Beasiswa tanpa TOEFL di luar negeri sering jadi incaran pelajar yang ingin kuliah ke negara lain, tapi belum punya sertifikat bahasa Inggris resmi.
Kabar baiknya, beberapa program beasiswa memang tidak selalu mewajibkan TOEFL di tahap awal pendaftaran.
Namun, bukan berarti kemampuan bahasa tidak dibutuhkan sama sekali. Biasanya, pelamar tetap perlu memenuhi syarat bahasa melalui cara lain, seperti sertifikat bahasa selain TOEFL, atau mengikuti kursus bahasa setelah dinyatakan lolos.
Apa Maksudnya Beasiswa Tanpa TOEFL di Luar Negeri?
Istilah beasiswa tanpa TOEFL di luar negeri biasanya merujuk pada program beasiswa yang tidak menjadikan TOEFL sebagai satu-satunya syarat kemampuan bahasa.
Dalam beberapa kasus, sertifikat TOEFL bisa diganti dengan dokumen dari kampus asal, tes dari pihak beasiswa, atau syarat bahasa sesuai negara tujuan.
Karena itu, sebelum mendaftar, kamu tetap perlu membaca ketentuan resmi masing-masing beasiswa dan universitas. Setiap program bisa punya aturan yang berbeda, terutama terkait bahasa pengantar kuliah, jenjang studi, dan negara tujuan.

Daftar Beasiswa Tanpa TOEFL di Luar Negeri yang Bisa Kamu Pertimbangkan
Berikut beberapa pilihan beasiswa tanpa TOEFL di luar negeri yang bisa kamu cek lebih lanjut.
1. Turkiye Burslari Scholarship
Turkiye Burslari Scholarship adalah beasiswa penuh dari Pemerintah Turki untuk mahasiswa internasional. Program ini mencakup biaya kuliah, tunjangan hidup, tempat tinggal, tiket pesawat, asuransi kesehatan, hingga kegiatan sosial dan budaya.
Beasiswa ini relevan untuk kamu yang belum punya TOEFL karena pada tahap awal pendaftaran, sertifikat bahasa umumnya tidak selalu diwajibkan. Jika lolos, penerima beasiswa biasanya mengikuti kursus bahasa Turki selama satu tahun sebelum mulai kuliah.
2. Chinese Government Scholarship
Chinese Government Scholarship atau CSC ditujukan untuk jenjang S1, S2, dan S3 di berbagai universitas di Tiongkok. Benefitnya dapat mencakup biaya pendidikan, akomodasi, asuransi kesehatan, biaya buku, dan uang saku bulanan.
Beberapa universitas di China dapat menerima Letter of English Proficiency dari kampus asal sebagai pengganti sertifikat TOEFL. Jadi, program ini cocok untuk kamu yang ingin kuliah di China dan punya riwayat pendidikan dengan bahasa pengantar Inggris.
3. Russian Government Scholarship
Russian Government Scholarship memberikan kesempatan untuk kuliah di Rusia dengan biaya pendidikan yang ditanggung. Manfaatnya bisa berupa biaya kuliah gratis, tunjangan bulanan, dan akomodasi jika tersedia.
Program ini bisa dipertimbangkan karena beberapa universitas atau jurusan tidak selalu menjadikan TOEFL sebagai syarat utama. Namun, kamu tetap perlu mengecek bahasa pengantar program, karena beberapa jurusan bisa menggunakan bahasa Rusia.

4. MEXT Scholarship
MEXT Scholarship atau Monbukagakusho adalah beasiswa dari Pemerintah Jepang. Program ini dikenal karena menanggung biaya kuliah, tunjangan hidup, tiket pesawat pulang-pergi, dan biaya visa pelajar.
Untuk beberapa jalur, bukti kemampuan bahasa bisa diganti melalui tes internal atau wawancara dari pihak Kedutaan Besar Jepang. Jadi, MEXT bisa jadi opsi beasiswa tanpa TOEFL di luar negeri yang cukup menarik untuk pelajar Indonesia.
5. Eiffel Excellence Scholarship
Eiffel Excellence Scholarship adalah beasiswa dari Pemerintah Prancis untuk jenjang master dan doktoral. Program ini ditujukan untuk menarik mahasiswa internasional berprestasi ke universitas-universitas di Prancis.
Syarat bahasa pada beasiswa ini biasanya mengikuti program studi dan universitas tujuan. Beberapa program mungkin meminta kemampuan bahasa Inggris atau Prancis, tetapi tidak selalu TOEFL secara khusus.
