Perbedaan Biografi dan Autobiografi sering kali membingungkan banyak orang karena keduanya sama-sama menceritakan kisah hidup seseorang.
Namun, terdapat perbedaan mendasar dari segi penulis, sudut pandang, hingga tujuan penulisan.
Dengan memahami perbedaan tersebut, kita bisa lebih mudah membedakan mana tulisan biografi dan mana yang termasuk autobiografi.
Pengertian Biografi dan Autobiografi
Untuk bisa membedakan perbedaan antara biografi, kamu harus perlu tahu pengertian masing-masingnya terlebih dahulu. Mari kita pahami dan kupas satu persatu dalam artikel berikut ini:
1. Pengertian Biografi
Biografi adalah tulisan yang berisi kisah hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Penulis biografi biasanya melakukan riset, wawancara, serta mengumpulkan berbagai data untuk menyusun perjalanan hidup tokoh yang dituliskan.
Tujuannya bisa untuk memberikan informasi, inspirasi, atau mengenang jasa seseorang.
Menurut KBBI, biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Biografi biasanya memuat perjalanan hidup, pengalaman penting, hingga peran tokoh tersebut dalam masyarakat.
Sedangkan jika kita tilik pengertian Biografi menurut tokoh tertentu, Burhan Nurgiyantoro (2001), biografi adalah karya sastra nonfiksi yang menyajikan kisah hidup seseorang berdasarkan fakta dan data yang diperoleh penulis, dengan tujuan memberi gambaran utuh tentang tokoh.
2. Pengertian Autobiografi
Autobiografi adalah kisah hidup yang ditulis langsung oleh tokoh itu sendiri. Dalam autobiografi, penulis menceritakan pengalaman pribadi, perjalanan hidup, hingga pandangan yang dialaminya secara langsung.
Karena ditulis oleh tokoh utama, autobiografi memiliki gaya yang lebih personal dan subjektif.
Menurut Burhan Nurgiyantoro (2001), biografi adalah karya sastra nonfiksi yang menyajikan kisah hidup seseorang berdasarkan fakta dan data yang diperoleh penulis, dengan tujuan memberi gambaran utuh tentang tokoh.
Sedangkan autobiografi menurut KBBI adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh dirinya sendiri.
Autobiografi berisi pengalaman pribadi, pandangan hidup, serta kisah perjalanan tokoh dari sudut pandang penulis itu sendiri.

Struktur Teks Biografi dan Teks Autobiografi
Selain pengertian, kamu juga harus memahami tentang struktur penulis teks keduanya. Cek detailnya sebagai berikut:
1. Struktur teks biografi
- Identitas Tokoh berisi nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, serta latar belakang keluarga.
- Kehidupan Awal menggambarkan masa kecil, pendidikan awal, serta pengalaman yang membentuk karakter tokoh.
- Perjalanan Hidup atau Karier menjelaskan karya, perjuangan, serta peran penting tokoh dalam masyarakat.
- Puncak Kehidupan memuat pencapaian besar atau keberhasilan yang membuat tokoh dikenal luas.
- Akhir Hayat (jika tokoh sudah wafat) berisi informasi tahun wafat dan warisan yang ditinggalkan.
- Penutup berisi nilai teladan, pesan moral, dan inspirasi dari kisah hidup tokoh.
2. Struktur teks aubiografi
- Identitas Diri berisi nama, tempat dan tanggal lahir, serta latar belakang keluarga yang ditulis dari sudut pandang penulis sendiri.
- Kehidupan Masa Kecil menceritakan pengalaman pribadi pada masa kecil dan hal-hal yang berkesan.
- Pendidikan dan Perjalanan Hidup memuat kisah nyata tentang pendidikan, perjuangan, dan pengalaman hidup.
- Prestasi dan Pengalaman Penting berisi pencapaian maupun kegagalan yang dialami secara jujur dan reflektif.
- Pandangan Hidup memaparkan prinsip, filosofi, atau keyakinan yang dianut penulis.
- Harapan atau Pesan berisi harapan pribadi serta pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca.
