Cerita Bawang Merah Bawang Putih dan Hikmah di Dalamnya

cerita bawang merah bawang putih

Kursus Business English –  Apakah kamu sudah pernah membaca atau mendengar cerita bawang merah bawang putih? Sebuah dongeng atau cerita rakyat yang hingga sekarang masih populer. Banyak orang atau kalangan menceritakannya terutama untuk anak-anak mereka yang masih kecil.

Bahkan, ceritanya juga dikutip di berbagai buku pelajaran sekolah karena masih ada kaitannya dengan materi Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.

Dengan begitu, anak sekolah mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) masih mengenal ceritanya.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan cerita bawang merah bawang putih juga masih dimasukkan ke dalam kurikulum di perguruan tinggi. 

Terutama di jurusan Bahasa Indonesia sebagai salah satu kekayaan linguistik Nusantara. Jadi, kamu sekalian seharusnya bangga dengan cerita tersebut.

Bagaimana Isi Cerita Bawang Merah Bawang Putih?

Kamu yang sudah pernah membaca atau mendengar cerita bawang merah bawang putih tentu bisa menceritakannya kembali. 

Namun jika sudah lupa, tidak ada salahnya membaca uraian berikut yang akan sedikit mengulas cerita bawang merah bawang putih. Semoga saja bermanfaat dan dapat mengambil hikmah di balik ceritanya.

Cerita bawang merah bawang putih berlatar belakang kehidupan di kampung. Dimana salah satu keluarga terdiri atas ibu dan dua anak gadis yang cantik. Dua anak tersebut bernama bawang merah dan bawang putih.

Bawang merah merupakan putri dari wanita sekaligus ibu yang ada di rumah tersebut. Sementara itu, bawang putih merupakan anak tiri dari sang ibu.

Ayah bawang putih sudah meninggal dunia, sehingga dia tinggal bersama ibu dan saudara tirinya tersebut. 

Bawang merah dan bawang putih memang keduanya cantik, tetapi mempunyai watak dan perilaku berbeda. Bawang merah bersifat sombong angkuh, malas, dan suka bermegah-megahan dalam hidupnya.

Berbeda dengan bawang putih yang rendah hati, lembut, rajin, dan jujur. Dengan sifatnya tersebut, bawang putih dimanfaatkan oleh ibu dan saudara tirinya untuk membersihkan seluruh rumah setiap hari. Bawang putih mau tidak mau menuruti perintah ibu tirinya karena jika tidak, dia bisa diusir dari rumah.

Mulai dari memasak, mencuci pakaian, menyapu, dan lain sebagainya. Bawang putih tidak pernah mengeluh dan langsung mengerjakan semua pekerjaan rumah tersebut. 

Sementara itu, bawang merah tidak melakukan pekerjaan rumah dan hanya bermalas-malasan sambil berdandan untuk mempercantik tubuhnya.

Suatu hari bawang putih seperti biasanya mencuci pakaian di sungai. Selain pakaiannya sendiri, juga baju ibu tirinya dan bawang merah. 

Tanpa sepengetahuannya, sebuah selendang milik ibu tirinya hanyut terbawa aliran sungai. Bawang putih sangat terkejut dan takut karena jika ibu tirinya tahu pasti akan memarahinya habis-habisan.

Oleh karenanya, dia terus mencari dengan mengikuti aliran sungai berharap menemukan selendang yang hanyut. Dalam perjalanan pencariannya, bawang putih bertemu dengan seorang nenek. 

Cerita bawang merah bawang putih berlanjut. Nenek tersebut mengatakan mengetahui keberadaan selendang yang hanyut di sungai, bahkan dia akan memberikannya kepada bawang putih. Namun syaratnya, bawang putih harus mau membersihkan rumahnya. 

Akhirnya, bawang putih menyanggupinya dan membersihkan tempat tinggal sang nenek dengan hasil memuaskan.

Nenek itu merasa senang dan memberikan selendang yang hanyut beserta dua buah labu sebagai hadiah untuk bawang putih. Sifatnya yang tidak tamak dan rakus, bawang putih tidak mengambil semua labu tersebut. Dia mengambil salah satunya saja yang ukurannya lebih kecil. Selanjutnya, dia balik ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, bawang putih menceritakan semua kejadian yang baru saja dialaminya kepada ibunya dan bawang merah. 

