contoh jumlah ismiyah itu cocok banget buat kamu yang baru mulai belajar Bahasa Arab, karena bentuknya simpel dan sering dipakai sehari hari. Intinya, kamu tinggal ingat satu pola: mubtada sebagai “yang dibahas” lalu khabar sebagai “keterangannya”.
Kalau kamu bisa menguasai jumlah ismiyah, kamu bakal lebih cepat bikin kalimat dasar seperti “rumah itu besar”, “saya siswa”, atau “ini buku” tanpa pusing perubahan kata kerja.

Contoh jumlah ismiyah dan cara merangkainya cepat
Sebelum masuk ke contoh, kita samakan dulu pengertiannya. Jumlah ismiyah adalah kalimat Bahasa Arab yang diawali isim atau dhamir, lalu tersusun dari mubtada dan khabar. Contoh paling klasik: الْكِتَابُ مُفِيدٌ yang artinya “buku itu bermanfaat”.
Di bawah ini 7 pola yang paling sering dipakai, lengkap dengan tips biar kamu nggak salah bikin pasangan mubtada dan khabar.
1. Pola isim ma’rifah + sifat sederhana
Kalau mubtada kamu pakai “al” yang artinya “si” atau “yang itu”, khabarnya sering berupa sifat. Triknya, pastikan sifatnya mengikuti gender dan jumlahnya.
الْكِتَابُ مُفِيدٌ
Artinya: “Buku itu bermanfaat.”
2. Pola tempat atau benda + sifat ukuran
Pola ini paling sering muncul di kalimat sehari hari, karena banyak dipakai buat mendeskripsikan tempat. Tipsnya, jangan lupa “al” di mubtada kalau maksudnya spesifik.
الْمَسْجِدُ كَبِيرٌ
Artinya: “Masjid itu besar.”
3. Pola orang + sifat karakter
Kalau mubtada-nya orang, khabarnya bisa sifat karakter seperti pintar, rajin, baik. Triknya, perhatikan muannats dan mudzakkar, karena sifatnya beda bentuk.
الْوَلَدُ ذَكِيٌّ
Artinya: “Anak laki laki itu pintar.”

4. Pola nama perempuan + sifat muannats
Nama perempuan biasanya dianggap muannats, jadi sifatnya juga ikut bentuk muannats. Cara simpelnya, cari sifat yang berakhir “ah” atau “ah bunyinya” saat dibaca.
فَاطِمَةُ جَمِيلَةٌ
Artinya: “Fatimah cantik.”
5. Pola jamak + khabar jamak
Kalau mubtadanya jamak, khabarnya juga menyesuaikan jumlahnya. Tips cepatnya, kalau subjeknya “banyak orang”, khabar sering pakai bentuk jamak atau isim fa’il jamak.
الطُّلَّابُونَ ضَاحِكُونَ
Artinya: “Para murid tertawa.”
6. Pola dhamir + profesi atau identitas
Ini pola paling kepake buat perkenalan diri. Triknya, setelah dhamir seperti “anta” atau “ana”, kamu bisa langsung isi dengan identitas seperti muslim, siswa, guru.
أَنْتَ مُسْلِمٌ
Artinya: “Kamu seorang muslim.”
Kalau kamu ingin makin lancar bikin kalimat kayak gini tanpa mikir lama, latihan bareng tutor itu biasanya jauh lebih cepat. Di Lister, kamu bisa langsung dilatih menyusun mubtada dan khabar dari konteks sehari hari, jadi bukan cuma hafalan.

7. Pola isim isyarah + kata benda
Pola “ini itu” adalah jumlah ismiyah yang super praktis. Tipsnya, “hādzā” untuk mudzakkar dan “hādzihi” untuk muannats, jadi jangan ketukar.
هَذَا كِتَابٌ
Artinya: “Ini buku.”
Jumlah ismiyah tersusun dari 2 unsur apa saja?
Jumlah ismiyah tersusun dari mubtada dan khabar. Mubtada itu yang dibahas, khabar itu informasi atau penjelasannya.
الْبَيْتُ وَاسِعٌ
Artinya: “Rumah itu luas.”
Apa saja contoh isim isyarah?
Contoh yang paling sering dipakai adalah هَذَا ini untuk laki laki dan هَذِهِ ini untuk perempuan. Ada juga ذَلِكَ itu untuk laki laki dan تِلْكَ itu untuk perempuan.
هَذِهِ سَيَّارَةٌ
Artinya: “Ini mobil.”
Apa itu isim dan sebutkan 1 contoh isim?
Isim adalah kata benda atau kata yang menunjukkan orang, tempat, benda, atau konsep. Contoh isim sederhana: كِتَابٌ yang artinya “buku”.
هَذَا كِتَابٌ
Artinya: “Ini buku.”

Ismiyah artinya apa?
Ismiyah artinya kalimat yang dimulai dengan isim atau dhamir, bukan dimulai dengan fi’il. Polanya fokus pada “siapa atau apa”, lalu “bagaimana atau apa statusnya”.
الطَّالِبُ مُجْتَهِدٌ
Artinya: “Siswa itu rajin.”
Apa itu jumlah fi’liyah dan jumlah ismiyah?
Jumlah fi’liyah dimulai dengan kata kerja, sedangkan jumlah ismiyah dimulai dengan isim atau dhamir. Praktiknya, fi’liyah lebih sering untuk aksi, ismiyah lebih sering untuk deskripsi atau status.
ذَهَبَ الطَّالِبُ
Artinya: “Siswa pergi.”
Ciri ciri kalimat ismiyah?
Ciri utamanya diawali isim atau dhamir, memiliki mubtada dan khabar, lalu mubtada dan khabar harus selaras gender dan jumlah. Kalau kamu lihat kalimat Arab tanpa kata kerja di awal, besar kemungkinan itu jumlah ismiyah.
الْمَدْرَسَةُ قَرِيبَةٌ
Artinya: “Sekolah itu dekat.”

Yuk latihan merangkai jumlah ismiyah bareng Lister
Sekarang kamu sudah punya pegangan contoh jumlah ismiyah dan pola dasarnya. Kalau kamu ingin makin jago merangkai kalimat sehari-hari dalam Bahasa Arab tanpa bingung mubtada khabar dan bentuk kata, yuk gabung Kursus Bahasa Arab di Lister.
Kamu bakal belajar bareng tutor terbaik, dengan kelas online fleksibel, plus pilihan kelas private atau group dari 2 sampai 80 pertemuan sesuai targetmu.
Biar makin hemat, pakai kode promo BLOGLISTER10 untuk diskon 10 persen dengan minimal pembelian kelas mulai satu jutaan dan maksimal diskon Rp500 ribu.
Langsung hubungi tim Lister via WhatsApp untuk konsultasi level, jadwal, dan kelas yang paling cocok.