6. DAAD Scholarship
DAAD Scholarship adalah beasiswa dari Jerman, terutama untuk jenjang pascasarjana. Cakupan bantuannya bisa meliputi biaya kuliah, tunjangan bulanan, asuransi, biaya riset, akomodasi, tiket pesawat, hingga kursus bahasa Jerman.
Untuk program tertentu, TOEFL tidak selalu menjadi syarat utama. Jika program menggunakan bahasa Jerman, pelamar biasanya perlu memenuhi syarat bahasa Jerman seperti TestDaF atau DSH.
Baca juga:
7. Global Korea Scholarship
Global Korea Scholarship atau GKS adalah beasiswa dari Pemerintah Korea Selatan. Program ini menawarkan tiket pesawat, tunjangan kedatangan, tunjangan pendidikan dan penelitian, biaya belajar bahasa Korea selama satu tahun, serta asuransi kesehatan.
Pada beberapa jalur pendaftaran, sertifikat bahasa Inggris tidak selalu diwajibkan di tahap awal. Selain itu, adanya program belajar bahasa Korea membuat GKS menarik untuk kamu yang ingin kuliah di Korea.
8. Brunei Darussalam Government Scholarship
Brunei Darussalam Government Scholarship atau BDGS adalah beasiswa untuk pelajar internasional. Benefitnya mencakup biaya pendaftaran, orientasi, tiket pesawat, tunjangan pribadi, biaya buku, uang makan, dan asuransi kesehatan.
Program ini sering dikaitkan dengan beasiswa tanpa TOEFL di luar negeri karena bisa memberikan kelonggaran untuk pelamar yang sebelumnya belajar dengan bahasa pengantar Inggris.
9. Hungarian Government Scholarship
Hungarian Government Scholarship mendukung mahasiswa internasional yang ingin kuliah di Hungaria. Beasiswa ini biasanya mencakup biaya kuliah, tunjangan hidup, akomodasi, asuransi kesehatan, dan biaya buku.
Syarat bahasa dapat berbeda tergantung kampus dan program studi. Beberapa program menggunakan bahasa Inggris atau Hungaria, sehingga kamu perlu mengikuti aturan bahasa dari universitas tujuan.
10. Beasiswa Chevening
Chevening adalah beasiswa dari Pemerintah Inggris untuk jenjang pascasarjana. Beasiswa ini mencakup biaya studi penuh, tunjangan hidup, tiket pesawat, biaya visa, dan dukungan untuk mengikuti kegiatan Chevening.
Untuk syarat bahasa, pelamar biasanya mengikuti kebijakan universitas tujuan. Artinya, TOEFL bukan satu-satunya bukti kemampuan bahasa Inggris yang mungkin diterima.
11. Swiss Government Excellence Scholarships
Swiss Government Excellence Scholarships ditujukan untuk mahasiswa internasional, terutama untuk program doktoral, postdoktoral, atau riset. Benefitnya meliputi biaya kuliah, tunjangan bulanan, biaya perjalanan, asuransi kesehatan, dan dukungan riset.
Persyaratan bahasa biasanya bergantung pada universitas, bidang studi, dan bahasa pengantar program. Jadi, kamu perlu menyesuaikan dokumen bahasa dengan ketentuan kampus atau profesor tujuan.
12. Malaysia International Scholarship
Malaysia International Scholarship atau MIS adalah beasiswa dari Pemerintah Malaysia untuk studi pascasarjana. Program ini dapat mencakup biaya kuliah penuh, tunjangan bulanan, dan biaya aplikasi visa.
Beasiswa ini bisa jadi pilihan untuk kamu yang ingin kuliah di Asia Tenggara. Beberapa universitas di Malaysia juga dapat memiliki kebijakan alternatif terkait bukti kemampuan bahasa Inggris.
Persiapkan Aplikasi Beasiswa dengan Lebih Terarah
Mencari beasiswa tanpa TOEFL di luar negeri memang bisa membuka peluang lebih luas, tapi persiapan tetap harus matang.
Kamu perlu memahami syarat tiap program, menyiapkan dokumen akademik, membuat motivation letter, dan melatih kemampuan wawancara agar aplikasi kamu lebih kuat.
Kalau kamu ingin persiapan yang lebih terarah, kamu bisa ikut Persiapan Beasiswa Luar Negeri di Lister. Program ini membantu kamu belajar bersama tutor terbaik, dengan kelas online fleksibel, serta pilihan kelas private atau group mulai dari 2–80 pertemuan.
Yuk, mulai siapkan aplikasi beasiswa tanpa TOEFL di luar negeri dari sekarang. Hubungi Lister via WhatsApp dan pilih kelas persiapan beasiswa yang paling sesuai dengan target studi kamu.



