Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Mau Jadi Mahasiswa Asing di Jepang? Baca dulu Ulasannya di sini

Kuliah di jepang

Setiap negera selalu memiliki keunikan budayanya tersendiri, termasuk Jepang. Sebagai negara asia yang terkenal menjunjung tinggi sikap disiplin, penasaran mahasiswa Indonesia menghabiskan waktu tinggal di sana?

Bagaimana kehidupan mahasiswa internasional di Jepang?

diverse education shoot 53876 16110

Secara umum, kehidupan dan kebiasaan mahasiswa Jepang di dunia perkuliahan memiliki kemiripan dengan Indonesia. Aa tiga metode perkuliahan di Jepang yaitu melalui komunikasi, observasi dan literasi. Komunikasi dilakukan dengan dosen atau sensei di perkuliahan atau bahkan dalam seminar. Di Jepang, berdiskusi dan melakukan presentasi adalah makanan sehari-hari bagi mahasiswa.

Jadi, kalau kamu saat ini sudah mempunyai background kemampuan public speaking yang baik, itu bekal yang baik!

Metode observasi juga dilakukan oleh mahasiswa dengan melakukan penelitian pada lingkungan. Dalam hal ini, baik lingkungan alam maupun lingkungan budaya dan manusia sesuai dengan bidangnya masing-masing. Salah satu kebiasaan baik dari mahasiswa Jepang adalah jiwa sosial yang terus terasah dengan menjadi sukarelawan. Mahasiswa-mahasiswa di Jepang yang ikut aktif dalam lembaga-lembaga sosial. Mereka tanpa ragu mengajukan diri.

Metode literasi yang berlaku di Jepang artinya pembelajaran dilakukan menggunakan buku-buku literatur yang disediakan oleh perpustakaan kampus, perpustakaan kota dan pemerintah, maupun sumber literasi lainnya sebagai pendukung sistem pembelajaran di kampus. Masyarakat Jepang selalu menekankan budaya membaca sehingga tidak heran mahasiswa di sana sangat gemar membaca.

Untuk kamu yang sudah memiliki kebiasaan atau hobi membaca, selamat!

Hal yang menjadikan pendidikan kuliah di Jepang menarik adalah universitas adalah sumber riset dan pengetahuan yang mumpuni bagi pelajar di dalamnya. Tak hanya kampus sebagai lembaga pendidikan yang memadai, namun kebiasaan mahasiswa dan dosen di Jepang yang sangat komunikatif satu dengan yang lainnya.

Sistem kuliah di Jepang sangat mendukung interaksi dua arah antara dosen dan mahasiswa. Setelah dosen selesai menjelaskan materi, mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk memberikan opini, saran ataupun pendapat. Apabila mahasiswa masih kurang puas dengan penjelasan materi di kelas, maka mereka dapat mengirimkan email kepada dosen tersebut untuk bertanya.

Selain itu, mahasiswa pun dapat berdiskusi secara personal dan mengatur jadwal untuk bertemu secara langsung dan membahas materi yang masih kurang dipahami. Di Jepang, tersedia banyak sekali waktu dan kesempatan untuk berdiskusi dengan dosen. Para pengajar pun dengan mudah dapat meluangkan waktunya untuk memberikan arahan ataupun penjelasan tambahan kepada mahasiswanya. Hal ini sedikit berbeda dengan Indonesia yang kadang beberapa pengajar sangat sulit untuk ditemui.

Itulah ulasan tentang sistem perkuliahan di Jepang, selanjutnya bagaimana dengan kebiasaan mahasiswa Jepang dalam menghabiskan hari libur mereka? Berbagai kegiatan dan aktivitas banyak dilakukan mahasiswa Jepang dalam menghabiskan hari libur mereka. Salah satunya adalah menghabiskan waktu dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler kampus, berbelanja di pusat perbelanjaan, bercengkrama dengan teman sekampus di kafe atau restaurant, melakukan hobi bersama, bahkan bekerja paruh waktu. Masyarakat Jepang memang terkenal sebagai pekerja keras bukan?

Kamu berencana melanjutkan studi ke Jepang dalam waktu dekat? Segera persiapkan diri menguasai bahasa Jepang secara cepat dan efektif di Lister!