Tes masuk kuliah luar negeri bisa berbeda-beda tergantung negara, universitas, jenjang pendidikan, dan jurusan yang kamu pilih.
Ada kampus yang hanya meminta sertifikat bahasa Inggris, tapi ada juga yang mewajibkan tes akademik seperti SAT, GRE, GMAT, atau tes khusus bidang tertentu.
Karena itu, sebelum mulai daftar kampus atau beasiswa, penting banget untuk tahu tes mana yang benar-benar kamu butuhkan. Dengan begitu, kamu bisa mengatur waktu belajar, memilih jadwal tes, dan menyiapkan skor sesuai target kampus tujuan.
Tes Masuk Kuliah Luar Negeri yang Paling Umum Diminta
Secara umum, tes untuk kuliah di luar negeri bisa dibagi menjadi beberapa kategori. Ada tes bahasa, tes akademik untuk jenjang S1, tes untuk program pascasarjana, sampai tes khusus jurusan seperti bisnis atau kedokteran.
Beberapa tes yang paling sering muncul dalam proses pendaftaran antara lain:
- IELTS atau TOEFL untuk membuktikan kemampuan bahasa Inggris.
- SAT atau ACT untuk pendaftaran S1, terutama ke universitas di Amerika Serikat.
- GRE untuk beberapa program S2 atau pascasarjana.
- GMAT untuk program bisnis, manajemen, atau MBA.
- UCAT dan MCAT untuk bidang kedokteran.
- TestAS untuk studi S1 di Jerman.
- CSCA untuk beberapa pendaftaran S1 di universitas Tiongkok.
Namun, tidak semua kampus meminta semua tes tersebut. Jadi, langkah paling aman adalah mengecek admission requirements dari kampus dan jurusan tujuan sebelum mendaftar tes.

IELTS dan TOEFL untuk Syarat Bahasa Inggris
IELTS dan TOEFL termasuk tes yang paling sering dibutuhkan untuk kuliah di negara berbahasa Inggris seperti Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan beberapa negara lain yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
Kedua tes masuk kuliah luar negeri ini digunakan untuk menilai apakah kamu mampu mengikuti kelas, membaca materi akademik, menulis tugas, dan berkomunikasi di lingkungan kampus internasional.
Secara umum, kampus luar negeri biasanya meminta skor seperti:
- IELTS Academic sekitar 6.5–7.0 untuk banyak program internasional.
- TOEFL iBT sekitar 90–100+, tergantung kampus dan jurusan.
- Skor minimum per section atau band, misalnya tidak ada band IELTS di bawah 6.0.
IELTS Academic berdurasi sekitar 2 jam 45 menit, sedangkan TOEFL iBT memiliki empat bagian utama: Reading, Listening, Speaking, dan Writing.
Karena formatnya berbeda, kamu perlu memilih tes masuk kuliah luar negeri yang paling sesuai dengan syarat kampus dan gaya belajarmu.
SAT dan ACT untuk Pendaftaran S1
Kalau kamu ingin daftar program undergraduate atau S1, terutama di Amerika Serikat, kamu mungkin perlu menyiapkan SAT atau ACT. Keduanya digunakan untuk menilai kesiapan akademik calon mahasiswa.
SAT saat ini dilakukan secara digital dan terdiri dari dua bagian utama, yaitu Reading and Writing serta Math. Tes ini berlangsung sekitar 2 jam 14 menit dan menggunakan skala skor 400–1600.
Sementara itu, ACT mencakup English, Math, Reading, dan Science, dengan Writing sebagai bagian opsional. Skor ACT berada pada skala 1–36. Biasanya, skor yang dianggap kompetitif akan berbeda tergantung tingkat selektivitas kampus.
Tes masuk kuliah luar negeri ini tidak selalu wajib untuk semua universitas, apalagi karena beberapa kampus menerapkan kebijakan test-optional.
Namun, skor SAT atau ACT yang baik tetap bisa membantu memperkuat aplikasi, terutama untuk kampus yang sangat kompetitif.

