Cara Melatih Kemampuan Listening Untuk Tes IELTS [Terbaru]

Cara Melatih Kemampuan Listening Untuk Tes IELTS [Terbaru]

lister.co.id – Mungkin saat ini kamu sedang bertanya-tanya bagaimana caranya bisa mendapatkan nilai skor listening yang maksimal, sedangkan mendengar percakapan bahasa Inggris saja gugup? Jika betul demikian, artikel kali ini pas untuk kamu, fellas. Yuk disimak penjelasan cara melatih kemampuan mendengarkan percakapan bahasa Inggris sekarang!

Baca juga: Fakta Fakta Menarik Tentang Test IELTS

Sesulit apa sih Listening test itu?

Beratnya tes IELTS sudah menjadi rahasia umum, begitu pula modul listening. Kamu diharuskan menjawab 40 pertanyaan dari 4 rekaman. Rekaman hanya akan diputar sekali. Pertanyaan yang tersedia mencakup melengkapi kalimat, melengkapi kesimpulan, melengkapi bentuk dan pilihan ganda.

Tidak memahami percakapan adalah hal yang lumrah, akan tetapi kamu harus segera fokus kembali atau kamu akan melewatkan semua pertanyaan setelahnya. Jika benar terjadi, akibatnya sangat fatal. Dengan demikan, memahami cara mengikuti sebuah percakapan merupakan hal penting, bahkan jika kamu melewatkan sesuatu namun tetap bisa mengikuti percakapan lanjutan untuk menjawab pertanyaan selanjutnya.

Kamu juga diharapkan mampu memahami jenis informasi yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan tergantung dari jenis pertanyaan. Apakah informasi itu berupa angka, nama, atau alamat?

Bentuk-bentuk dan struktur IELTS Listening Test

Bagian listening dari IELTS meminta peserta untuk mendengarkan rekaman CD yang berisikan rekaman suara dari native speaker, dan meminta peserta untuk menjawab soal sesuai dengan rekaman yang mereka dengar.

Para pembicara dalam audio CD akan berbicara menggunakan salah satu aksen Amerika, Inggris, Australia atau Selandia Baru.

Bagian listening berdurasi sekitar 30 menit, dan diadakan di hari yang sama dengan tes reading dan writing. Peserta juga akan diberikan 10 menit tambahan untuk menuliskan jawaban ke kertas jawaban. Peserta akan diberikan waktu untuk membaca soal terlebih dahulu, dan memeriksa jawaban yang ditulis.

Bagian 1 Umumnya merupakan percakapan antara 2 orang dalam kehidupan sosial sehari-hari (misalnya percakapan saat mencari tempat tinggal). 

Bagian 2: Monolog dalam konteks kehidupan sosial. Bagian ini bertujuan untuk menguji pengertian kamu dalam menangkap pendapat atau emosi pembicara (misalnya pidato tentang fasilitas lokal).

Bagian 3: Percakapan antara maksimum 4 orang dalam situasi yang berhubungan dengan pembelajaran (misalnya diskusi antara dosen dengan muridnya mengenai tugas yang diberikan, atau sekelompok pelajar yang sedang mendiskusikan projek penelitian mereka).

Bagian 4: Monolog mengenai topik akademik (misalnya perbincangan kuliah oleh dosen).

Baca juga: Wajib Tahu! Pentingnya Kemampuan Mengatur Waktu dalam Tes IELTS dan TOEFL (Bagian 1)

Contoh Soal dari IELTS Listening Test

Jenis pertanyaan dalam tes Listening IELTS berbasis komputer tidak berbeda dibandingkan pada tes di atas kertas:

  • Pilihan Ganda
  • Mencocokkan atau memberi label pada Rencana/Peta/Diagram
  • Pengisian Formulir
  • Melengkapi Catatan
  • Melengkapi Tabel
  • Melengkapi Diagram-alir
  • Melengkapi Ringkasan
  • Melengkapi Kalimat
  • Pertanyaan dengan Jawaban Singkat

Masing-masing jenis pertanyaan tersebut dapat muncul dalam salah satu dari keempat komponen tes IELTS.

