Top 10 Negara Terlemah di Dunia Berdasarkan Mata Uang Saat Ini

Cara Kerja Efektif dan Efisien

Negara terlemah di dunia mata uang sering bikin orang kaget pas liburan: pegang segepok uang lokal rasanya jadi “miliarder dadakan”. 

Namun ternyata daya belinya kecil. Intinya, nilai mata uang itu bukan soal angkanya besar atau kecil yang penting adalah seberapa banyak barang/jasa yang bisa kamu beli.

1) Lebanese Pound (LBP)   1 USD ≈ 89.600 LBP ≈ Rp 16.890

Pound Lebanon (LBP) atau lira disebut sebagai mata uang paling lemah dalam daftar ini. Nilainya anjlok setelah krisis sektor perbankan pada 2019. 

Dulu sempat “dipatok” di sekitar 1.500 LBP per USD dari 1997 sampai awal 2023, tapi kemudian jatuh lebih dari 98% setelah krisis. 

Kondisi ekonomi Lebanon ikut terpukul oleh kombinasi krisis finansial besar, hiperinflasi, pembatasan pergerakan uang (capital controls), dan berkurangnya cadangan devisa.

Baca juga: 6 Contoh Surat Pengunduran Diri, Tinggal Copy Paste!

2) Iranian Rial (IRR)   1 USD ≈ 42.000 IRR ≈ Rp 16.890

Rial Iran (IRR) adalah mata uang resmi Republik Islam Iran dan termasuk yang nilainya rendah di dunia. 

Penurunan nilainya dikaitkan dengan sejarah panjang, mulai dari perubahan besar setelah Revolusi Islam 1979, memburuk saat perang Iran–Irak, dan terus tertekan oleh berbagai sanksi internasional terkait program nuklir.

Hal yang sering dilupakan: faktor politik dan kebijakan global bisa sangat mempengaruhi nilai mata uang, bahkan ketika ekonomi domestik berusaha bertahan.

Negara Terlemah di Dunia Vietnam

3) Vietnamese Dong (VND)   1 USD ≈ 26.200 VND ≈ Rp 16.890

Dong Vietnam (VND) adalah mata uang resmi Vietnam, dan nilainya rendah salah satunya karena kebijakan pemerintah yang sengaja menjaga nilai dong agar kompetitif untuk ekspor.

Nilai yang rendah memang bikin impor jadi lebih mahal, tapi di sisi lain bisa meningkatkan permintaan ekspor Vietnam (yang berarti mendukung lapangan kerja dan pertumbuhan). Faktor yang disebutkan termasuk kurs yang dikendalikan, jumlah uang beredar besar, dan inflasi.

Mata uang “lemah” tidak selalu berarti ekonomi “buruk”, kadang ada strategi dagang/ekspor di baliknya.

4) Sierra Leonean Leone (SLL)   1 USD ≈ 22.600 SLL ≈ Rp 16.890

Leone Sierra Leone (SLL) termasuk mata uang yang lemah. Mata uang ini diperkenalkan tahun 1964, dan dulu sempat bernilai lebih tinggi dari USD sampai sekitar 1980-an. 

Namun setelah inflasi yang berkepanjangan, nilainya jatuh drastis hingga butuh lebih dari 22.000 leone untuk 1 USD. Penyebab yang sering disebut adalah ketergantungan pada ekspor mineral, inflasi tinggi, dan tantangan tata kelola.

Yang bisa kamu pelajari: ekonomi yang terlalu bergantung pada satu jenis ekspor biasanya lebih rentan saat harga global berubah.

Baca juga: Trik Bikin CV ATS Friendly Langsung Kebaca Sistem

5) Laotian Kip (LAK)   1 USD ≈ 21.600 LAK ≈ Rp 16.890

Kip Laos (LAK) termasuk mata uang lemah karena diversifikasi industrinya terbatas dan ekonomi banyak bergantung pada hydropower, pertanian, serta pertambangan. 

Disebut juga faktor seperti utang luar negeri yang meningkat, inflasi, dan basis ekspor yang terbatas. 

Ketika inflasi naik, biaya impor meningkat dan harga barang/jasa ikut terdorong. Bagi keluarga yang menerima remitansi dari luar negeri, nilai tukar bisa berarti uang lokal yang diterima lebih banyak, tetapi daya beli tetap bisa turun.

