Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Amerika, Australia, dan Inggris Punya Cara Unik Tradisi Rayakan Natal

Tradisi natal

Tiga negara barat seperti Amerika, Australia, dan Inggris memiliki cara tersendiri untuk merayakan Hari Raya Natal. Jika kamu suatu saat ingin tinggal di salah satu negara tersebut untuk melanjutkan studi atau bekerja. Informasi ini sangat penting kamu ketahui sebagai referensi!

Amerika, Australia, dan Inggris Punya Cara Unik Tradisi Rayakan Natal Lister

Tradisi Unik Natalan di Australia

Australia memiliki cara tersendiri untuk merayakan Hari Raya Natal. Berbeda dengan ‘White Christmas’, Natal di Australia justru jatuh di musim panas. Sehingga terkadang ditemukan Sinterklas yang berkumpul di luar ruang, seperti di kolam renang, kafe, hotel, pantai, bahkan pusat perbelanjaan.

Warga Australia dikenal sebagai pecinta olahraga. Oleh karena itu, di saat perayaan Natal, perlombaan kriket, surfing dan dayung perahu (lomba yatch dari Sydney ke Hobart) diadakan sepanjang menjelang Natal hingga tahun baru.

Di sekolahan, kampus, asrama dan perkantoran akan mengadakan acara “Secret Santa”, yaitu acara tukar kado. Penerima kado harus menebak siapa pemberi kado tersebut.

Hari Natal tentu tidak sah tanpa kumpul-kumpul dan makan-makan bersama keluarga. Biasanya warga setempat mengadakan barbekyu (BBQ) atau lebih dikenal dengan istilah ‘barbie’. Seafood adalah hidangan yang paling populer. Pasar seafood akan buka 36 jam menjelang Natal, dan akan dikerumuni oleh warga-warga yang rela mengantri berjam-jam untuk membeli udang.  

Tradisi Natalan di Amerika

Hari Jumat setelah ‘Thanksgiving’, atau dikenal dengan ‘Black Friday’ adalah permulaan dari shopping season untuk Natal. Berbagai toko retail dan pusat perbelanjaan akan mengadakan diskon besar-besaran. Kamu mungkin akan mendapatkan barang-barang incaranmu dengan harga yang pas di kocek.

Buat kamu yang tidak pulang ke Indonesia sewaktu liburan Natal, jangan melewatkan parade yang digelar secara besar-besaran. Parade menarik ini diramaikan oleh orang-orang dan kendaraan dengan kostum-kostum unik yang berjalan melintasi kota. Mereka juga mempertunjukkan atraksi yang menghibur dan menarik.

Setelah menikmati makan malam, acara kekeluargaan dilanjutkan dengan bertukar kado’, dan saling mengucapkan “Merry Christmas”. 

Masa Natal juga merupakan saat untuk berbagi perhatian dan kasih. Berbagai perusahaan, supermarket, restoran, dan toko-toko yang menyediakan tempat khusus untuk diisi sumbangan pakaian atau makanan. Biasanya berupa tong besar yang bertuliskan “isikan makanan atau pakaian untuk orang yang tidak mampu

Selain merupakan hari raya keagamaan, Hari Natal juga kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga dan teman dekat, sambil menikmati hidangan tradisional di atas meja makan. Menu khas untuk Christmas Dinner adalah daging angsa, kalkun panggang yang dilengkapi dengan beragam sayuran rebus dan salad.

Perayaan Natal di Inggris

Menjelang hari Natal di Inggris, di setiap mall akan ada sinterklas. Walau ini adalah tradisi setiap tahun, pengunjung tetap harus ngantri berjam-jam untuk dapat bersalaman dan foto dengan sinterklas, yang akan memberikan bingkisan untuk anak-anak.

Berbeda dengan Amerika, di Inggris, Natal tidak berakhir di tanggal 25. Keesokan harinya (tanggal 26 Desember), warga-warga Inggris akan berlomba-lomba ke mall, berburu barang-barang diskon. Hari ini dikenal sebagai ‘Boxing Day’ dan merupakan tanggal merah di Inggris. 

Setelah makan siang, warga-warga akan berkumpul di depan televisi dan menonton pidato Ratu, dan acara spesial Dr. Who.

Yang seru sewaktu acara makan-makan natal adalah Christmas crackers! Cristmas crackers ini akan ditarik secara bersamaan oleh dua orang hingga putus dan mengeluarkan suara ‘BANG!’. Yang mendapatkan paling banyak crackers akan menjadi pemenang. Apa isinya? Biasanya adalah mahkota kertas, mainan atau hadiah kecil, dan bisa juga lelucon (dan biasanya lelucon yang ‘agak berlebihan’).

Christmas pudding atau puding kismis adalah hidangan khas masa Natal. Biasanya anggota keluarga yang membuat pudding akan berdoa dan ‘make a wish’ sewaktu mengocok adonan kue. Terkadang mereka juga akan memasukkan koin ke dalam adonan dan yang menemukan koin pada saat Natal dianggap orang yang beruntung. Puding ini disajikan pada Hari Minggu terakhir sebelum masa Adven dimulai. Acara ini dikenal juga dengan sebutan Stir-up Sunday.