Tips Melatih Kemampuan Listening Menjadi Semakin Tajam

  1. Perbanyak exposure bahasa Inggris

Karena ini adalah tentang Listening, maka tidak ada cara yang lebih ampuh selain berusaha meningkatkan kemampuan Listening Bahasa Inggris secara general. Ini berarti kamu perlu melatih diri untuk mendengarkan Bahasa Inggris bukan saja terikat pada materi-materi tes saja. Kamu dapat meningkatkan kemampuan Listening secara general dengan mendengar dari konteks lain, seperti video di YouTube, film, musik, hingga percakapan langsung dengan orang yang menggunakan Bahasa Inggris.

Baca juga: TOEFL Simulation Test pt.1 – Contoh Soal TOEFL iBT

Dengan meningkatkan kemampuan Listening secara general, kamu akan semakin terbiasa dengan Bahasa Inggris itu sendiri. Dengan begitu, kamu akan dapat memperkaya kosakata dan istilah-istilah Bahasa Inggris. Kamu juga akan terbiasa mendengarkan berbagai aksen dan pelafalan Bahasa Inggris yang mungkin muncul dalam tes. Hal ini tentunya akan sangat membantu kamu dalam memahami konteks yang didengarkan dalam Listening Test.

2. Gunakan Audio Script Untuk Meningkatkan Kemampuan Listening

Jika kamu adalah salah satu mereka yang kesulitan memahami percakapan bahasa Inggris, mulai sekarang berlatih mempelajari pengucapan dan artikulasi yang tepat dalam audio, menggunakan audio script yuk!

Selain itu, kamu juga bisa berlatih mendengarkan audio sambil membacakan tulisannya keras-keras agar mengetahui seberapa akurat pengucapan kamu dan mengetahui seberapa jauh kamu memahami kosakata tersebut. Read them loudly!

3. Lakukan Beberapa kali Simulasi Tes

Sebelum benar-benar mengikuti Listening Test, kamu dapat melatih diri dengan melakukan latihan simulasi ujian tersebut. Lakukanlah seperti kamu sedang benar-benar mengikuti tes Bahasa Inggris tersebut, dengan membuat kondisi yang sama dengan kondisi saat ujian. Mulai dari waktu pengerjaan, tempat kamu mengerjakan, dan lain sebagainya. Tujuannya apa? Ya, supaya kamu tidak mudah gugup fellas dan terbiasa dengan ritmenya.

Baca juga: IELTS Prediction

Oya, kamu juga bisa mendaftar di kelas IELTS dari Lister, dimbing oleh tutor-tutor profesional loh. Klik di sini: Kursus Ielts Online

Sampai jumpa di pembahasan berikutnya ya fellas!

Melatih Kemampuan Reading di Tes IELTS [Ter-Lengkap]

Melatih Kemampuan Reading di Tes IELTS [Ter-Lengkap]

lister.co.id – Sebagai seorang pemburu beasiswa, kamu pasti tidak asing lagi dengan tes yang satu ini fellas? Apa lagi kalau bukan tes IELTS, salah satu tes yang mungkin saat ini sedang kamu perjuangkan. Oya, sudah sampai mana progress belajarnya? Artikel kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara melatih kemampuan reading skill sehingga akan menunjang skor akhir tes IELTS nanti. Yuk disimak!

Sebenarnya, apa sih tujuan dari IELTS Reading Test?

Tujuannya adalah untuk menilai seberapa baik cakupan keterampilan kamu saat membaca tulisan dalam Bahasa Inggris. Teknik yang diuji dapat berupa kemampuan membaca untuk mencari pengertian secara umum, mencari ide pokok, mencari rincian, memahami kesimpulan dan makna tersirat, mengikuti jalannya argumentasi, hingga mengetahui arah opini, sikap, atau tujuan dari sang penulis konten.

