Jenis Jenis Majas: Pengertian dan Contohnya, Menarik Dipelajari

Jenis Jenis Majas

Jenis jenis majas merupakan salah satu unsur penting dalam keindahan bahasa yang sering digunakan dalam karya sastra maupun percakapan sehari-hari

Pernahkah kamu membaca kalimat yang terasa begitu indah dan berkesan, padahal kata-katanya sederhana?

Rahasianya ada pada majas, yaitu gaya bahasa yang membuat tulisan lebih hidup dan bermakna.

Melalui artikel ini, kamu akan mengenal berbagai jenis majas beserta contohnya yang sering digunakan dalam sastra maupun kehidupan sehari-hari!


Belajar Berbagai Majas Indonesia, Lancar Komunikasi Bahasa Indonesia Melalui Program BIPA di Lister

Apa Itu Majas

Majas sebenarnya adalah cara bikin kalimat jadi lebih keren, indah, dan punya ‘rasa’. Jadi bukan cuma soal kata-kata, tapi juga tentang bagaimana kita menyampaikannya biar terdengar lebih hidup dan berkesan.

Dengan majas, hal yang biasa bisa jadi luar biasa dan tentunya bisa mengembangkan imajinasi pembaca.

Misalnya, daripada bilang “dia cepat sekali,” kamu bisa bilang “dia lari secepat kilat.” Lebih seru dan mudah dibayangkan, kan?

Nah, itu kekuatan majas bisa bikin tulisan atau ucapan jadi lebih ekspresif, penuh emosi, dan nggak monoton.

Tidak heran, majas sering dipakai di puisi, lagu, novel, atau bahkan di caption media sosial biar pesannya makin terasa untuk pembaca.

Jadi, penggunaan majas membantu menyampaikan emosi, suasana, dan pesan secara lebih ekspresif. Misalnya, alih-alih mengatakan “dia sangat marah,” seseorang bisa menggunakan majas dengan ungkapan “wajahnya merah membara seperti api.”

Kalimat tersebut terasa lebih kuat dan menggugah imajinasi pembaca.

Macam Macam Majas dan Contohnya

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk membuat kalimat lebih indah, hidup, dan berkesan. Dalam bahasa Indonesia, majas dibagi menjadi beberapa jenis utama, yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas penegasan, dan majas sindiran. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Majas Perbandingan

Majas Perbandingan adalah jenis majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal berbeda agar maknanya lebih kuat, jelas, atau indah.

Biasanya majas ini memakai kata pembanding seperti seperti, bagaikan, ibarat, laksana, atau bisa juga tanpa kata pembanding sama sekali.

Populer: 50 Nama Nama Pahlawan Nasional & Revolusi Indonesia

Tujuan dari majas perbandingan adalah membuat pembaca lebih mudah membayangkan sesuatu melalui perbandingan yang familiar, sehingga kalimat terasa lebih hidup dan ekspresif.

  • Majas Simile (Perumpamaan)
    Membandingkan dua hal yang berbeda dengan kata pembanding seperti seperti, bagaikan, ibarat, laksana.
    Contoh: Wajahnya bersinar seperti rembulan di malam hari.
  • Majas Metafora
    Membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata pembanding.
    Contoh: Dia adalah bintang di kelasnya.
  • Majas Personifikasi
    Memberikan sifat manusia kepada benda mati.
    contoh majas personifikasi: Mentari pagi tersenyum menyambut hari baru.
  • Majas Alegori
    Menggambarkan suatu hal melalui kiasan atau lambang yang berkesinambungan.
    Contoh: Kehidupan ini seperti roda yang terus berputar, kadang di atas, kadang di bawah.
  • Majas Asosiasi
    Menyamakan dua hal yang memiliki sifat serupa.
    Contoh: Ia terkenal sebagai harimau panggung karena keberaniannya.
  • Majas Hiperbola
    Melebih-lebihkan suatu kenyataan atau perasaan untuk menimbulkan kesan yang lebih kuat, dramatis, dan emosional. Majas ini sering digunakan dalam karya sastra, lagu, atau percakapan agar kalimat terasa lebih hidup dan ekspresif.
    Contoh: Tangisannya menggetarkan seluruh ruangan.

2. Majas Pertentangan

Majas Pertentangan adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan sesuatu dengan menonjolkan perbedaan, pertentangan, atau hal yang berlawanan makna di dalam kalimat.

Tujuannya adalah untuk menegaskan pesan, menciptakan kesan kontras, atau menimbulkan efek emosional tertentu dalam tulisan maupun percakapan.

Majas ini sering dipakai dalam karya sastra, pidato, atau percakapan sehari-hari agar maknanya terasa lebih kuat dan dramatis.

  • Majas Antitesis
    Menggabungkan dua kata yang berlawanan makna dalam satu kalimat.
    Contoh: Tua muda, kaya miskin, semua hadir di acara itu.
  • Majas Paradoks
    Menunjukkan pertentangan antara kenyataan dengan hal yang diungkapkan.
    Contoh: Di tengah keramaian kota, ia merasa kesepian.
  • Majas Litotes
    Mengungkapkan sesuatu dengan merendahkan diri, biasanya sebagai bentuk kesopanan.
    Contoh: Silakan menikmati hidangan sederhana ini.

Baca juga: 10 Contoh Puisi Tentang Pendidikan, 1 sampai 4 Bait!

