Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Tata Cara Tea Time: Tradisi Minum Teh Unik di Inggris

Selain tiga kali waktu makan dalam sehari, orang Inggris mempunyai waktu minum teh yang disebut dengan tea time.

Tea time memiliki asal-usul yang menarik. Di masa lampau, kebiasaan minum teh di kalangan bangsawan dengan kelas pekerja berbeda.

Ingin mengadakan tea time ala Inggris yang sesungguhnya? Cari tahu tata caranya berikut ini.

Tea Time

Tea time berarti waktu minum teh. Selain teh, berbagai camilan manis disajikan untuk menemani.

Tea time biasanya dilakukan di antara jam makan. Selain sebagai waktu menyantap camilan, minum teh juga menjadi ajang bersosialisasi.

Tea time dibedakan menjadi dua jenis, afternoon tea dan high tea. Keduanya memiliki perbedaan pada tata cara penyajian.

Asal-usul

Pelopor tradisi minum teh di Inggris adalah Anna Maria Russell, Duchess of Bedford, pada 1840.

Di masa lampau, kalangan bangsawan makan siang pada pukul 12.00. Selanjutnya makan malam baru disajikan pada pukul 20.00.

Rentang jam makan yang panjang tersebut membuat Anna Maria Russell merasa lapar pada sore hari. Suatu ketika ia meminta teh, roti, dan mentega diantarkan ke kamarnya.

Sang duchess merasa segar kembali setelah minum teh dan menyantap kudapan. Hal ini kemudian menjadi kebiasaannya.

Anna Maria Russell mulai mengundang teman-temannya minum teh. Kebiasaan ini menular di kalangan bangsawan.

Tea time menjadi ajang sosial pada periode 1880-an. Kalangan atas dan sosialita di Inggris mengenakan pakaian seperti gaun, sarung tangan, dan topi saat afternoon tea, yakni sekitar pukul 16.00 sampai 17.00.

Afternoon Tea

Afternoon tea disebut juga low tea. Istilah ini merujuk pada meja pendek (coffee table) dan sofa pendek yang digunakan saat minum teh.

Di masa lampau, afternoon tea dilakukan oleh kaum bangsawan. Acara ini diadakan sekitar pukul 15.00 sampai 16.00.

Berbagai kue dihidangkan untuk menemani sajian teh, seperti scone, cake, pastry, sandwich, macaroons, dan lain-lain.

Teh yang digunakan berasal dari India atau Ceylon. Sementara itu perabotannya menggunakan keramik China.

Minum teh harus dilakukan secara elegan, tanpa memercikkan teh, membuat sendok dan cangkir berdenting, dan selalu memakai serbet. Menyantap camilan harus dilakukan perlahan-lahan, tanpa terlihat sebagai orang yang kelaparan.

Pada masa itu, seorang pria dan wanita dinilai dari caranya minum teh.

Walaupun begitu, penyajian afternoon tea di masa kini tergolong santai.

Kue-kue yang disajikan hanya biskuit dan cake. Teh yang digunakan umumnya hanya teh celup yang disajikan dalam cangkir biasa.

High Tea

Pada 1800-an, high tea merujuk pada kegiatan minum teh yang dilakukan kelas pekerja dan kalangan menengah ke bawah.

Di masa itu, kalangan pekerja tidak mendapat waktu istirahat makan siang. Mereka lalu minum teh sambil menyantap kudapan berat setelah jam kerja untuk menunda lapar.

Kudapan yang disajikan cukup berat, seperti pie, daging, roti, telur, dan lain-lain.

Sajian minum teh ini dihidangkan di meja makan, bukan meja pendek seperti afternoon tea. Maka dari itu, kegiatan minum teh ini disebut dengan high tea.

Belajar Bahasa Inggris: Syarat Sukses dalam Studi

Bagaimana, sudah semakin melanjutkan studi dalam bahasa Inggris? Agar kamu semakin fasih, ikuti Kursus Bahasa Inggris di Lister.

Di sini kamu akan diajari tutor-tutor ahli yang bersertifikat. Kamu dapat menentukan jumlah pertemuan sendiri sesuai kebutuhanmu. Daftar sekarang!