Konten IELTS Reading dapat berupa jenis-jenis bacaan berbeda yang diambil dari buku, jurnal, majalah, atau koran dengan panjang keseluruhannya mencapai 2.150-2.750 kata. Tidak perlu kemampuan khusus untuk memahami teks bacaan IELTS Reading dan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Jika kamu membaca dengan teliti, kamu dapat menemukan seluruh jawabannya dalam teks bacaan tersebut. Jika ada istilah teknis tertentu yang tidak luas dikenal, akan dicantumkan daftar istilah untuk membantu pemahaman kamu.

Secara umum, kamu akan diuji untuk membaca dengan cepat, efisien, dan menyelesaikan 40 soal tes dalam alokasi waktu yang tepat. Peserta tes IELTS Reading memiliki waktu 60 menit untuk mengerjakan tes, baik untuk modul Academic maupun General Training.

Pengalaman ujian Reading dapat bervariasi, tergantung dari pilihan modul yang mau di ambil, serta apakah kamu memilih mengerjakan IELTS Computer-delivered yang berbasis komputer, ataukah IELTS Paper-based secara tertulis dengan kertas dan pensil.

Terdapat beberapa perbedaan dan juga kesamaan tes Reading antara IELTS Academic dan IELTS General Training

Hal-Hal yang harus diketahui terkait IELTS Reading Test

Sistem penilaian bernilai satu poin (40 poin secara keseluruhan) kemudian poin-poin tersebut akan diubah menjadi 9 band IELTS.

TIPS UNTUK MENGERJAKAN TES READING

Banyak-Banyak Membaca

Dengan banyak membaca, kamu akan semakin terbiasa dan lebih percaya diri dalam membaca dan memahami bacaan dalam Bahasa Inggris. Tujuan dari ujian reading ini tidak meminta peserta untuk mengetahui setiap kosakata atau mengerti setiap kalimat dalam bacaan, tetapi kemampuan untuk memilah dan menggunakan informasi dalam bacaan untuk menjawab soal. Jadi cara terbaik untuk dapat meraih skor tinggi adalah banyak-banyak membaca dan berlatih soal-soal dari contoh tes reading IELTS.

Heading + First Sentence = Full Passage

If the first sentence is very short, for example, less than one line of your sheet, then you will read first two sentences.

Dari sini kita bisa tarik sebuah strategi bahwa daripada membaca teks secara keseluruhan dengan cepat, lebih baik baca dan pahami dengan baik Headline dan kalimat pertama setiap paragraf.

The Ultimate Match Making

Setiap pertanyaan selalu memiliki kata kunci yang bisa digunakan untuk mencari jawaban. Jadi, bahkan sebelum kamu mencari jawaban, cobalah mencari kata kunci dari sebuah pertanyaan yang diajukan.

Contoh Keyword: tanggal, waktu, tempat, nomor, dan nama.

Nah, ketika kamu sudah menemukan kata kuncinya, baca pertanyaanya lagi.

Kemudian, jangan lupa bacalah satu kalimat sebelum keyword, ketika ada keyword, dan setelah keyword.

Ada kosakata yang tidak dimengerti, harus bagaimana?

Jangan panik! Dikarenakan tidak semua kosakata mempengaruhi jawaban, cobalah untuk menebak arti kosakata yang tidak dimengerti dari konteks bacaan atau kalimat – seperti apakah itu adalah kata benda atau kata kerja. Pada umumnya, soal-soal akan memberikan petunjuk untuk mencari jawaban. Cari dan perhatikan sinonim atau parafrase dari jawaban yang telah ada dalam bacaan.

Satu hal yang perlu diingat, waktu yang terbatas dalam megerjakan tes reading ini akan meuntut kamu untuk memiliki strategi tersendiri. Oleh sebab itu, jangan membaca seluruh teks tapi baca seperlunya.  Fokuslah pada kalimat pertama dan kalimat terakhir setiap paragraf untuk mengerti konten paragraf.

Baca juga artikel lainnya yuk!

Student’s Story: Ikut IELTS Private Class, Makin Paham Bahasa Inggris

Student’s Story: Ikut IELTS Private Class, Makin Paham Bahasa Inggris

lister.co.id – Hi fellas! Apakah kamu saat ini sedang mencari kursus IELTS? Yuk simak cerita saya mengambil kelas IELTS private class di Lister, siapa tahu bisa menambah insight kamu.

