Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

How to Revise: 6 Tips Terbaik Memperbaiki Tulisan

revise

Membuat tulisan akademis bisa jadi menyulitkan jika tidak terbiasa. Agar kamu semakin mahir, ikutilah Kursus Academic Writing untuk mendapatkan bimbingan terbaik.

Saat membuat tulisan akademis, kita harus memastikan penyampaiannya sudah baik. Untuk itu, kita melakukan revisi atau dalam bahasa Inggris disebut dengan revise.

Apa itu revise?

Revise berarti memeriksa kembali dan membuat perubahan. Dalam hal ini, revise dilakukan pada artikel atau tulisan.

Revisi adalah tahap akhir penulisan sebelum publikasi. Setiap penulis membutuhkan revisi. Bahkan para penulis terhebat melakukan beberapa kali revisi sebelum menyatakan tulisannya selesai.

Tujuan melakukan revisi yaitu membuat tulisan menjadi lebih baik. Kamu dapat menghilangkan atau menambahkan poin-poin yang dirasa perlu. Dengan demikian tulisan menjadi efektif, lengkap, dan enak dibaca.

Apa saja yang perlu direvisi?

Apakah kamu masih bingung saat melakukan revisi terhadap tulisan sendiri? Jika ya, kamu dapat menggunakan poin-poin berikut sebagai acuan.

  • Tidak perlu menyertakan terlalu banyak detail.
  • Pastikan tulisanmu mengandung thesis statement yang terdiri dari topic, claim, dan reason.
  • Sertakan sumber kutipan.
  • Tegaskan bukti-bukti yang dapat mendukung pernyataan. Jika ada bukti yang berlawanan dengan pernyataan, jelaskan mengapa hal tersebut bersifat kontradiktif.
  • Pastikan kamu sudah menjawab pertanyaan 5W + 1H.

Tips melakukan revisi

Ikuti tips berikut untuk membuat proses revisi lebih mudah.

Ambil jeda

Tips yang pertama ini bisa jadi membingungkan, tetapi sebenarnya sangat ampuh. Setelah berhari-hari menulis dan membaca hasil tulisanmu sendiri, bisa jadi kamu akan jenuh. Kamu jadi terlewat detail penting yang seharusnya direvisi.

Ambil jeda beberapa hari hingga satu minggu. Kamu akan melihat hasil tulisanmu dari sudut pandang baru. Kamu akan menemukan hal-hal yang terlewatkan sebelumnya, bahkan mendapatkan gagasan baru.

Minta pendapat

Mintalah pendapat dari orang lain. Misalnya guru, pembimbing, dosen, rekan kerja, dan lain-lain.

Sebagai penulis, kamu memahami apa yang hendak kamu sampaikan. Namun orang lain sebagai pembaca belum tentu paham. Maka dari itu, penting untuk meminta pendapat dari orang lain.

Buatlah kerangka tulisan terbalik

Cobalah susun poin-poin yang mendukung gagasan utama dalam tulisanmu. Apakah penjelasan, bukti, dan contoh sudah relevan dan mendukung gagasan utama?

Kembali ke thesis statement

Susun ulang argumen yang mendukung thesis statement. Kamu dapat menyusun ulang poin-poin pembahasan, menghilangkan fakta yang tidak relevan, menambahkan penjelasan, dan lain-lain.

Revisi kalimat pembuka dan kesimpulan

Pastikan kamu sudah menyampaikan topik dan kesimpulan dengan tepat.

Proofread

Kamu dapat membaca hasil tulisanmu secara lantang. Dengan cara ini, kamu dapat menemukan di mana tulisanmu terasa kurang pas.