Cara Menulis Motivation Letter Tanpa Pengalaman Organisasi, Simak Tipsnya agar Tetap Menarik!

Seribu satu jalan menuju Roma. Inilah peribahasa yang tepat untuk kamu jika ingin mengetahui cara menulis motivation letter tanpa pengalaman organisasi. Salah satunya, dengan mencantumkan pengalaman kerja ataupun magang.

Sebagai salah satu syarat penting dalam melamar beasiswa, motivation letter berisikan alasan-alasan mendasar mengapa seseorang berkeinginan untuk mendapatkan beasiswa dan melanjutkan studi pada jurusan tertentu. Tidak hanya itu, motivation letter secara umum juga berisikan cerita seseorang mengenai kehidupannya, kemampuannya, termasuk pengalaman berorganisasi dan riwayat pendidikan.

Menurut Rohinun dalam kegiatan Workshop Penulisan Motivation Letter oleh FEB UGM, beliau mengatakan bahwa, “Motivation letter minimal harus menjawab tiga pertanyaan inti, seperti alasan memilih program/universitas/negara ini, hal yang membuat kalian berbeda dengan pelamar lainnya, dan rencana kontribusi di Indonesia selepas program selesai.”

Lalu, bagaimana cara menulis motivation letter tanpa pengalaman organisasi? Berikut artikel lengkapnya.

Cara Menulis Motivation Letter Tanpa Pengalaman Organisasi

Tidak pernah ikut organisasi bukan berarti kamu tidak bisa menulis motivation letter yang menarik. Ada banyak hal yang bisa kamu selipkan untuk mendukung profil diri serta kemampuanmu. Berikut beberapa cara menulis motivation letter tanpa pengalaman organisasi.

1. Mulai dengan Alasan Kuat

Pada bagian awal motivation letter, kamu bisa menulis alasan kuat dibalik keinginan kamu untuk mendaftar beasiswa atau program studi lanjut di universitas tertentu. Berikan jawaban dari pertanyaan, “Mengapa saya ikut program ini?”

Contoh jawaban yang bisa kamu tulis adalah narasi yang menyatakan bahwa kamu ingin memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekitar, misalnya ingin menjadi pengajar bagi anak-anak di desa mu yang tidak memiliki akses ke lembaga bimbingan belajar/les. Dengan alasan ini, kamu sudah cukup menjelaskan proyek utama yang nantinya akan kamu bangun pasca program beasiswa.

2. Gunakan Riwayat Pendidikan

Jika di sekolah atau universitas kamu tidak memiliki riwayat organisasi, kamu bisa jelaskan ketertarikanmu pada hal-hal positif lainnya, misalnya proyek penilitian, perlombaan, tugas akhir, presentasi, atau prestasi lain yang menurutmu paling menonjol. Jelaskan juga relevansi kegiatan tersebut dengan jurusan kuliah yang akan kamu ambil.

3. Tulis Pengalaman Kerja atau Magang

Sesaat setelah lulus SMA, kamu pasti memiliki kegiatan untuk mengisi waktu luang. Entah itu dengan bekerja, membantu orang tua, atau ikut program magang. Semua aktivitas produktifmu dapat ditulis dalam motivation letter. Apalagi, jika aktivitas tersebut berkaitan erat dengan jurusan kuliah yang akan kamu tempuh.

Misalnya saja, jika kamu bekerja membantu orang tua menjaga warung, kamu bisa kaitkan hal tersebut dengan kemampuan hitung cepat, ketelitian, mengorganisir barang, customer servis, marketing, dan masih banyak lagi.

4. Tulis Kegiatan Pengembangan Diri

JIka selama masa transisi kamu mengikuti beberapa pelatihan, rajin menulis, membuat konten, atau menekuni hobimu, kamu juga bisa menuliskannya dalam motivation letter. Tidak harus selalu berkaitan dengan jurusan kuliah, kegiatan pengembangan diri apapun bisa menyumbang poin plus dalam motivation letter. Ikut kegiatan positif artinya kamu sedang memberdayakan dirimu secara optimal.

5. Jelaskan Tantangan yang Pernah Dilalui

Dalam hidup, tentu kita sering menemui berbagai tantangan. Sikap kita dalam menghadapi tantangan inilah yang bisa menjadi nilai plus dalam sebuah motivation letter. Kamu bisa menuliskan tantangan apa yang saat itu kamu hadapi dan bagaimana caranya kamu bisa melewati tantangan tersebut. Dalam hal ini, keteguhan dan skill problem solving kamu akan terlihat. Skill seperti inilah yang dibutuhkan oleh para scholarship hunters agar dapat bertahan dan survive di tempat mereka yang baru.

Struktur Menulis Motivation Letter

Cara menulis motivation letter tanpa pengalaman organisasi juga bisa mengacu pada panduan berikut ini.

  • Paragraf 1 – Alasan dan Motivasi
  • Paragraf 2 – Pengalaman yang Relevan
  • Paragraf 3 – Backrgound Akademik dan Profesional
  • Paragraf 4 – Alasan Program, Jurusan, & Universitas
  • Paragraf 5 – Tujuan masa depan
  • Paragraf 6 – Penutup

Tentunya, kamu perlu mengembangkan setiap paragraf agar berisi kalimat-kalimat informatif dan inspiratif namun tidak bersifat bohong atau manipulatif. Biasanya, para asesor akan mengujikan dan menanyakan secara langsung mengenai apa yang tertulis di motivation letter dalam sesi interview. Jadi, usahakan untuk tetap bercerita apa adanya tanpa terlalu banyak dibuat-buat.

Satu hal yang jauh lebih penting dari sekedar prestasi diri adalah kontribusi. Jelaskan apa dampak yang akan dirasakan secara luas jika kamu berhasil mengikuti program ini.

Temukan Personal Reviewer dari Lister!

Jika saat ini kamu masih kesulitan untuk menulis motivation letter untuk melamar beasiswa atau masuk ke universitas tujuan, kamu bisa mengikuti Kursus Mentoring Beasiswa dari Lister! Tutor Lister akan membantu kamu dalam menyusun motivation letter serta melakukan review terhadap keseluruhan isi motivation letter. Tak hanya itu, program ini juga akan membantu kamu untuk mempersiapkan semua syarat beasiswa yang diperlukan agar seleksi mu berjalan dengan lancar.

Klik di sini untuk bertanya lebih lanjut mengenai program kursus Lister. Semoga sukses meraih beasiswa impianmu, ya Fellas!

Share:

Picture of Rias Ranimuna Sholehah
Rias Ranimuna Sholehah

Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.
Next On

Related Posts