Nama saya Han Philiana, seorang mahasiswi semester 7 Universitas Telkom. Di sini saya akan bercerita mengenai pengalaman saya belajar di kelas IELTS Lister secara private.

Ambil kelas IELTS, buat apa sih?

Mengambil kelas IELTS tidak melulu untuk persiapan kuliah ke luar negeri kok, tapi bisa juga untuk menyiapkan general training saat memasuki dunia kerja. Nah, karena saat ini saya masih sibuk mengerjakan proposal dan tugas akhir, saya pun gak mau kalah untuk menyiapkan diri setelah lulus nanti. Oleh karena itu, saya pilih belajar IELTS.

Kenapa mengambil kelas private dan bukan reguler?

Sebagai informasi saja ya, kelas private ini cocok bagi mereka yang memiliki kesibukan lain dan menginginkan waktu yang lebih fleksibel sekaligus lebih fokus.

Lalu, seperti apa sih kegiatan belajarnya?

Jadi kita diberi modul pembelajaran, setelah itu tutor menjelaskan materi dan memberikan soal-soal latihan, sehingga kita akan semakin paham dan mengerti. Tak perlu khawatir! Tutor yang komunikatif akan sangat membantu kok.

Ketika mengikuti kelas IELTS ini, saya dibimbing oleh tutor IELTS, kak Aan. Keren euy! Meskipun level kemampuan bahasa Inggris saya masih di level intermediate dan ini pertama kali belajar IELTS, namun tutornya sangat bagus dalam menjelaskan materi speaking, writing, listening, dan reading. Jadinya makin paham dan pas banget sama apa yang saya cari.

Tambahannya, ada tips dan triknya juga setiap selesai satu section. Sekarang, setelah belajar IELTS, jadi semakin paham dengan jatuh cinta dengan bahasa Inggris.

Oya, sedikit bocoran dari kelas, tips untuk meningkatkan kemampuan reading adalah banyak membaca artikel bahasa Inggris per hari minimal 2 artikel bisa melalui buku barons atau internet misalnya, the Jakarta Post.

Semoga artikel ini membantu ya. Terima kasih Lister!

Wajib Tahu! Pentingnya Kemampuan Mengatur Waktu dalam Tes IELTS dan TOEFL (Bagian 1)

Wajib Tahu! Pentingnya Kemampuan Mengatur Waktu dalam Tes IELTS dan TOEFL (Bagian 1)

lister.co.id – Memang pengetahuan dalam berbahasa Inggris itu berperan sangat penting agar kita bisa meraih nilai IELTS dan TOEFL yang tinggi. Tapi, tahu tidak sih kalau selain pengetahuan, ada hal lain yang sama pentingnya biar nilai TOEFL dan IELTS mu tinggi. Apa itu? Time Management atau kemampuan mengatur waktu.

Baca juga: Kursus TOEFL

Banyak yang menganggap kemampuan mengatur waktu itu hanya skill yang dibutuhkan oleh teman-teman yang suka merencanakan sesuatu, padahal semua orang harus bisa loh mengatur waktu. Kemampuan mengatur waktu yang benar bisa membantu kamu work smarter not harder, jadi kamu bisa mengerjakan lebih banyak hal dengan waktu yang lebih sedikit. Nah, time management ini tidak hanya dibutuhkan untuk mengatur alokasi waktu antar aktifitas, misal mengerjakan esai A dan belajar untuk ujian B, tetapi juga manajemen waktu saat ujian berlangsung. Kemampuan ini tentunya sangat penting untuk tes-tes dengan batas waktu seperti IELTS dan TOEFL.

Baca juga: Kenapa Mendaftar IELTS?