Tentu saja mereka berdua tidak mempercayainya dan malahan memarahi bawang putih. Bahkan, ibu tiri mengambil labu pemberian sang nenek dan membantingnya hingga hancur.

Namun keajaiban terjadi, di dalam labu kecil itu ternyata terdapat perhiasan beragam jenis dan bentuk yang sangat bagus. Ibu tiri dan bawang merah segera mengambilnya. 

Lalu, sang ibu berpikir labu kecil saja isinya perhiasan seperti itu, apalagi yang ukurannya lebih besar. Oleh karenanya, dia merencanakan menghanyutkan selendangnya lagi, tetapi pemerannya sekarang bawang merah.

Keesokan harinya, bawang merah yang gantian mencuci pakaian di sungai dan sengaja menghanyutkan selendang milik ibunya. Dia lalu mencarinya dengan menyusuri aliran sungai hingga bertemu dengan nenek, seperti yang diceritakan bawang putih.

Namun bedanya, bawang merah tidak mau membersihkan rumah sang nenek malahan dia membentak dan menyuruh nenek tersebut menyerahkan labu besar. Setelah mendapatkan labunya, bawang merah segera bergegas pulang untuk menemui ibunya. 

Sementara itu, sang ibu sudah tidak sabar membuka isi labu besar itu karena dia sangat meyakini isinya perhiasan semua.

Setelah dibuka, ternyata bukan perhiasan isinya melainkan banyak ular berbisa yang menakutkan. Langsung bawang merah dan ibunya lari terbirit-birit meninggalkan rumahnya. 

Sementara itu, bawang putih yang di dalam rumah heran dengan kelakuan kedua orang tersebut dan memilih tidak mengikutinya.

Hikmah Dibalik Cerita Bawang Merah Bawang Putih

Beberapa hikmah bisa diambil dari cerita atau dongeng rakyat yang satu ini. Salah satunya yang penting, yaitu kebaikan pasti akan mengalahkan keburukan dengan berbagai cara. 

Bersabar saja dan berdoa untuk menanti hingga waktunya terjadi. Dimana kebaikan akan menang dan mengalahkan beragam bentuk sifat buruk. Oleh karenanya, kamu sekalian harus berusaha untuk berbuat baik kepada setiap makhluk hidup.

Bukan hanya sesama manusia saja, tetapi juga kepada hewan dan tumbuhan. Kebaikan yang kamu berikan pasti akan berbalas kebaikan juga suatu saat nanti. 

Kamu mungkin tidak merasakan atau menyadarinya, tetapi kebaikanmu sudah dicatat oleh malaikat. Seperti halnya cerita bawang merah bawang putih.

Salah satu cerita rakyat Indonesia yang terkenal yang satu ini memiliki banyak hikmat. Terutama pada bagaimana cara menghargai dan menjaga persaudaraan.

Cerita bawang merah bawang putih ini mengajarkan siapa saja untuk menjaga hubungan persaudaraan. Hilangkanlah rasa iri, dengki, dan ingin berbuat jahat kepada orang lain terutama saudara kita sendiri.

Berbaik hatilah dengan saudara dan munculkan sifat tolong menolong. Selain itu, ada pesan lain dari cerita bawang merah bawang putih seperti adanya rasa sabar dan baik hati selalu dalam hati.

Walau ada perilaku jahat dari saudara, ada baiknya untuk bersabar dan tidak berfikit untuk meluapkan emosi tak masuk akal kepada orang lain.

Diskon dan Cicilan di Lister 

  • Promo Group Class 50% OFF!
  • Program Cicilan untuk kamu yang mengambil Private Class (minimal 12 pertemuan). Namun cicilan harus dilunasi sebelum pertemuan ke-12, ya.

Kursus Bahasa Inggris dengan Potongan Harga

Kursus Business English di Lister memiliki harga tiap program mulai dari Rp 400 ribu. Kamu bisa pilih kelas yang diinginkan, seperti Private hingga Group dengan jumlah siswa mulai dari 1-20 orang. 

Pilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu. 

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Hubungi WhatsApp untuk pendaftaran sekarang!

Share:

Alma Erin Mentari
Alma Erin Mentari
Hobi mendalami imajinasi lewat tulisan. Hidup untuk bercerita dari hati melalui kata.

Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.
Next On

Related Posts