
DELE vs SIELE merupakah Spanish Proficiency test yang sama-sama diakui secara internasional, namun keduanya memiliki tujuan dan target peserta yang berbeda. Mungkin, DELE terasa lebih akrab di telinga masyarakat Indonesia. Namun, tidak ada salahnya untuk menambah pengetahuan kita tentang tes SIELE. Berikut artikel DELE vs SIELE selengkapnya.
Perbedaan DELE VS SIELE
Tes DELE (Diploma de Español como Lengua Extranjer) dikelola oleh Insituto Cervantes di bawah naungan Kementrian Pendidikan, Budaya, dan Olahraga Pemerintah Spanyol sebagai tes berstandar internasional yang mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa Spanyol sebagai bahasa asing atau bahasa kedua. Sertifikat tes DELE berlaku seumur hidup dan telah terkonsolidasi sejak kemunculan awalnya di tahun 1989. Tes DELE diujikan dengan metode paper based test dan para peserta akan mendapatkan hasil tes pada maksimal H+3 bulan sejak tanggal tes. Beberapa jenis materi dalam tes DELE di antaranya adalah membaca, menulis, berbicara, dan menulis. Peserta tes wajib memilih level ujian dari A1 hingga C1 sesuai level CEFR Eropa sebelum mengikuti ujian. Peserta ujian DELE juga akan mendapatkan sertifikat elektronik maupun dalam bentuk hardcopy yang akan dikirim melalui pos. Untuk kandidat yang telah lolos dalam tes DELE, mereka akan mendapatkan Ijazah DELE.
Tes SIELE (Servicio Internacional de Evaluación de la Lengua Español) merupakan tes kecakapan bahasa Spanyol yang ditujukan bagi pemuda maupun siswa dewasa yang menggunakan bahasa Spanyol sebagai bahasa asing, bahasa kedua, dan bahkan sebagai penutur asli. Tes SIELE diselenggarakan, dipromosikan, dan didukung oleh Cervantes Institute, the National Autonomous University of Mexico, Universidad de Buenos Aires dan University of Salamanca. Perbedaan utama tes DELE vs SIELE terletak pada penekanan materi tesnya. Tes Siele menekankan pada berbagai variasi bahasa Spanyol yang digunakan di beberapa wilayah. Sedangkan, pada tes DELE, variasi bahasa Spanyol hanya muncul pada level ujian B1 saja.
Sama seperti tes DELE, Tes SIELE terdiri dari 4 sub tes meliputi Mendengarkan, Membaca, Menulis, dan Bericara. Namun, pada tes Siele ke-empat section tersebut dapat diambil secara terpisah atau parsial untuk mengukur skill bahasa tertentu. Berbeda dengan tes DELE yang memang satu paket tes berisi keempat aspek bahasa.
Berikut ini perbedaan tes DELE vs Siele jika ditampikan dalam tabel.
| Subjek Perbandingan | DELE | Siele |
| Tahun Awal | 1989 | 2016 |
| Asal | Spanyol | Spanyol, Mexico, Argentina |
| Masa Berlaku | Selamanya | 5 Tahun |
| Pengakuan Internasional | Berlaku internasional, baik di tingkat sekolah, universitas, hingga bisnis. | Berlaku di negara-negara dalam sistem SICELE |
| Peserta Tes | Penutur bahasa Spanyol sebagai bahasa asing (foreign language), sebagai bahasa kedua (tingkat sekolah, remaja, dan dewasa) | Penutur bahasa Spanyol sebagai bahasa asing, bahasa kedua, dan bahasa ibu untuk remaja serta dewasa |
| Metode Tes | Paper Based Test, tersedia pula opsi tes untuk disabilitas | Secara full online |
| Lokasi tes | Lebih dari 900 lokasi tes di lebih dari 100 negara di 5 benua | Lebih dari 500 lokasi tes |
| Level Ujian | Peserta dewasa A1-C2 Usia sekolah A1-B1 | Tersedia untuk menguji level bahasa Spanyol dari A1-C1 |
| Hasil Ujian | Lulus/tidak lulus pada level ujian yang dipilih (A1 s.d. C2) | Berdasarkan poin dalam rentang skor 1000 sesuai level CEFR |
| Jenis Sertifikat | Sertifikat digital dan ijazah bagi siswa yang lulus ujian | Sertifikat ujian seluruh tes maupun parsial sesuai bagian tes yang diambil |
| Pengumuman Hasil Ujian | Maks. H+3 bulan | Maks. H+3 minggu |
Kesimpulan Perbedaan DELE vs SIELE
DELE digunakan oleh calon mahasiswa internasional sebagai syarat untuk dapat masuk ke universitas di Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol. Tak hanya itu, tes DELE juga berterima dalam bidang bisnis dan pekerjaan. Tes DELE memang lebih terkenal dibandingkan dengan tes SIELE karena telah ada sejak puluhan tahun silam.
Di sisi lain, SIELE digunakan secara khusus untuk mengevaluasi kemampuan bahasa Spanyol dengan jenis ujian yang bisa diambil per bagian (tidak harus mengambil semua aspek ujian seperti membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara). SIELE juga telah diterima secara luas di lebih dari 88 universitas di 22 negara. Hanya saja, beberapa universitas cenderung lebih menerima sertifikat DELE dibandingkan SIELE karena dapat dikatakan bahwa SIELE masih tergolong sebagai tes baru.
Temukan Tempat Kursus DELE dan SIELE Terbaik!
Mengejar impian untuk studi lanjut ke Spanyol memang perlu disiapkan matang-matang. Tidak cukup dengan keinginan, universitas di Spanyol juga mensyaratkan sertifikat keahlian berbahasa Spanyol sebagai acuan kemampuan kamu dalam beradaptasi di lingkungan akademik dan sosial di Spanyol.
Baik DELE maupun SIELE, keduanya sama-sama berguna dan sama-sama menjadi pilihan yang baik untuk kamu. Hanya saja, metode dan pembaruan lebih terlihat pada tes SIELE yang diselenggarakan secara online, jadwal fleksibel, dan hasil lebih cepat.
Lister siap membantu kamu untuk memperdalam kemampuan berbahasa Spanyol dan mengerjakan tes DELE maupun SIELE dari level pemula, menengah, hingga advanced. Kamu juga bisa sharing kesulitanmu belajar tes bahasa Spanyol dengan Tutor Lister yang berpengalaman! Ikuti kelasnya secara online, temui tutor pengajar, dan bersiaplah untuk lolos tes bahasa Spanyol sesuai level yang kamu harapkan!
Hubungi Admin Lister melalui WhatsApp atau kunjungi website resminya di lister.co.id/programs/spanyol. Semoga suskes ya!