Nah, sebelum masuk ke ujiannya sendiri, ada beberapa hal  yang kamu persiapkan, yaitu:

  • Biasakan diri dengan bentuk soal IELTS maupun TOEFL lewat tes-tes percobaan seperti IELTS simulation test, TOEFL preparation test, ataupun tes-tes online yang bisa kamu akses secara gratis.
  • Pastikan kamu mengukur waktumu saat selesai mengerjakan satu bagian, dicatat waktu dan hasilnya. Lalu, bandingkan dengan hasil catatan waktu dan nilaimu dites berikutnya.
  • Persiapkan dirimu sebelum mengikuti tes dengan menyiapkan topik-topik seperti teknologi, pendidikan, pariwisata, dan lingkungan. Perbanyak riset dan membaca hal-hal yang berhubungan dengan topik-topik yang sering diujikan IELTS atau TOEFL.

Kalau kamu sudah berhasil melakukan hal-hal tadi, ini saatnya kamu belajar manajemen waktu saat IELTS dan TOEFL.

Baca juga: Belajar IELTS Dengan Cara yang Menyenangkan

Manajemen waktu IELTS

Listening Section

  • 40 pertanyaan, 4 bagian, 30 menit. Bagian pertama dan ketiga, akan ada 2 pembicara, sementara bagian kedua dan keempat memiliki 1 pembicara. Perhatikan pergantian antara pembicara satu dengan yang lain dalam dialog 2 orang. Bagian terakhir akan lumayan sulit karena materinya adalah materi kuliah.
  • Setiap akhir sesi/bagian, kamu akan diberikan beberapa menit untuk mempersiapkan diri. Gunakan waktu ini sebaik mungkin, jangan mencoba membaca semua hal tapi bacalah bagian-bagian kosong yang akan membantu untuk mencari kata-katanya di rekaman.
  • Identifikasi pertanyaan dan kata kunci dari pertanyaan pilihan ganda. Perhatikan angka, nama, dan kejadian penting. Hal-hal ini akan membantu kamu mengetahui apakah pembicara direkaman sudah melewati bagian-bagian tertentu atau belum. Intinya, hal-hal ini bisa menjadi panduan dalam Listening.
  • Lihat sekilah diagram, peta dan grafik.  Perhatikan judul dan kata kunci, serta ingat detail yang ada di sumbe X dan Y.
  • Setelah semua rekaman selesai, kamu akan diberikan waktu 10 menit untuk memindahkan jawabanmu ke lembar jawaban.

Reading Section

  • 40 pertanyaan, 3 bagian, 60 menit. Tingkat kesulitan semakin meningkat di tiap bagian. Kamu harus tahu bagaimana cara membagi waktu yang dialokasikan untuk tiap bagian. Bacaan pertama: 15 menit, bacaan kedua: 20 menit, bacaan ketiga: 25 menit.
  • Di tiap bacaan, berikan waktu 3-5 menit untuk mencari kesalahan dan mengecek apakah kamu sudah memasukkan jawabanmu yang benar.
  • Berikan waktu 5-7 menit untuk mengerti tentang apa bacaan tersebut. Temukan ide pokok tiap paragraf dan tulis ringkasan pendek dari setiap paragraf di sebelahnya.
  • Garis bawahi kata-kata kunci karena ini akan mempersingkat waktumu mencari jawaban selagi mengerjakan soal
  • Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu di satu soal, jika kamu tidak menemukan jawabannya, langsung pindah ke pertanyaan lain. Sebagai patokan, 1 soal maksimal kamu kerjakan selama 90 detik.

Writing Section

  •  2 tugas, 20 menit dan 40 menit. Bagian pertama biasanya adalah menulis surat atau deskripsi grafik yang diberikan waktu 20 menit. Bagian kedua adalah menulis esai dalam waktu 60 menit.
  • Untuk bagian 1, alokasikan waktu 3 menit untuk merencanakan/membuat kerangka penulisan, 15 menit untuk menulis dan 2 menit untuk memeriksa kembali apa yang sudah kamu tulis.
  • Karena bagian 1 hanyalah penulisan deksriptif, catat persis apapun yang kamu lihat.
  • Untuk bagian 2, alokasikan 5-7 menit untuk membuat kerangka penulisan, 30 menit untuk menulis, dan 3-5 menit untuk mengecek jawabanmu.
  • Saat merencanakan kerangka penulisan, pikirkan dan catat hal-hal penting apa yang akan kamu tulis untuk mendukung atau menolak topik tersebut.

