Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Alfons Berbagi Tips Belajar IELTS Untuk Karyawan Super Sibuk

Alfons berbagai tips belajar ielts

Berbicara mengenai tes IELTS memang tidak ada habisnya. Sebab, lolos IELTS dengan nilai maksimal seperti mengantongi tiket keliling dunia, dalam konteks belajar di luar negeri maupun mendaftar beasiswa.

Tak heran, ada banyak orang berbondong-bondong mempelajari jenis tes ini sebagai persyaratan awal untuk lolos di tahap selanjutnya. Seperti halnya yang terjadi pada salah satu alumni Lister bernama Alfons, seorang karyawan swasta yang berjuang menaklukkan pahitnya tes IELTS.

Bagaimana ceritanya?

Alfons Yoshio, pemuda asal Bekasi, Jawa Barat ini adalah seorang karyawan swasta di Jakarta. Ia saat ini sedang berusaha meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, tak hanya untuk membantu menyelesaikan pekerjaan, namun juga untuk membentuk pembiasaan penggunaan bahasa asing.

Alfons mengaku tertarik mencoba mendaftar beasiswa ke luar negeri yang biasanya membutuhkan sertifikat English Proficiency, sehingga kemampuan Berbahasa Inggris pun menjadi penting.

Bagaimana Alfons menyikapi hal ini?

Dirinya pun mendaftar sebuah program IELTS Simulation di Lister dengan empat materi utama yang disesuaikan dengan kebutuhan ujian tersebut.

Materinya terdiri dari materi listening, speaking, writing, dan reading. Keempatnya memiliki ragam tes pengujian masing-masing yang mesti dikerjakan dalam kurun sekitar empat jam dengan bimbingan tutor.

Bagaimana dengan gaya pengajaran tutor di kelas?

Tutor pembimbing Alfons di kelas bernama Alam, yang akrab dipanggil tutor Alam.

Tutor Alam mengajar dengan memanfaatkan platform online semaksimal mungkin. Artinya, dirinya cenderung memberi kebebasan dan fleksibilitas di kelas asalkan mampu menunjang belajar si peserta dirik. Hal yang paling penting adalah tetap memastikan kalau materi yang perlu dikerjakan dapat diselesaikan sesuai prosedur.

Apa yang membuat memilih Lister?

Harganya terjangkau, kelasnya flesksibel, dan sesuai dengan kebutuhan saat itu. Materi pembelajaran yang diberikan dapat diakses, meski kelas sudah selesai. Kelas yang sangat membantu untuk melatih kemampuan bahasa Inggris, terutama untuk persiapan tes IELTS, meski untuk kegiatan profesional belum banyak digunakan.

Menurut penuturannya, hal yang disyukuri di Lister adalah mendapatkan feedback atas tugas/pekerjaan, sehingga lebih mengetahui hal yang perlu dikembangkan. Alfons mengaku mendapat banyak masukan dan tahu bagian mana yang perlu diperbaiki dalam berbahasa Inggris.

Setelah mengikuti kelas Persiapan IELTS, Alfons semakin yakin bahwa belajar IELTS di sela-sela kesibukan sebagai pekerja full time tetap memungkinkan. Belajar IELTS secara otodidak, bisa? Tentu saja bisa. Kita memang bisa mempersiapkan diri untuk tes IELTS secara otodidak. Tetapi, hal tersebut bergantung pada kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki saat ini dan target skor tes yang ingin dicapai.

Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu memiliki cukup waktu untuk berlatih sendiri?

Adapun kelebihan dari mengikuti kelas persiapan adalah adanya guru/tutor yang menjelaskan bagian yang susah dimengerti dan kiat-kiat untuk belajar dan mengerjakan soal dengan efektif, termasuk memberi dan menjaga motivasi peserta didiknya.

Itulah cerita Alfons Yoshia yang sudah membuktikan sendiri bagaimana manfaat mengikuti kelas persiapan IELTS, kamu kapan? Yuk daftar program IELTS sekarang!