Nilai tukar bisa “menguntungkan” di atas kertas, tapi inflasi lokal tetap menentukan seberapa kuat daya beli kamu.

Bahasa Indonesia mirip dengan bahasa apa

6) Indonesia Rupiah (IDR)   1 USD ≈ 16.890 IDR

Rupiah Indonesia (IDR) juga masuk daftar mata uang yang nilainya rendah secara nominal. Disebutkan penyebabnya seperti guncangan eksternal, arus modal keluar, dan biaya impor. 

Nilai rupiah yang rendah bisa membantu ekspor dan pariwisata, tapi membuat impor dan biaya perjalanan luar negeri lebih mahal, serta menjaga risiko inflasi tetap ada.

Yang bikin “terasa” bukan angka 16 ribu-nya, tapi dampaknya, misalnya harga barang impor, gadget, atau biaya sekolah di luar negeri.

7) Uzbekistani Som (UZS)   1 USD ≈ 12.600 UZS ≈ Rp 16.890

Som Uzbekistan (UZS) disebut tetap lemah karena diversifikasi industri terbatas, inflasi tinggi, dan investasi asing yang rendah. 

Diceritakan bahwa saat diperkenalkan (1994), 1 USD sempat setara 25 UZS, namun kini turun jauh sehingga butuh sekitar 12.600 UZS untuk 1 USD.

Perjalanan mata uang sering mencerminkan stabilitas ekonomi jangka panjang, bukan perubahan mendadak saja.

8) Guinean Franc (GNF)   1 USD ≈ 8.600 GNF ≈ Rp 16.890

Franc Guinea (GNF) termasuk mata uang yang nilainya rendah meski Guinea kaya sumber daya alam (emas, bauksit, berlian). 

Faktor yang disebutkan: ketergantungan pada ekspor bahan mentah, inflasi tinggi, dan sektor manufaktur yang terbatas. Remitansi dari luar negeri juga penting untuk membantu pendapatan rumah tangga.

Kaya sumber daya belum otomatis bikin mata uang kuat, kalau nilai tambah industrinya masih kecil.

bendera paraguay
bendera paraguay oleh natanaelginting

9) Paraguayan Guarani (PYG)   1 USD ≈ 7.500 PYG ≈ Rp 16.890

Guarani Paraguay (PYG) disebut rendah nilainya, mencerminkan ekonomi yang relatif kecil dan banyak bergantung pada pertanian. 

Nilai yang rendah membantu ekspor, tapi membuat impor seperti bahan bakar, mesin, dan elektronik jadi lebih mahal. Disebut juga risiko eksternal seperti kekeringan atau turunnya harga komoditas yang bisa mempengaruhi ekonomi.

Negara yang ekonominya bertumpu pada pertanian cenderung sensitif pada cuaca dan harga komoditas global.

10) Malagasy Ariary (MGA)   1 USD ≈ 4.400 MGA ≈ Rp 16.890

Ariary Madagascar (MGA) menutup daftar ini. Nilainya sering dikaitkan dengan instabilitas politik, kemiskinan, dan infrastruktur yang belum berkembang. 

Ekonomi banyak bergantung pada ekspor pertanian seperti vanila, kopi, dan cengkeh. Perubahan iklim dan fluktuasi harga global dapat berdampak buruk pada ekonomi.

Perubahan iklim itu bukan cuma isu lingkungan dengan dampaknya bisa sampai ke ekonomi dan nilai tukar.

Ayo belajar bahasa asing dengan native speaker di Lister

Sekarang kamu sudah punya gambaran soal negara terlemah di dunia mata uang lewat daftar 10 mata uang yang nilainya rendah dibanding USD. Tapi ingat: “lemah” itu konteksnya luas, bisa karena inflasi, kebijakan pemerintah, kondisi politik, sampai struktur ekonomi.

Kalau kamu mau lebih siap tentang tips sukses lolos wawancara kerja dalam bahasa Inggris (termasuk untuk kerja global/remote), yuk gabung Kursus Bahasa Inggris di Lister.

Kamu akan belajar bareng tutor terbaik, lewat kelas online fleksibel, dan bisa pilih private/group (2–80 pertemuan) sesuai targetmu.

Untuk mulai konsultasi kelas yang paling cocok, langsung hubungi tim Lister via WhatsApp.

Share:

Picture of Aditya
Aditya

Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.
Next On

Related Posts