Speaking Section

  • 11-14 menit, 3 bagian/sesi. Bagian pertama 4-5 menit, bagian kedua 3 menit, dan bagian ketiga 4-5 menit.
  • Bagian pertama kamu akan ditanya oleh penguji mengenai dirimu sendiri dan topik-topik yang berhubungan seperti keluarga, pekerjaan, studi, dan hobi/minat.
  • Bagian kedua kamu akan diberikan kartu dan penguji akan meminta kamu membicarakan sebuah topik. Kamu akan diberikan waktu 1 menit untuk bersiap-siap dan sampai 2 menit untuk berbicara. Setelah itu, penguji akan menanyakan 1-2 hal tentang topik ini untuk menutup sesi.
  • Bagian ketiga adalah sesi tanya jawab untuk topik dibagian kedua. Pertanyaan akan seputar konsep abstract dari topik tersebut dan pengembangannya.
  • Pastikan kamu tidak bertele-tele. Langsung ke inti yang mau kamu katakan tetapi jangan sampai kamu tidak mengucapkan cukup kata untuk memenuhi waktu-waktu tadi. Jangan sampai ada jeda yang terlalu lama juga ya.

Baca juga: Kursus Ielts Online

Nah, itu dia beberapa hal yang bisa kamu jadikan panduan dalam mengerjakan IELTS. Kesimpulannya, kamu harus punya rencana dan pembagian waktu yang matang saat mengerjakan soal IELTS. Tidak mau kan kalau gara-gara pembagian waktu yang tidak benar kamu jadinya tidak menjawab beberapa soal? Selain itu, pastikan selalu datang lebih awal dari waktu tes agar kamu punya waktu untuk mempersiapkan diri dan menenangkan pikiran.

Bagaimana dengan TOEFL? Akan ada di artikel selanjutnya ya, karena artikel ini akan jadi panjang sekali kalau disatukan. Semoga bermanfaat!

Pentingnya Kemampuan Mengatur Waktu dalam Tes IELTS dan TOEFL (bagian 2)

Pentingnya Kemampuan Mengatur Waktu dalam Tes IELTS dan TOEFL (bagian 2)

lister.co.id – Seperti yang sudah kita bahas di artikel kemarin, manajemen waktu itu sama pentingnya dengan pengetahuan berbahasa Inggrismu dalam mengerjakan tes-tes bahasa Inggris seperti IELTS dan TOEFL. Tentu saja, kamu tidak akan bisa sukses membagi waktu mengerjakan bagian-bagian tes kalau pengetahuanmu masih terbatas, tapi strategi pembagian waktu akan sangat berguna biar pengetahuanmu tidak sia-sia.

Baca juga: Panduan Test Toefl Dan IELTS

Kalau diartikel kemarin kita sudah membahas tentang strategi pembagian waktu IELTS, sekarang kita akan membahas soal TOEFL. Kembali lagi, ada beberapa persiapan yang perlu kamu lakukan agar manajemen waktumu maksimal, yaitu:

  • Ikuti kelas-kelas persiapan, tes-tes percobaan seperti IELTS simulation test, TOEFL preparation test, ataupun tes-tes online yang bisa kamu akses secara gratis untuk membuat kamu familiar dan terbiasa dengan soal-soal TOEFL maupun IELTS.
  • Timer waktu pengerjaan tiap bagian tes dan juga hasil tes. Jadikan ini sebagain tolok ukur perkembangan dan juga perkiraan akan seperti apa kamu mengerjakan tesnya nanti.
  • Banyak membaca dan berlatih menulis jauh-jauh hari sebelum tes agar kamu terbiasa menulis secara akademis.

Pada saat tes, berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatur waktumu dengan baik.

