Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

AIDA: Jenis dan Contohnya yang Perlu Kamu Tahu!

AIDA

Kursus Business English – Ada sebuah strategi yang dilakukan pada saat menyusun sebuah copywriting alias kampanye pemasaran (digital marketing) sebuah brand untuk produk atau layanan tertentu. Salah satunya yaitu AIDA.

Apa itu AIDA? Simak pengertian, jenis, dan contohnya berikut ini. 

Apa itu AIDA?

Jika kamu bekerja di bawah departemen marketing atau seorang entrepreneur, pasti akan sering bertemu dengan strategi-strategi pemasaran yang mesti dipikirkan. Menjaring konsumen tentu bukan hal yang sederhana. Selain harus menawarkan produk yang berkualitas, sebagai marketer juga harus bisa melakukan pendekatan yang tepat agar calon konsumen tertarik untuk membeli. 

Ada salah satu cara ampuh yang bisa dicoba, yaitu menerapkan model AIDA.

Model ini bisa membantu memahami langkah-langkah untuk menarik perhatian calon konsumen.

AIDA adalah sebuah model yang menjelaskan empat fase yang dialami seorang konsumen sebelum melakukan pembelian. Keempat fase tersebut disingkat dengan A-I-D-A.

Jenis-Jenis AIDA

Konsep AIDA adalah singkatan dari empat kata, yaitu Attention, Interest, Desire, dan Action

  • Attention (Perhatian) – Untuk menarik perhatian calon konsumen.
  • Interest (Minat) – Jika calon konsumen mulai tertarik dengan bisnis atau produk yang ditawarkan.
  • Desire (Keinginan) – Jika calon konsumen benar-benar ingin membeli produk atau layanan yang ditawarkan oleh bisnis.
  • Action (Tindakan) – Jika calon konsumen sudah beralih menjadi konsumen. Karena mereka berhasil melakukan pembelian.

Sejarah mengenai AIDA pertama kali muncul sekitar tahun 1898 di Amerika Serikat, oleh seorang pakar periklanan bernama Elias St. Elmo Lewis. Lalu, menjadi berkembang seiring berkembangnya zaman hingga sekarang, formula ini pun banyak digunakan oleh pekerja-pekerja di bidang marketing maupun entrepreneur untuk memasarkan produk atau layanan, merancang proses periklanan, hingga penjualan. 

Contoh Penerapan AIDA

Lantas, bagaimana menerapkan konsep AIDA pada bisnis yang kamu tekuni?

Attention 

Attention adalah fase di mana kamu harus mencoba untuk menarik perhatian calon konsumen.

Contoh:

  • Membuat artikel blog.
  • Mengupload video di YouTube.
  • Membuat unggahan di media sosial.

Interest

Memahami nilai-nilai yang dianggap penting oleh calon konsumen terkait sebuah produk. Contoh:

  • Melakukan riset pelanggan.
  • Membuat konten yang isinya tentang list perbandingan harga produk atau alasan mengapa produk itu punya nilai value for money yang lebih baik dibanding kompetitor. 

Desire 

Tujuan desire untuk memastikan bahwa calon konsumen yang tertarik dengan produk kamu jadi ingin membeli produk kamu saat ini juga.

Contoh: 

  • Menawarkan promo terbatas seperti buy 1 get 1 atau kupon di event tertentu. 

Action 

Fungsi call-to-action (CTA) adalah mengajak calon konsumen untuk langsung melakukan pembelian. Contohnya, pasti kamu pernah melihat tombol CTA dengan tulisan-tulisan seperti ini:

  • Klik di sini untuk daftar sekarang juga!
  • Beli produk X – Diskon 25%!
  • Saya ingin berlangganan layanan X!

Kelebihan AIDA

Mengapa banyak strategi pemasaran dibuat berdasarkan konsep AIDA? Konsep ini terbukti banyak membantu pertumbuhan bisnis.

Membantu memahami customer journey

Seluruh fase di konsep AIDA menggambarkan fase yang dilewati oleh calon konsumen, sehingga kamu bisa menargetkan konsumen sesuai dengan fasenya.

Membuat kampanye pemasaran lebih terstruktur

Kamu tak perlu lagi khawatir salah dalam menjalankan strategi pemasaran, karena kamu bisa menyesuaikan strategi dengan masing-masing fasenya. 

Mencegah kerugian akibat pemasaran

Salah menentukan strategi pemasaran bisa membuat bisnismu jadi merugi. Itulah mengapa kamu harus mempromosikan produk sesuai dengan fase yang dilewati calon konsumen.

Kekurangan AIDA

Walaupun menawarkan banyak kelebihan, kamu tidak boleh mengabaikan ada beberapa aspek yang kurang dari AIDA.

Terlalu simpel

Di model ini, kita bisa mengetahui buying process, mulai dari tidak tahu brand, hingga melakukan pembelian.

Kurang fleksibel

Terkadang, fase yang dialami calon pembeli tidak terbatas pada AIDA. Misal, ada juga orang yang baru masuk ke fase attention tetapi langsung tertarik untuk membeli.

Penggunaannya terbatas

Model AIDA sangat ideal untuk untuk konsumen yang baru pertama kali membeli. Namun, model ini kurang mempertimbangkan konsumen yang membeli untuk kedua kali, ketiga kali, dan seterusnya.

Kursus Business English, Raih Karier Impian 

Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa internasional yang menjadi kebutuhan pokok di masa kini. Agar siap menghadapi persaingan global, ikuti Kursus Business English di Lister.

Di sini kamu akan belajar bersama tutor-tutor ahli dan berpengalaman. Cari tahu kisah dan pengalaman mereka di sini.

Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Hubungi WhatsApp untuk pendaftaran sekarang!