Pelajari 21 macam Hukum Tajwid dan Contohnya untuk membantu membaca Al-Qur’an dengan benar, fasih, dan sesuai kaidah tajwid yang sahih.
Simak penjelasan dari Lister berikut ini ya, akan MinList berikan lengkap pengertian dan contohnya untuk kamu!
Perdalam Bahasa Arab untuk Pahami Al Qur’an Lebih Maksimal, Gabung di Kursus Bahasa Arab Lister |
Pengertian Ilmu Tajwid Al Quran
Tajwid adalah istilah dari bahasa Arab yang secara harfiah memiliki makna ‘melakukan sesuatu dengan indah atau bagus’.
Tajwid berasal dari kata ‘Jawadda’. Tajwid juga berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat yang ada pada setiap huruf.
Secara garis besar, ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara mengucapkan huruf-huruf yang ada di dalam kitab suci Al-Quran.
Baca juga: Kumpulan Ayat Al Qur’an Tentang Sabar, Penguat Hati
Macam Macam Tajwid dan Cara Bacanya
Ada banyak sekali hukum Tajwid yang perlu dikenali, untuk memudahkan belajar, Lister akan list 21 macam macam tajwid dan hukum membacanya:
A. Hukum Nun Mati dan Tanwin (5 hukum)
- Idzhar: dibaca jelas
- Ikhfa Haqiqi: dibaca samar
- Iqlab: dibaca seperti mim disertai dengung
- Idgham Bighunnah: dimasukkan dan mendengung
- Idgham Bilaghunnah: dimasukkan tanpa dengung
B. Hukum Mim Mati (3 hukum)
- Ikhfa Syafawi: dibaca samar disertai dengung
- Idgham Mimi: mim mati bertemu mim, dibaca melebur dan mendengung
- Izhar Syafawi: dibaca jelas
C. Hukum Mim dan Nun Bertasydid
- Ghunnah: dibaca dengung (2 harakat)
D. Hukum Lam Ta’rif (Alif Lam)
- Idgham Syamsiyah: lam tidak dibaca, huruf berikutnya ditasydidkan
- Izhar Qamariyah: lam dibaca jelas
E. Hukum Qalqalah (2 jenis)
- Qalqalah Sughra: mantul di tengah kata
- Qalqalah Kubra: mantul di akhir bacaan (waqaf)
F. Hukum Mad (8 hukum utama)
- Mad Thabi’i: mad asli (2 harakat)
- Mad Wajib Muttashil: mad bertemu hamzah dalam satu kata (4–5 harakat)
- Mad Jaiz Munfashil: mad bertemu hamzah beda kata (4–5 harakat)
- Mad ‘Aridh Lissukun: mad bertemu huruf sukun karena waqaf (2, 4, atau 6 harakat)
- Mad Lazim: mad bertemu sukun asli (6 harakat)
- Mad Badal: hamzah diikuti huruf mad (2 harakat)
- Mad Silah Qasirah: ha dhamir tanpa hamzah setelahnya (2 harakat)
- Mad Silah Tawilah: ha dhamir diikuti hamzah (4–5 harakat)
Baca juga: 10 Tanda Baca Alquran Waqaf dan Cara Membacanya
Hukum Tajwid dan Contohnya
Ada banyak hukum Tajwid yang menjadi dasar kita membaca Al Quran, namun kali ini Lister akan berikan 21 hukum tajwid lengkap yang bisa kamu pelajari.
A. Hukum Tajwid : Nun Sukun
1. Idzhar
Apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf idzhar ( ا، ع، غ، ح، خ، ه), maka dibaca dengan jelas tanpa dengung.
Huruf-huruf ini memiliki makhraj (tempat keluar suara) dari tenggorokan atau mulut.
Contoh:
- فَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ (nun mati bertemu هـ)
- بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ (nun mati bertemu ع)
- مِنْ غَفُورٍ رَحِيم (nun mati bertemu غ)
- أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (tanwin bertemu ح)
- كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ (tanwin bertemu خ)
2. Iqlab
Terjadi ketika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ب, maka dibaca seperti mim dan disertai dengung.
Contoh: سَمِيعٌ بَصِيرٌ
3. Ikhfa Haqiqi
Nun mati atau tanwin bertemu salah satu dari 15 huruf ikhfa haqiqi (ت، ث، ج، د، ذ، ز، س، ش، ص، ض، ط، ظ، ف، ق، ك), maka dibaca samar antara idzhar dan idgham dengan dengung.
Contoh: مِنْ دُونِهِ
Untuk kamu: 20 Kata-kata Mutiara Bahasa Arab, Penyegar Kehidupan!
4. Idgham Bighunnah
Nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ي، ن، م، و, dibaca dengan dimasukkan (idgham) dan berdengung.
Contoh: مَن يَعْمَلْ
5. Idgham Bilagunnah
Nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ل atau ر, dibaca dimasukkan tanpa dengung.
Contoh: مِنْ لَدُنْ
B. Hukum Tajwid : Mim Sukun
6. Ikhfa Syafawi
Jika mim sukun bertemu dengan huruf ب, maka dibaca samar disertai dengung ringan.
Contoh: تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ
7. Idgham Mimi
Jika mim sukun bertemu mim berharakat, dibaca melebur dan berdengung (seperti mim tasydid).
Contoh: لَهُمْ مَّا يَشَاءُونَ
Populer: Kumpulan Ayat Al Qur’an tentang Bersyukur, Makna & Arti, Bikin Terharu!
8. Izhar Syafawi
Jika mim sukun bertemu huruf semua huruf hijaiyah kecuali م dan ب maka dibaca jelas.