GRE dan GMAT untuk Program Pascasarjana
Untuk jenjang S2 atau pascasarjana, ada dua tes masuk kuliah luar negeri yang cukup sering dibahas, yaitu GRE dan GMAT. Keduanya tidak selalu wajib, tetapi masih diminta oleh banyak program tertentu.
GRE biasanya digunakan untuk pendaftaran program pascasarjana, bisnis, atau hukum. Tes ini menilai kemampuan verbal reasoning, quantitative reasoning, critical thinking, dan analytical writing.
GMAT lebih sering digunakan untuk program bisnis dan manajemen, seperti MBA, Master in Finance, atau Master in Management. Tes ini menilai kemampuan quantitative reasoning, verbal reasoning, dan data insights yang relevan dengan dunia bisnis.
Sebelum memilih GRE atau GMAT, cek dulu syarat program tujuanmu. Beberapa program bisnis menerima keduanya, tetapi ada juga yang lebih menyukai salah satu tes tertentu.
Di tahap ini, persiapan bahasa dan strategi belajar perlu dibuat lebih rapi. Melalui Persiapan Beasiswa Luar Negeri di Lister, kamu bisa belajar lebih terarah bersama tutor berpengalaman, terutama untuk membangun kemampuan bahasa, memahami kebutuhan seleksi, dan menyiapkan diri menuju kampus atau beasiswa luar negeri.
Tes Khusus untuk Kedokteran, Jerman, dan Tiongkok
Selain tes umum, ada juga tes yang lebih spesifik berdasarkan jurusan atau negara tujuan. Tes ini biasanya tidak dibutuhkan semua orang, tapi bisa jadi wajib untuk jalur tertentu.
Beberapa contohnya adalah:
- UCAT: digunakan untuk beberapa program kedokteran dan kedokteran gigi, terutama di Inggris, Australia, Selandia Baru, dan beberapa universitas lain.
- MCAT: banyak digunakan untuk masuk sekolah kedokteran di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Karibia.
- TestAS: ditujukan untuk calon mahasiswa internasional yang ingin mengambil program S1 di Jerman.
- CSCA: digunakan oleh beberapa universitas di Tiongkok untuk menilai kesiapan akademik dan bahasa calon mahasiswa internasional jenjang S1.
Untuk jurusan seperti kedokteran, teknik, bisnis, atau program dengan seleksi ketat, tes tambahan seperti ini bisa sangat menentukan. Jadi, pastikan kamu membaca detail syarat jurusan, bukan hanya syarat universitas secara umum.

Cara Menentukan Tes yang Harus Diambil
Agar tidak salah pilih, kamu bisa mulai dari riset sederhana. Jangan langsung daftar semua tes, karena biaya dan waktu persiapannya cukup besar.
Coba ikuti langkah berikut:
- Tentukan negara tujuan kuliah.
- Pilih jenjang studi, apakah S1, S2, atau program profesional.
- Cek syarat resmi dari kampus dan jurusan.
- Perhatikan apakah kampus meminta tes bahasa, tes akademik, atau keduanya.
- Cek minimum skor dan masa berlaku sertifikat.
- Pilih jadwal tes yang tidak terlalu mepet dengan deadline pendaftaran.
- Siapkan waktu belajar minimal beberapa bulan sebelum tes.
Dengan cara ini, persiapanmu akan jauh lebih terarah. Kamu juga bisa menghindari kesalahan seperti mengambil tes yang ternyata tidak dibutuhkan oleh kampus tujuan.
Siapkan Tes dan Bahasa untuk Target Kuliah Luar Negeri
Tes masuk kuliah luar negeri memang terlihat banyak, tapi kamu tidak harus mengambil semuanya. Yang paling penting adalah memahami kebutuhan kampus tujuan, lalu fokus pada tes yang benar-benar relevan dengan jurusan dan negara pilihanmu.
Kalau kamu ingin mulai persiapan dengan lebih terarah, yuk gabung di Persiapan Beasiswa Luar Negeri di Lister. Tersedia tutor terbaik, kelas online fleksibel, serta pilihan kelas private atau group dengan 2–80 pertemuan.
Hubungi Lister via WhatsApp untuk konsultasi program yang paling sesuai dengan target kuliah dan beasiswa luar negerimu.