Apa Perbedaan Biografi dan Autobiografi?
| Aspek | Biografi | Autobiografi |
|---|---|---|
| Penulis | Ditulis oleh orang lain | Ditulis oleh tokoh itu sendiri |
| Sumber Informasi | Berdasarkan riset, wawancara, dan data sejarah | Berdasarkan pengalaman pribadi dan ingatan penulis |
| Sudut Pandang | Objektif (pihak ketiga) | Subjektif (orang pertama) |
| Isi Cerita | Fokus pada perjalanan hidup tokoh secara faktual | Berisi kisah hidup sekaligus refleksi pribadi penulis |
| Tujuan | Memberikan informasi, inspirasi, atau mengenang jasa tokoh | Mengungkapkan pengalaman hidup, pandangan, dan pemaknaan pribadi |
| Gaya Penulisan | Lebih formal, sistematis, dan terstruktur | Lebih personal, ekspresif, dan emosional |
| Kelebihan | Lebih objektif dan menyajikan data yang terverifikasi | Lebih autentik karena langsung dari tokoh utama |
| Keterbatasan | Bisa kurang menggambarkan perasaan asli tokoh | Bisa bias karena ditulis berdasarkan persepsi penulis |
Contoh Singkat Biografi dan Autobiografi, Lihat Perbedaannya!
1. Contoh Autobiografi Nelson Mandela
| Nama saya Nelson Rolihlahla Mandela, lahir pada 18 Juli 1918 di desa kecil bernama Mvezo, di Provinsi Cape Timur, Afrika Selatan. Saya berasal dari suku Thembu, bagian dari kelompok Xhosa. Ayah saya, Gadla Henry Mphakanyiswa, adalah penasihat kepala suku, sementara ibu saya, Nosekeni, dikenal sebagai sosok yang penuh kasih sayang. Sejak kecil saya belajar arti keberanian, tanggung jawab, dan nilai kebersamaan dalam tradisi masyarakat kami. Masa kecil saya sederhana. Saya suka berlari di padang rumput, menggembala ternak, dan mendengarkan cerita leluhur. Saya diberi nama “Rolihlahla” yang dalam bahasa Xhosa berarti “penarik dahan pohon” atau bisa dimaknai sebagai “pembuat onar”. Nama ini ternyata menjadi pertanda perjalanan hidup saya, karena kelak saya akan mengguncang sistem apartheid yang menindas rakyat saya. Saya menempuh pendidikan di Healdtown dan kemudian di Universitas Fort Hare. Di sinilah saya mulai mengenal dunia politik dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Karena menentang aturan kampus, saya sempat dikeluarkan. Namun semangat untuk belajar tidak pernah padam. Saya melanjutkan studi hukum di Universitas Witwatersrand, di Johannesburg, dan akhirnya bekerja sebagai pengacara kulit hitam pertama di sana bersama Oliver Tambo. Perjuangan saya melawan apartheid dimulai ketika saya bergabung dengan African National Congress (ANC). Bersama rekan-rekan seperjuangan, saya berusaha menentang diskriminasi yang memisahkan orang kulit hitam dan kulit putih. Pada tahun 1961, kami mendirikan sayap militer ANC, Umkhonto we Sizwe, karena jalan damai sudah tidak cukup menghadapi kekerasan pemerintah. Akibat aktivitas politik ini, saya ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 1964. Saya menghabiskan 27 tahun dalam penjara, sebagian besar di Pulau Robben Island. Kehidupan di penjara sangat berat: kerja paksa, pengawasan ketat, dan jarang bertemu keluarga. Namun di balik tembok penjara, saya terus belajar, menulis, dan berdiskusi dengan sesama tahanan politik. Penjara justru menjadi tempat saya memperkuat tekad bahwa kebebasan tidak bisa dinegosiasikan. Pada tahun 1990, saya akhirnya dibebaskan setelah tekanan internasional terhadap rezim apartheid semakin besar. Saya keluar penjara dengan hati yang bebas dari kebencian. Saya percaya bahwa dendam hanya akan memperpanjang perpecahan, sementara pengampunan dapat membuka jalan menuju rekonsiliasi. Empat tahun setelah bebas, saya terpilih menjadi Presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan pada 1994. Kepemimpinan saya difokuskan pada rekonsiliasi nasional, membangun perdamaian, dan menghapus diskriminasi. Saya ingin semua anak Afrika Selatan, tanpa memandang warna kulit, bisa hidup berdampingan dalam kebebasan. Setelah menjabat satu periode, saya memilih untuk tidak mencalonkan diri kembali. Saya percaya bahwa kepemimpinan adalah amanah, bukan kesempatan untuk berkuasa selamanya. Saya kemudian lebih banyak mengabdikan diri pada kemanusiaan, pendidikan, dan kampanye melawan HIV/AIDS. Hidup saya adalah perjalanan panjang dari seorang anak desa sederhana menjadi seorang presiden. Saya pernah jatuh, ditindas, dan dipenjara, tetapi saya tidak pernah menyerah pada ketidakadilan. Saya ingin dikenang bukan sebagai pahlawan, tetapi sebagai seorang manusia yang berusaha melakukan yang terbaik bagi bangsanya. |
2. Contoh Biografi Ahmad Dahlan
| Ahmad Dahlan lahir dengan nama kecil Muhammad Darwis pada 1 Agustus 1868 di Yogyakarta. Ia berasal dari keluarga ulama terhormat dan sejak kecil sudah akrab dengan pendidikan agama Islam. Ayahnya adalah seorang khatib di Masjid Besar Kauman Yogyakarta, sementara keluarganya dikenal sebagai penjaga tradisi keagamaan. Pada usia muda, Ahmad Dahlan berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama. Di sana, ia berguru kepada para ulama besar dan menyerap berbagai pemikiran Islam pembaruan, termasuk gagasan tentang pentingnya pendidikan modern dan pemurnian ajaran Islam. Sepulangnya ke tanah air, ia mengganti namanya menjadi Ahmad Dahlan. Pada tahun 1912, Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah di Yogyakarta. Tujuan utamanya adalah memurnikan ajaran Islam dari praktik-praktik yang dianggap menyimpang serta mendorong kemajuan umat melalui pendidikan dan pelayanan sosial. Ia memperkenalkan sistem pendidikan Islam modern dengan menggabungkan pelajaran agama dan ilmu umum dalam satu kurikulum. Selain bidang pendidikan, Ahmad Dahlan juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia mendirikan rumah sakit, panti asuhan, dan sekolah-sekolah Muhammadiyah yang hingga kini tersebar luas di seluruh Indonesia. Pemikirannya tentang Islam yang rasional, modern, dan berkemajuan membuat Muhammadiyah tumbuh menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Ahmad Dahlan wafat pada 23 Februari 1923 di Yogyakarta. Namun, gagasan dan perjuangannya terus hidup melalui Muhammadiyah yang masih eksis hingga kini, berkiprah dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan dakwah Islam. Ia dikenang sebagai pahlawan nasional Indonesia yang meletakkan dasar pemikiran Islam modern dan berkemajuan. |
Contoh Karya Autobiografi dan Biografi
Berikut adalah karya autobiografi dari tokoh populer dunia yang menuliskan tentang perjalanan hidup yang ditulis langsung oleh tokoh tersebut dan intisari yang bisa menginspirasi pembacanya.
- Nelson Mandela dengan bukunya Long Walk to Freedom yang menceritakan perjuangannya melawan apartheid dan perjalanan hidupnya hingga menjadi Presiden Afrika Selatan.
- Soekarno dengan Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, yang mengisahkan pengalaman hidup, perjuangan kemerdekaan, serta pandangannya tentang bangsa.
- Michelle Obama dengan Becoming, yang menceritakan masa kecilnya, perjalanan pendidikan, hingga perannya sebagai Ibu Negara Amerika Serikat.
- Mahatma Gandhi dengan The Story of My Experiments with Truth, yang berisi refleksi tentang perjuangan hidup dan filosofi ahimsa (anti-kekerasan).
Sedangkan berikut adalah contoh karya biografi dalam bentuk buku tentang perjalanan hidup seseorang serta penulisnya:
- “Soekarno: Biografi Singkat 1901–1970” karya Rosihan Anwar, menceritakan perjalanan hidup Ir. Soekarno sebagai proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia.
- “Steve Jobs” karya Walter Isaacson, biografi lengkap tentang pendiri Apple, menggambarkan kehidupan pribadi, perjalanan karier, dan inovasinya.
“Nelson Mandela: A Biography” karya Martin Meredith, menceritakan perjuangan Mandela melawan apartheid hingga menjadi Presiden Afrika Selatan. - “Buya Hamka: Sebuah Biografi” karya Haidar Musyafa, mengisahkan perjalanan hidup ulama besar Indonesia, Buya Hamka, dari masa kecil hingga kiprah dakwahnya.
Tulis Essay dan Karya Tulis dengan Koreksi Profesional dari Assistance!
Lister menghadirkan kelas Essay Writing Assistance yang dirancang khusus untuk membantu kamu menyusun esai dengan bimbingan profesional.
Program ini memberikan pendampingan intensif agar tulisanmu lebih terstruktur, jelas, dan sesuai dengan standar akademik internasional.
Tutor yang berpengalaman akan mengoreksi hasil tulisan yang sudah kamu buat dan memberikan feedbback nya.
Dengan metode interaktif, kamu akan lebih mudah memahami cara menulis esai yang kuat. Kelas cocok diambil untuk kalangan profesional.
Ditambah fleksibilitas waktu belajar, kamu bisa menyesuaikan jadwal dengan aktivitas harianmu. Segera hubungi tim Lister melalui WhatsApp untuk konsultasi dan mulai perjalananmu menulis esai dengan percaya diri!
Sumber gambar sampul: freepik



