Psikotes Kerja: Pengertian, Tujuan, Macam dan Durasinya

Pengertian Tujuan Macam dan Durasi Psikotes Kerja

Miliki pengetahuan lengkap tentang psikotes kerja, untuk apa psikotes kerja, berapa lama psikotes kerja berlangsung, serta pelajari cara mempersiapkan diri untuk psikotes kerja dalam artikel berikut ini.

Pengertian dan Tujuan Psikotes Kerja

Secara umum, psikotes kerja adalah serangkaian tes yang secara objektif digunakan untuk mengetahui kepribadian dan gambaran psikologis calon karyawan. Bagi sebuah perusahaan, psikotes kerja bertujuan untuk menyeleksi calon karyawan agar memiliki kualitas dan kriteria yang sesuai dengan posisi yang mereka lamar serta sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sedangkan bagi calon karyawan, psikotes kerja dapat melihat potensi diri sekaligus kekurangan untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi.

Macam-macam Psikotes Kerja

Terdapat beberapa jenis psikotes kerja yang biasa dipakai dalam dunia HR. Berikut penjelasannya.

1. Logika Aritmatika

Jenis psikotes yang paling sering digunakan adalah logika aritmatika. Sesuai namanya, tes ini berhubungan dengan kemampuan menghitung serta menuntut kecermatan dan ketelitian peserta. Biasanya, tes logika aritmatika berisikan soal deret, akar pangkat, pembagian dan perkalian, serta persamaan.

2. Logika Penalaran

Untuk jenis soal logika penalaran, peserta akan diminta untuk mengamati gambar lalu memilih lanjutan gambar yang sesuai dengan aturan tertentu. Seringkali, peserta akan mendapati soal yang membuat bingung dan menuntut ketelitian serta kehati-hatian. Jika menemukan soal semacam ini, pastikan tetap tenang dan tidak terburu-buru, ya!

3. Tes Wartegg

Pada tes Wartegg, peserta diminta melengkapi stimulus gambar sesuai instruksi penyelenggara. Hindari menganggap satu bentuk gambar sebagai tanda pasti kepribadian atau kelulusan. Penilaian perlu dilakukan oleh tenaga yang berwenang dengan mempertimbangkan instrumen dan konteks pemeriksaan.

4. Analog Verbal

Sesuai dengan namanya, jenis psikotes analog verbal menguji kemampuan kosakata peserta melalui soal sinonim dan antonim. Jika dilihat, tes analog verbal memang terasa lebih mudah jika dibandingkan dengan jenis psikotes kerja yang lain karena kosakata yang diujikan sudah sering kita dengar, bahkan sering keluar dalam soal ujian di tingkat sekolah.

5. Tes Menggambar Orang (Draw a Person/DAP)

Saat mengikuti tes menggambar orang, peserta akan diminta untuk menggambar seseorang. Setelah menggambar, peserta juga akan diminta untuk menjelaskan gambar tersebut dengan mengidentifikasi jenis kelamin, usia, hingga aktivitas orang tersebut. Jangan menyimpulkan kepercayaan diri atau tanggung jawab seseorang hanya dari satu ciri gambar. Ikuti instruksi; interpretasi hasil bukan tugas peserta atau panduan latihan daring.

6. Tes Pauli atau Tes Kraepelin

Pauli dan Kraepelin melibatkan tugas hitung sederhana yang dikerjakan berulang dengan batas waktu. Keduanya tidak sama dengan soal deret angka untuk mencari pola berikutnya. Format, arah pengerjaan, perpindahan baris atau kolom, serta waktunya mengikuti instruksi alat tes dan penyelenggara. Latih ketelitian berhitung dan kebiasaan mengikuti instruksi, bukan menghafal bocoran soal atau menebak skor penilaian.

7. Tes EPPS

Tes EPPS berisikan daftar pertanyaan dengan opsi jawaban A dan B. EPPS sendiri merupakan kependekan dari Edwards Personal Preference Schedule. Sesuai namanya, tes EPPS akan melihat kepribadian peserta berdasarkan preferensi jawaban yang dipilih.

Selain ke-tujuh jenis psikotes kerja di atas, tentunya masih banyak lagi macam-macam psikotes kerja seperti DISC, tes menggambar pohon, rumah, dan orang, hingga tes MBTI. Bahkan, HR di setiap perusahaan terkadang juga memiliki paket soal tersendiri untuk menguji kepribadian dan sifat calon karyawan mereka.

Durasi Psikotes Kerja

Mungkin banyak calon peserta seleksi yang bertanya-tanya, psikotes kerja itu berapa lama sih?

Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk seluruh psikotes kerja. Waktu bergantung pada instrumen, jumlah subtes, format daring atau luring, dan jeda yang ditentukan penyelenggara. Karena itu, jangan memakai angka durasi satu tes sebagai patokan seluruh seleksi. Periksa undangan, siapkan waktu sesuai jadwal, dan tanyakan kebutuhan perangkat atau dokumen sebelum tes.

Persiapan Psikotes Kerja yang Terarah

Mulai dari membaca pengumuman seleksi, memahami contoh instruksi, dan berlatih kemampuan dasar secara berwaktu. Untuk latihan mandiri, baca panduan matematika dasar psikotes. Jika membutuhkan pendampingan, lihat bimbingan psikotes kerja online Lister untuk simulasi dan pembahasan sesuai cakupan paket. Hasil rekrutmen ditentukan perusahaan; latihan tidak menjamin kelulusan.

Baca juga: Trik Bikin CV ATS Friendly Langsung Kebaca Sistem

Hubungi Admin kami melalui WhatsApp untuk konsultasi kebutuhan kursus kamu dan wujudkan karier impian dengan penuh kesiapan!

Pertanyaan Umum tentang Persiapan Psikotes

Apakah ada jawaban kepribadian yang pasti benar?

Jangan mencari pola jawaban untuk membentuk profil palsu. Jawab sesuai keadaan diri dan instruksi. Panduan ini bukan diagnosis, penilaian psikologis, atau bocoran instrumen seleksi.

Apakah semua tahap Rekrutmen Bersama BUMN merupakan psikotes?

Tidak. Rekrutmen dapat memiliki beberapa tahap dan ketentuannya dapat berubah. Gunakan pengumuman resmi FHCI BUMN untuk memastikan tes serta jadwal yang berlaku, bukan daftar jenis tes dari artikel umum.

Rujukan dan Penggunaan Panduan

Untuk prinsip mengikuti tes secara bertanggung jawab, lihat panduan peserta tes International Test Commission. Tentang perlindungan soal dan bahan tes, lihat penjelasan keamanan tes dari American Psychological Association. Informasi jenis tes di sini bersifat pengenalan; penyelenggara menentukan instruksi, instrumen, dan interpretasi hasil.

Share:

Picture of Rias Ranimuna Sholehah
Rias Ranimuna Sholehah

Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.
Next On

Related Posts