Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Jim Morrison: Cerita di Balik Bintang Rock ‘n Roll Dunia

Program Lister – Apakah kamu penggemar musik Rock and Roll? Kamu pasti tidak asing dengan grup musik The Doors dengan Jim Morrison sebagai vokalisnya. Keunikan musik The Doors menjadikannya band terbesar dalam industri musik rock and roll, lho. 

Siapakah Jim Morrison? 

Jim Morrison adalah seorang penyanyi dan penulis lagu rock Amerika. Dia mempelajari film saat kuliah di UCLA, di mana dia bertemu dengan sesama pemain musik yang nantinya akan menjadi anggota The Doors.

Band tersebut sangat ikonik dengan sejumlah lagu hits seperti Light My Fire, Hello, I Love You, Touch Me, dan Riders on the Storm

Pada 1971, Morrison dikenal sebagai peminum, penyalah guna narkoba, dan memiliki perilaku panggung yang dianggap keterlaluan. Ia lalu meninggalkan The Doors dan pindah ke Paris. Di sana ia meninggal dunia, diduga karena gagal jantung, pada usia 27 tahun.

Seperti apa kisahnya? Simak selengkapnya di artikel ini. 

Biografi Jim Morrison

Penyanyi dan penulis lagu Jim Morrison lahir dengan nama James Douglas Morrison pada 8 Desember 1943, di Melbourne, Florida. Ibunya bernama Clara Clarke Morrison, seorang ibu rumah tangga, dan ayahnya, George Stephen Morrison, seorang penerbang angkatan laut berpangkat Laksamana Muda.

George adalah komandan pasukan angkatan laut AS di kapal andalan USS Bon Homme Richard selama Insiden Teluk Tonkin 1964 yang memicu Perang Vietnam. Laksamana George Morrison juga terkenal sebagai pianis terampil yang senang tampil di pesta. 

Selama masa kanak-kanak dan remaja, Morrison adalah anak yang patuh dan sangat cerdas, unggul di sekolah, dan memiliki minat khusus dalam membaca, menulis, dan menggambar. Dia mengalami pengalaman traumatis saat berusia sekitar usia lima tahun, ketika bersama dengan keluarganya melintasi gurun New Mexico. Sebuah truk yang penuh dengan pekerja India jatuh, membuat mayat para korban berserakan di jalan raya.

Baca juga: Rowan Atkinson Atau Mr. Bean: Banyak Pelajaran dari Sosok Komedian

Masa Muda Jim Morrison

Morrison sering berpindah tempat tinggal karena dinas angkatan laut ayahnya. Mulai dari Florida ke California, kemudian ke Alexandria, Virginia, di mana ia bersekolah di George Washington High School.

Sebagai seorang remaja, Morrison mulai memberontak terhadap disiplin ketat ayahnya. Ia mulai mengonsumsi alkohol dan bergaul dengan banyak wanita.

Meskipun demikian, Morrison tetap menjadi kutu buku yang rajin menulis buku harian dan siswa yang baik. Ketika lulus dari sekolah menengah pada 1961, dia meminta orang tuanya untuk memberikan karya Nietzsche yang lengkap sebagai hadiah kelulusan. Hal ini menjadi tanda sikap pemberontakan, sekaligus semakin menegaskan sifat kutu bukunya.

Setelah lulus dari sekolah menengah, Morrison kembali ke negara bagian kelahirannya untuk kuliah di Universitas Negeri Florida di Tallahassee. Namun, Morrison memutuskan untuk pindah ke Universitas California di Los Angeles untuk belajar film.

Film adalah disiplin akademis yang relatif baru, sehingga menarik bagi Morrison yang menyukai kebebasan.

Dia juga mulai menaruh minat terhadap puisi semasa kuliah di UCLA. Ia “melahap” karya-karya romantis William Blake, syair kontemporer Allen Ginsberg, dan Jack Kerouac sambil menulis karyanya sendiri.

Morrison mulai kehilangan minat terhadap studi filmnya. Ia sempat ingin putus sekolah, tetapi bertahan karena ketakutannya direkrut menjadi tentara di Perang Vietnam.  Dia pun berhasil lulus dari UCLA pada 1965.

Hal ini sesuai dengan kata-katanya sendiri, “I didn’t want to go into the army, and I didn’t want to work.”

Kehidupan Pribadi Jim Morrison

Selama bertahun-tahun, Morrison menjalin hubungan dengan Pamela Courson. Ia sempat menikah dengan seorang jurnalis musik bernama Patricia Kennealy, meskipun tidak lama.

Walaupun begitu, ia mewariskan segala peninggalan kepada Courson dalam surat wasiatnya. 

Baca juga: Sir Arthur Conan Doyle: Biografi, Karya, dan Quotes

Kontroversi Jim Morrison

Penyalahgunaan narkoba, temperamen yang kasar, dan perselingkuhan dalam hidup Morrison memuncak saat tragedi di New Haven, Connecticut, pada 9 Desember 1967. Morrison mabuk dan membawa seorang wanita muda ke belakang panggung sebelum pertunjukan.

Dia dihadang oleh polisi. Morrison kemudian menyerbu ke atas panggung dan bersumpah-serapah dengan kata-kata kotor. Hal ini membuat Morrison ditangkap di atas panggung dan memicu kerusuhan.

Ia ditangkap kembali pada 1970 karena diduga mengekspos diri sendiri di sebuah konser di Florida, meskipun tuduhan itu dibatalkan secara anumerta beberapa dekade kemudian.

Dalam upaya memulihkan diri, Morrison mengambil cuti dari The Doors pada musim semi 1971 dan pindah ke Paris bersama Courson. Namun, ia terus mengonsumsi obat-obatan dan mengalami depresi.

Pada 3 Juli 1971, Courson menemukan Morrison tewas di bak mandi apartemen mereka, diduga karena gagal jantung. Otoritas Prancis tidak menemukan kejanggalan, sehingga otopsi tidak dilakukan. Di kemudian hari, penyebab kematian Morrison menimbulkan spekulasi dan teori konspirasi.

Pada 2007, seorang pemilik klub Paris bernama Sam Bernett menerbitkan sebuah buku yang menyebutkan Morrison meninggal karena overdosis heroin di klub malam. Morrison dibawa kembali ke apartemennya dan ditempatkan di bak mandi untuk menutupi alasan sebenarnya kematiannya.

Jim Morrison dimakamkan di Pemakaman Pere Lachaise di Paris. Makamnya menjadi salah satu tujuan wisata utama Paris. Ia baru berusia 27 tahun pada saat kematiannya.

Pelajari Musik dari Seluruh Dunia Tanpa Terkendala Bahasa 

Sudah tahu bahasa apa yang ingin kamu pelajari? Kamu akan menemukan kelas yang tepat sesuai kebutuhanmu di Program Lister.

Cari tahu pengalaman seru sesama student di Lister Group Community di sini.

Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang!