8 Cara Membuat Portofolio Kerja beserta Contohnya

Cara Membuat Portofolio Kerja

Banyak orang masih bingung cara membuat portofolio kerja, lebih baik mencantumkan portofolio untuk menunjukkan keterampilan yang kamu kuasai.

Namun bagaimana dengan kamu yang fresh graduate dan belum memiliki pengalaman kerja?


Kursus Business English, Sukses Kariermu Dimulai dari Sini

Portofolio Kerja Adalah

Portofolio adalah kumpulan contoh hasil pekerjaan yang menunjukkan keterampilan kepada rekruter. Saat ini bentuk portofolio bisa bermacam-macam, seperti portofolio fisik, digital, atau dalam situs profesional seperti LinkedIn.

Isi dari portofolio kerja adalah bukti hasil pekerjaan, dokumen karya yang bisa ditampilkan untuk menunjukkan skill dan karyamu.

Dengan portofolio yang lengkap, maka bisa meningkatkan value diri sehingga seseorang bisa mengetahui kualitas diri kamu.

Pengalaman, jam terbang dan nilai yang tepat untuk kamu bisa dinilai portofolio ini.

Apa saja fungsi portfolio?

  • menunjukkan pencapaian dalam pekerjaan
  • menunjukkan keterampilan (hard skills dan soft skills) yang dimiliki
  • meningkatkan personal branding
  • mempermudah proses rekrutmen perusahaan
  • membuka peluang kerja baru

Perbedaan Portofolio dengan CV/Resume

Portofolio, CV, dan resume sama-sama memuat pengalaman kerja. Lantas apa yang membedakan ketiga dokumen ini?

PerbedaanPortofolioCV/Resume
IsiInformasi tentang hasil kerja dan pencapaian yang diraih. Dapat pula mencantumkan bukti berupa foto, video, atau link.Data pribadi, termasuk pengalaman kerja dan job description.
SifatBersifat spesifik, artinya secara khusus membahas satu jenis pekerjaan dan posisi.Bersifat umum, artinya mencantumkan seluruh pengalaman kerja dan kegiatan dalam akademik maupun non-akademik.
PanjangLengkap dan lebih mendetail, sesuai dengan pengalaman kerja yang hendak dicantumkan.Singkat, hanya terdiri dari 1-2 halaman.

Baca juga: Hard Skill adalah Senjata Utama di CV, Beda dengan Soft Skill Lho!

Contoh Portofolio Kerja untuk Inspirasi

Berikut ada beberapa contoh portofolio online yang bisa kamu gunakan sebagai referensi untuk membuat portofolio kerja.

1. Contoh Portofolio Fotografer (Maxmont Gomery)

Cara Membuat Portofolio Kerja
Cara Membuat Portofolio Kerja | sumber: www.maxmontgomeryphoto.com

Website: Max Montgomery Photo

Website Max Montgomery Photo merupakan portofolio fotografi milik Max Montgomery yang menampilkan karya-karya visualnya.

Hampir seluruh halaman situs dipenuhi dengan galeri foto yang memperlihatkan gaya khas Max Montgomery dalam menangkap momen, dan di bagian bawah terdapat keterangan hak cipta.

Website ini berfungsi sebagai etalase digital untuk memamerkan hasil karya sekaligus memperkenalkan identitas fotografer kepada publik.

2. Contoh Portofolio Writer (Toddsgotapen)

image
Sumber: toddsgotapen.com

Website: Toddsgotapen

Untuk kamu yang ingin membuat portofolio tulisan maka bisa mencontoh dari website ini. Berisi contoh karya tulisan yang sudah pernah dibuat.

8 Cara Membuat Portofolio Kerja

Setelah membaca penjelasan di atas, mungkin kamu beranggapan portofolio hanya dapat dibuat oleh mereka yang sudah berpengalaman kerja.

Namun jangan salah, kamu yang masih fresh graduate sekalipun dapat membuat portofolio.

1. Tentukan Tujuan Portofolio

Sebelum mulai, tentukan dulu portofolio ini untuk apa. Misalnya: melamar kerja, mencari klien, atau untuk keperluan akademik. Tujuan ini akan memengaruhi isi dan gaya penyajian portofolio.

2. Pilih Format Portofolio

  • Digital: berbentuk PDF, website pribadi, atau platform portofolio online (Behance, Dribbble, LinkedIn, dll.). Cocok untuk desainer, fotografer, penulis, dan pekerja kreatif.
  • Cetak: berupa buku/print out. Cocok untuk wawancara langsung atau pameran.

3. Susun Struktur Portofolio

Struktur portofolio umumnya terdiri dari:

  1. Halaman Sampul : berisi nama lengkap, profesi, dan kontak.
  2. Daftar Isi : memudahkan pembaca menemukan bagian yang dicari.
  3. Profil Singkat : ringkasan diri, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, serta keahlian utama.
  4. Daftar Proyek / Hasil Karya : sertakan deskripsi singkat, peran kamu, dan hasil yang dicapai. Jika ada, tampilkan gambar atau tautan.
  5. Pengalaman Kerja & Pendidikan : mirip CV, tetapi bisa ditampilkan lebih ringkas.
  6. Sertifikat & Penghargaan : sebagai bukti keahlian tambahan.
  7. Testimoni / Rekomendasi : komentar positif dari klien, atasan, atau dosen pembimbing.
  8. Kontak : email, nomor telepon, atau tautan ke media sosial profesional.

4. Pilih Konten Terbaik

Jangan masukkan semua hasil kerja. Pilih karya yang relevan dengan tujuan portofolio. Misalnya, kalau untuk melamar sebagai desainer grafis, masukkan desain logo, poster, dan branding, bukan artikel tulisan.

5. Tampilkan dengan Desain yang Menarik

Gunakan desain yang rapi, konsisten, dan profesional. Pilih font yang mudah dibaca, gunakan tata letak bersih, dan tampilkan visual berkualitas tinggi. Hindari terlalu banyak teks yang membuat pembaca bosan.

6. Berikan Keterangan Jelas di Setiap Karya

Setiap karya/proyek sebaiknya diberi keterangan:

  • Judul proyek
  • Tahun pengerjaan
  • Peran kamu dalam proyek
  • Deskripsi singkat (tujuan & hasil)
  • Tools/software yang digunakan
  • Hasil akhir (misalnya peningkatan penjualan, publikasi, jumlah pengguna, dll.)

7. Update Secara Berkala

Portofolio bukan dokumen sekali buat lalu selesai. Perbarui secara rutin dengan karya terbaru, pengalaman baru, atau keterampilan tambahan.

8. Gunakan Bahasa Profesional

Pastikan deskripsi ditulis dengan bahasa formal, ringkas, dan jelas. Hindari kata-kata yang berlebihan atau tidak relevan.

Portofolio kerja adalah cerminan diri dan kualitas profesional kamu. Dengan menyusun portofolio yang rapi, jelas, dan menarik, peluang untuk dilirik oleh HRD, perusahaan, atau calon klien akan jauh lebih besar.

Kursus Business English, Sukses Kariermu Dimulai dari Sini

Kosakata yang digunakan dalam dunia bisnis dan pekerjaan tentu berbeda dengan percakapan sehari-hari. Agar kamu semakin percaya diri, ikuti Kursus Business English di Lister.

Sejumlah alumni Lister terbukti merasakan bagaimana kursus di Lister mendukung karier mereka. Cari tahu pengalaman mereka di Testimoni Alumni.

Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang melalui Whatsapp!

Sumber gambar sampul: freepik

Share:

Picture of Aditya
Aditya

Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.
Next On

Related Posts