯 (wayang). Wayang Potehi adalah wayang boneka yang terbuat dari kain. Sang dalang akan memasukkan tangannya ke dalam kain tersebut dan memainkannya layaknya wayang jenis lain.

Busana

Contoh akulturasi dalam bidang busana adalah batik yang mengalami proses akulturasi dengan budaya lain. Salah satunya adalah budaya bangsa Tiongkok. Batik Lasem-China menjadi bukti nyata pembauran budaya Jawa dan Tionghoa di Rembang, khususnya Lasem, Jawa Tengah. Selain itu, baju koko juga termasuk bentuk akulturasi budaya China di Indoensia. Pasalnya baju koko merupakan baju model China yang kerahnya bulat tertutup dan bermodel seperti piyama, biasanya digunakan oleh Muslim Tionghoa.

Kuliner

Salah satu hidangan paling terkenal di Indonesia yang dipengaruhi Tiongkok adalah soto dan bakso. Bahkan nama bakso berasal dari kata bak-so (酥, pe̍h-ōe-jī: bah-so.)

Belajar Bahasa Mandarin: Bekal Penting di Masa Depan

Demikian pembahasan tentang budaya China di Indoensia yang perlu kamu tahu. Belajar budaya China memang menyenangkan, bukan? Selain menambah wawasan budaya juga menambah semangat untuk belajar bahasanya! Kamu dapat mengikuti Kursus Bahasa Mandarin di Lister.

Di sini kamu akan belajar bersama tutor-tutor ahli dan bersertifikat. Kamu akan mendapatkan modul yang akan membantu proses belajar. Selain itu, kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri. Daftar sekarang!