Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Pengaruh Belanda Terhadap Seni Indonesia, dari Kata Genie

seni genie

Tertarik dengan kebudayaan Belanda? Kamu bisa mulai mempelajari bahasanya. Caranya adalah dengan mengikuti Les Bahasa Belanda.

Sejarah panjang pendudukan Belanda di Tanah Air memengaruhi banyak aspek, termasuk dunia seni. Tahukah kamu pengaruh Belanda terhadap perkembangan seni di Indonesia? Simak penjelasannya berikut ini.

Arti Kata Seni

Kata seni diduga berasal dari beberapa bahasa. Pertama, bahasa Sansekerta seni yang berarti “persembahan, pelayanan, dan pemberian”.

Selanjutnya menurut Padma Puspita, kata seni berasal dari bahasa Belanda genie. Kata tersebut berarti genius dalam bahasa Latin.

Kata seni menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki beberapa arti, yakni (1) halus (tentang rabaan); kecil dan halus; tipis dan halus; (2) lembut dan tinggi (tentang suara); dan (3) mungil dan elok (tentang badan).

Pengaruh Belanda Terhadap Seni Indonesia

Masa pendudukan Belanda membawa banyak pengaruh terhadap bidang seni di Indonesia. Berikut beberapa di antaranya.

Seni Rupa

Pada masa kepemimpinan VOC, pemerintah Heeren XVII membuat peraturan setiap kapal yang melakukan ekspedisi ke Indonesia harus menyertakan juru gambar (teekenaars). Sejumlah pelukis Belanda datang ke Indonesia pada Perang Dunia II. Di antaranya Wolter Spies, Rudolf Bonnet, dan Nieuwenkamp.

Kedatangan mereka membawa berbagai aliran baru dalam seni lukis di Indonesia, seperti kubisme, ekspresionisme, surealisme, dan simbolisme.

Berbagai pelukis Tanah Air mulai bermunculan, antara lain Affandi, Raden Saleh, dan Basuki Abdullah.

Seni Bangunan

Kebudayaan Eropa banyak berpengaruh terhadap seni arsitektur. Berbagai bangunan benteng, istana, rumah, hingga bangunan gereja banyak yang terpengaruh gaya Eropa.

Beberapa di antara bangunan peninggalan masa kolonial tersebut kini difungsikan sebagai objek wisata, seperti Benteng Vredeburg dan Benteng Vastenburg.

Seni Kerajinan

Gubernur Jenderal Daendels pernah mengeluarkan kebijakan pengembangan kerajinan rakyat untuk membuat pakaian, topi, sabuk, sepatu, pakaian berkuda, dan tempat peluru untuk tentaranya.

Pemerintah Hindia Belanda turut mendirikan sejumlah sekolah pertukangan di Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Seni Sastra

Awalnya pemerintah Hindia Belanda hanya mengizinkan bangsa pribumi dari kalangan tertentu saja untuk mengenyam pendidikan.

Kesempatan ini dimanfaatkan kalangan terpelajar untuk mendorong pertumbuhan literasi. Contohnya dengan menerbitkan surat kabar berbahasa Melayu.

Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Balai Pustaka untuk mencetak naskah-naskah cerita rakyat, kisah kepahlawanan orang Belanda, cerita kuno Eropa, dan pada akhirnya menerbitkan roman-roman Indonesia.