Baca juga: Kursus TOEFL

Manajemen waktu TOEFL IBT

Listening Section

  • 34-51 pertanyaan dalam 60-90 menit. Terdiri dari rekaman untuk dialogue, materi pengajaran/kuliah, diskusi, dan lain-lain.
  • Masing-masing rekaman memiliki 5-7 pertanyaan dengan waktu rata-rata untuk menjawab 1 pertanyaan adalah 35 detik.
  • Rekaman hanya akan diputar sekali dan tidak akan diputar ulang setelah selesai. Satu rekaman bisa sampai 3-6 menit dan penuh dengan informasi, jadi pastikan kamu mencatat poin-poin pentingnya.
  • Kamu punya waktu 3-6 menit sebelum rekaman selanjutnya diputar, cek kembali jawaban-jawaban yang kamu tidak yakin.

Reading Section

  •  36-56 pertanyaan, 60-80 menit. Pertanyaan akan seputar maksud keseluruhan bacaan tersebut, ide pokok, menemukan argumen logis yang menentukan opini dan pendirian penulis terhadap topik tulisan, serta tujuan dari bacaan tersebut. Biasanya reading TOEFL berakar pada teks akademik seperti jurnal, artikel penelitian, dan lain-lain.
  • Tiap bacaan biasanya memiliki 10-14 pertanyaan. Kerjakan maksimal dalam 15 menit.
  • Baca pertanyaan terlebih dulu sebelum membaca bacaan. Pertanyaan biasanya disusun sesuai dengan urutan informasi yang diberikan. Contoh: paragraf 1 pertanyaannya 1-2, paragraf 2 pertanyaannya 3-5, dst.
  • Berbeda dengan IELTS, bacaan TOEFL memiliki varian tingkat kesusahan yang berbeda-beda dan tidak tergantung bacaan. Jadi, 1 soal dapat kamu kerjakan paling lama 90 detik sampai 120 detik.
  • Jangan menghabiskan waktu terlalu lama di satu soal atau di satu bacaan, lebih baik kamu mengerjakan yang mudah-mudah dulu baru kemudian kembali lagi ke soal-soal yang sebelumnya membutuhkan lebih banyak waktu.

Writing Section

  •  Terdapat 2 bagian. Bagian pertama adalah integrated task yang mengharuskan kamu untuk menulis essay berdasarkan materi yang akan diberikan ke kamu lewat bacaan (reading) dan kuliah (listening). Sementara bagian kedua adalah independent task dimana kamu harus menulis menulis esai tentang pertanyaan/topik yang diberikan.
  • Integrated task memilik batas 20 menit sementara independent task diberikan waktu untuk mengerjakan selama 30 menit.
  • Gunakan 4-5 menit untuk mengorganisasi kerangka penulisanmu sebelum mengembangkan kerangka tadi menjadi esai.
  • Sisakan waktu 2-3 menit untuk memerika kembali tulisanmu, jangan sampai ada salah ketik, salah pengejaan, apalagi salah grammar.

Speaking Section

  •  6 bagian, dikerjakan selama 20 menit. Bagian speaking TOEFL terdiri dari independent task dan integrated task yang terdiri dari Listening, reading, dan speaking.
  • Tiap bagian kalian akan diberikan waktu 15 detik sampai 120 detik untuk mempersiapkan diri ataupun membaca dan mendengarkan tugas yang diberikan.
  • Waktu speaking sendiri adalah 45 detik untuk independent task dan 60 detik untuk integrated task
  • Selain itu, akan ada jeda kira-kira 15 detik setiap rekaman dimulai, manfaatkan dengan baik untuk mengurutkan ide-ide dipikiran agar apa yang kamu ucapkan tidak hanya jelas secara pengucapan (pronounciation) tetapi juga secara ide dan konsep.

Baca juga: Fakta Fakta Menarik Tentang Test IELTS

Nah, itu adalah beberapa tips manajemen waktu untuk tes TOEFL agar kamu bisa mengeluarkan kemampuanmu secara penuh. Jika kamu merasa batas waktu dan jam mengalihkan kamu, boleh tidak terlalu dipikirkan kok. Asal kamu selalu mengecek dari waktu ke waktu, kan tidak mau kalo baru 20 soal yang dikerjakan tapi waktu yang tersisa hanya 10 menit? Semoga artikel ini bermanfaat ya!