Contoh: نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ
C. Hukum Tajwid : Mim dan Nun Tasydid
9. Ghunnah (Gunnah Ashliyyah)
Jika terdapat mim atau nun bertasydid (مّ، نّ), maka harus dibaca dengan dengungan selama dua harakat.
Contoh: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ

D. Hukum Tajwid :Lam Ta’rif (Alif Lam)
10. Izhar Qamariyah
Jika lam ta’rif bertemu dengan huruf qamariyah (ء، ب، ج، ح، خ، ع، غ، ف، ق، ك، م، و، ه، ي), dibaca jelas.
Contoh: الْقَمَرُ
11. Idgham Syamsiyah
Jika lam ta’rif bertemu huruf syamsiyah (ت، ث، د، ذ، ر، ز، س، ش، ص، ض، ط، ظ، ل، ن), dibaca lebur dengan tasydid pada huruf berikutnya.
Contoh: الشَّمْسُ
E. Hukum Tajwid : Qalqalah
12. Qalqalah Sughra dan Kubra
Bacaan memantul pada lima huruf qalqalah jika huruf tersebut sukun:
- Huruf: ب، ج، د، ط، ق
- Sughra: Jika sukun asli dan di tengah kalimat. Contoh: يَجْعَلُ
- Kubra: Jika sukun karena waqaf (berhenti). Contoh: أَحَدٌ
F. Hukum Tajwid : Mad (Panjangan Huruf)
Berikut adalah jenis-jenis hukum mad lengkap dengan cara membaca dan contohnya:
13. Mad Thabi’i (Mad Asli)
Terjadi apabila ada huruf mad (ا، و، ي) yang tidak diikuti oleh huruf hamzah atau sukun. Dibaca panjang 2 harakat (1 alif).
Contoh: قَالَ، يُقِيمُونَ، فِيهِ
14. Mad Wajib Muttashil
Terjadi ketika huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4–5 harakat.
Contoh: جَاءَ، سَوَاءٌ
15. Mad Jaiz Munfashil
Terjadi ketika huruf mad berada di akhir kata dan bertemu dengan hamzah di awal kata berikutnya. Dibaca panjang 4–5 harakat.
Contoh: فِي أَنْفُسِكُمْ، قُولُوا آمَنَّا
16. Mad ‘Aridh Lissukun
Terjadi jika huruf mad bertemu huruf hidup yang disukunkan karena waqaf (berhenti). Dibaca panjang 2, 4, atau 6 harakat.
Contoh: نَسْتَعِينُ (jika berhenti di akhir ayat)
17. Mad Lazim
Terjadi ketika huruf mad bertemu huruf sukun asli dalam satu kata atau huruf. Dibaca panjang 6 harakat.
Contoh: الضَّالِّينَ (Mad Lazim Kalimi Muthaqal), الم (Mad Lazim Harfi Musyba’)
18. Mad Badal
Terjadi ketika ada hamzah diikuti huruf mad. Dibaca panjang 2 harakat.
Contoh: آمَنَ، إِيمَانًا، أُوتُوا
19. Mad Silah Qasirah
Terjadi jika ha dhamir (هِ، هُ) diapit dua huruf berharakat dan tidak diikuti hamzah. Dibaca panjang 2 harakat.
Contoh: إِنَّهُ كَانَ، لَهُ مَا
20. Mad Silah Tawilah
Terjadi jika ha dhamir (هِ، هُ) diapit dua huruf berharakat dan diikuti oleh hamzah. Dibaca panjang 4–5 harakat.
Contoh: فِيهِ أَجْرٌ، إِنَّهُ أَنزَلَهُ
21. Mad Farq
Terjadi pada kata yang diawali dengan hamzah istifham (pertanyaan) dan diikuti mad lazim. Dibaca panjang 6 harakat.
Contoh: ءَاللَّهُ خَيْرٌ
22. Mad Tamkin
Terjadi apabila terdapat dua huruf ya’ sukun dan berharakat yang berdempetan, salah satunya termasuk huruf mad. Dibaca 2 harakat.
Contoh: فِي يَوْمٍ، حُيِّيْتُم
23. Mad Iwad
Terjadi saat waqaf pada akhir kata yang berakhiran tanwin fathah. Tanwin diganti dengan alif dan dibaca 2 harakat.
Contoh: عَلِيمًا (dibaca waqaf: عَلِيمَا)
24. Mad Lin
Terjadi bila huruf wau (و) atau ya (ي) mati yang sebelumnya berharakat fathah, dan setelahnya huruf sukun karena waqaf. Dibaca 2, 4, atau 6 harakat.
Contoh: خَوْفٌ (jika diwaqafkan: خَوْفْ)
Perdalam Bahasa Arab untuk Pahami Al Qur’an Lebih Maksimal!
Belajar Bahasa Arab di Kursus Bahasa Arab Online Lister memberikan kemudahan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan formal, percakapan sehari-hari, hingga persiapan studi atau karier di negara-negara berbahasa Arab.
Program ini juga ideal bagi kamu yang ingin memperdalam pemahaman Al-Qur’an dan Hadist dengan memahami bahasa Arab secara langsung.
Menariknya, kamu bisa menyesuaikan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhanmu sendiri, sehingga proses belajar jadi lebih fokus dan relevan.
Jadwal belajarnya pun fleksibel dan bisa disesuaikan dengan waktu luangmu.
Jika masih ragu atau ingin tahu lebih lanjut, kamu bisa konsultasi langsung lewat WhatsApp bersama tim Lister yang selalu siap membantu.
Sumber gambar sampul: Freepik



