Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Kenali TOEFL Prediction, Apa Bedanya dengan Tes Lain?

toefl prediction

Tes kemampuan bahasa Inggris jenis TOEFL mungkin sudah cukup akrab untuk beberapa orang. Sama halnya dengan jenis tes kemampuan bahasa Inggris lainnya, TOEFL digunakan sebagai tolak ukur atau pembuktian kemampuan penguasaan bahasa Inggris individu.

TOEFL memiliki beberapa jenis tes yang umum digunakan, yakni TOEFL PBT atau Paper-Based Test, TOEFL CBT atau Computer-Based Test, TOEFL IBT atau Internet-Based Test, TOEFL ITP atau Institutional Testing Program, serta TOEFL Prediction.

Apa bedanya TOEFL Prediction dengan jenis tes lainnya?

Mengenal TOEFL

Sebelum mengenal jenis-jenis TOEFL, ada baiknya memahami apa itu TOEFL.

TOEFL atau Test of English as Foreign Language adalah suatu tes untuk mengetahui seberapa jauh kita dalam memahami dan menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Tes ini berfungsi mengukur kemampuan bahasa Inggris secara individu.

TOEFL biasanya digunakan sebagai salah satu syarat pendaftaran beasiswa melanjutkan pendidikan ke luar negeri atau syarat melamar pekerjaan dengan instansi berlatar internasional.

Pemilik serta penyelenggara tes ini adalah ETS atau Educational Testing Service. ETS telah mengantongi copyright dari tes tersebut sejak didirikan pada tahun 1947 di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Sertifikat TOEFL yang diakui keresmiannya adalah yang mencantumkan logo dari ETS.

Di Indonesia, IIEF atau Indonesian International Education Foundation menjadi perwakilan dari ETS untuk melaksanakan program TOEFL. Dalam melaksanakan tes TOEFL, IIEF bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan di seluruh Indonesia. Seperti akademi, universitas, LPK, dan sejenisnya yang telah memenuhi persyaratan dari ETS.

Secara umum, TOEFL memiliki empat komponen utama, yaitu Listening, Writing, Reading, dan Speaking. Keempat komponen tes ini setidaknya memerlukan waktu 3 hingga 4 jam waktu pengerjaan.

belajar toefl online

Perbedaan Tes TOEFL Prediction

1. Kegunaan Tes

Sesuai namanya, TOEFL Prediction adalah jenis TOEFL yang dilakukan untuk memprediksi skor dan kemampuan bahasa Inggris sebelum melakukan TOEFL resmi. TOEFL Prediction seringkali disamakan dengan TOEFL ITP karena kemiripan sistem pengerjaan dan soal yang hampir serupa.

Kedua tes dapat dilakukan berulang kali apabila tidak mencapai skor yang diinginkan. Namun, adanya perbedaan biaya signifikan yang membuat TOEFL Prediction lebih ramah dan lebih membantu dibandingkan dengan TOEFL resmi.

2. Komponen Materi Tes

Soal-soal dalam TOEFL Prediction ini disusun dan dibuat dengan desain yang menyerupai dengan TOEFL resmi. Biasanya, penyelenggara TOEFL Prediction mengambil contoh soal atau meniru dari buku TOEFL, seperti ETS Powerprep, Barron, Longman, dan lain sebagainya.

Dalam TOEFL resmi, terdapat empat komponen soal.

Listening

Komponen ini berfungsi menguji kemampuan mendengar serta memahami bahasa Inggris. Dalam sesi Listening, cobalah mendapatkan ide dari keseluruhan situasi yang disebutkan dalam audio. Seperti siapa pembicaranya, siapa saja yang terlibat dalam percakapan, di mana percakapan dilakukan, dan mengapa mereka membicarakan hal tersebut.

Dalam sesi ini biasanya akan muncul beberapa pertanyaan, berikut contohnya.

  • What is the main topic of the lecturer?
  • What are the speakers mainly discussing?
  • Why does the professor ask?
  • Why is the student talking to?
  • What does the speaker imply about?

Reading

Komponen ini berfungsi menguji kemampuan memahami, menganalisis, dan menginterpretasi teks dengan berbagai topik dalam bahasa Inggris. Dalam komponen Reading, teks biasa berisi topik akademik atau topik umum yang banyak diketahui.

Untuk mengerjakan komponen Reading, ada baiknya membaca soal terlebih dahulu kemudian membaca teks untuk mencari jawaban. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan membaca teks terlebih dahulu. Bisa juga menggunakan teknik skimming (membaca cepat) dan berpaku pada informasi penting saja.

Structure and Written Expression

Komponen ini umumnya terdapat dalam TOEFL PBT. Dalam komponen ini terdapat 40 soal yang terdiri dari 15 soal structure berisi materi yang berhubungan dengan subjek dan predikat, participle, reduced sentence, conjunction, appositives, dan inversi.

Sementara itu 25 soal lainnya berupa written expression yang berisi materi tentang subjek, kata kerja, passive voice, parallel structure, comparatives, superlatives, kata sifat, kata benda, artikel, kata depan, kata ganti, serta kata keterangan. Dalam komponen ini, diberikan waktu 40 menit pengerjaan soal.

Writing

Dalam komponen ini peserta diminta menulis esai dengan 250 hingga 300 kata tentang topik sesuai ketentuan penyelenggara tes. Peserta diminta memahami dan dapat mengkreasikan esai dengan jelas, lugas, dan sesuai dengan topik yang ada. Pada komponen ini diberikan waktu 30 menit pengerjaan soal.

Speaking

Dalam komponen ini peserta diminta berpendapat mengenai topik yang telah disiapkan. Selain itu, peserta juga diminta membaca bacaan pendek, mendengarkan percakapan, serta menjawab pertanyaan yang mencakup informasi yang telah diberikan. Waktu tes komponen ini adalah 20 menit.

TOEFL Prediction hanya terdiri dari 3 komponen materi tes, yakni Listening, Reading dan Structure. Waktu pengerjaan soal jauh lebih pendek yakni sekitar 1,5 hingga 2,5 jam.

3. Biaya Tes

Terdapat perbedaan biaya yang cukup signifikan antara TOEFL Prediction dengan TOEFL pada umumnya. TOEFL Prediction hanya memakan biaya sekitar Rp50.000 hingga Rp250.000 untuk sekali tes. Hal ini sangat berbeda dengan TOEFL resmi yang memakan biaya Rp550.000 sekali tes.

Dengan harga yang cukup menguras kantong, biasanya peserta akan melakukan kursus atau belajar secara otodidak agar mendapatkan skor yang diinginkan. Tiap instansi atau institusi memiliki minimal skor kelulusan yang berbeda. Ada baiknya peserta mengerti minimal skor yang harus didapatkan dan belajar menguasai komponen tes sebelum menghadapi TOEFL resmi.

TOEFL Prediction juga menjadi salah satu upaya belajar dan praktik sebelum menghadapi TOEFL resmi. Dengan harga yang lebih terjangkau, peserta dapat mengambil tes beberapa kali hingga mendapat skor yang diinginkan.

Ada beberapa institusi dan instansi yang menerima sertifikat TOEFL Prediction. Jadi, peserta tidak harus melakukan TOEFL resmi. Hal ini harus dipastikan terlebih dulu oleh peserta selaku pihak yang harus memenuhi syarat.