3. Majas Penegasan

Majas Penegasan adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menekankan atau memperkuat suatu maksud, ide, atau perasaan agar pesan yang disampaikan lebih jelas, kuat, dan mudah diingat oleh pembaca atau pendengar.

Tujuan dari majas ini adalah membuat kalimat terasa lebih tegas, meyakinkan, dan memiliki daya tarik emosional. Biasanya digunakan dalam pidato, karya sastra, atau tulisan yang ingin menimbulkan kesan mendalam.

  • Majas Repetisi
    Pengulangan kata atau frasa untuk menegaskan makna.
    Contoh: Kita harus terus belajar, belajar, dan belajar.
  • Majas Pleonasme
    Penggunaan kata berlebih untuk memperjelas makna.
    Contoh: Ia turun ke bawah dari tangga.
  • Majas Klimaks
    Menyusun ide dari tingkat rendah ke tinggi.
    Contoh: Anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut serta dalam lomba itu.
  • Majas Antiklimaks
    Menyusun ide dari tingkat tinggi ke rendah.
    Contoh: Presiden, menteri, dan rakyat biasa hadir dalam upacara tersebut.

4. Majas Sindiran

Majas Sindiran adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir, mengkritik, atau menegur seseorang atau suatu keadaan dengan cara halus, tajam, atau bahkan kasar, tergantung jenisnya.

Tujuan majas ini adalah menyampaikan pesan atau kritik tanpa harus menyatakannya secara langsung, sehingga terdengar lebih kreatif dan berkesan.

Majas sindiran sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, karya sastra, atau media sosial untuk menyampaikan pendapat dengan cara yang lebih halus dan cerdas.

  • Majas Ironi
    Mengungkapkan sesuatu dengan maksud yang berlawanan dari kenyataan.
    Contoh: Wah, rapih sekali mejamu, sampai berdebu tebal begitu.
  • Majas Sinisme
    Sindiran yang lebih langsung dibanding ironi.
    Contoh: Kamu ini pintar sekali, sampai-sampai salah terus.
  • Majas Sarkasme
    Sindiran yang bersifat kasar dan menyakitkan.
    Contoh: Kalau otakmu dipakai, mungkin hasilnya nggak begini.

Dengan memahami tiap jenisnya, kamu bisa lebih mudah mengenali keindahan bahasa sekaligus menggunakan majas dengan tepat dalam tulisan atau percakapan sehari-hari!

Jenis Jenis Majas
Jenis Jenis Majas

Contoh Jenis Jenis Majas Utama

Berikut adalah contoh-contoh penggunaan majas dalam satu paragraf bacaan yang bisa kamu pelajari.

1. Majas Perbandingan

Pagi itu terasa begitu menenangkan. Mentari tersenyum lembut di ufuk timur, seolah menyapa setiap insan yang terbangun dari tidur. Burung-burung bernyanyi bagaikan orkestra alam, mengiringi langkahku menuju hari yang baru. Udara yang sejuk seperti embun yang menari di dedaunan membuatku yakin, hari ini akan penuh semangat dan harapan.

2. Majas Pertentangan

Di tengah keramaian kota yang bising, aku justru merasa sendiri. Orang-orang berjalan terburu-buru, mengejar waktu, tapi hatiku diam dalam sepi. Gedung-gedung tinggi berdiri megah, namun di balik keindahan itu tersimpan kehampaan yang tak terlihat. Aku tersenyum pada dunia, meski di dalam dada, ada duka yang pelan-pelan tumbuh menjadi sunyi.

3. Majas Penegasan

Kita harus berjuang, berjuang, dan terus berjuang demi masa depan yang lebih baik. Tidak ada hasil tanpa usaha, tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan. Setiap langkah kecil adalah bagian dari impian besar. Dari bangun pagi, belajar dengan tekun, hingga berani mencoba hal baru, semuanya adalah bentuk perjuangan menuju sukses.

4. Majas Sindiran

“Wah, rajin sekali kamu datang!” ucap Ibu Guru dengan nada lembut namun bermakna tajam, melihat Riko yang baru muncul saat jam pelajaran hampir selesai. Teman-temannya tertawa kecil, sadar bahwa kata-kata itu bukan pujian, melainkan sindiran halus agar Riko tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Masing-masing paragraf di atas menunjukkan bagaimana majas membuat bahasa menjadi lebih hidup, indah, dan penuh makna.

Dari perbandingan yang lembut hingga sindiran yang halus, majas membantu kita menyampaikan emosi dan pesan dengan cara yang lebih menarik dan berkesan.

Untuk kamu: Pidato Bahasa Indonesia tentang Kebersihan Singkat

Lancar Membaca dan Menulis Bahasa Indonesia, Belajar BIPA di Lister

Kursus BIPA Online di Lister bukan hanya soal memahami tata bahasa dan kosakata, tapi juga tentang mengenal budaya Indonesia termasuk dalam penulisan majas bahasa Indonesia secara lebih dalam.

Kamu juga bisa memilih jadwal belajar yang fleksibel sesuai waktu dan kebutuhanmu. Tak hanya itu, tersedia berbagai level kelas mulai dari pemula hingga mahir sehingga kamu bisa belajar sesuai kemampuan.

Melalui kelas online yang nyaman dan materi yang menarik, proses belajar akan terasa ringan dan menyenangkan.

Di akhir program, kamu akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti kemampuan berbahasa Indonesia. Konsultasikan kebutuhanmu sekarang juga melalui Whatsapp!

Sumber gambar sampul: freepik

Share:

Picture of Aditya
Aditya

Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.
Next On

Related Posts