4 Beasiswa yang Perlu Kamu Coba Tahun Ini [Update]

4 Beasiswa yang Perlu Kamu Coba Tahun Ini [Update]

lister.co.idHi fellas! Ada beberapa beasiswa yang buka di tahun ini, kamu sudah tau mau mencoba yang mana belum?

Kalau masih bingung, artikel ini pasti bisa membantu kamu memilih kira-kira beasiswa mana yang paling cocok untuk kamu. Tapi, sebelum menuju pembahasan lebih lanjut, simak dulu artikel tentang kesalahan yang wajib dihindari sebagai pelamar beasiswa. Klik link di bawah ini ya.

Baca juga: Hindari Kesalahan Pelamar Beasiswa Ini Agar Peluang Lolos Lebih Besar!

Selanjutnya, siapkan buku dan pena untuk mencatat info beasiswa ini atau bisa kamu screenshot saja.

Beasiswa S2 untuk Kuliah Program MBA di Aston University Inggris

Saat ini, Aston University di Inggris membuka pendaftaran beasiswa untuk program MBA. Jadi, bagi kamu yang ingin kuliah jurusan administrasi bisnis, yuk segera daftar beasiswa ini. Aston University sendiri terkenal sebagai salah satu universitas yang memiliki kualitas riset yang baik di Inggris. Untuk pendaftaran, klik di sini.

Cakupan Beasiswa

  1. MBA Enterprise Awards Scholarship: potongan beasiswa senilai 30% dari keseluruhan biaya kuliah.
  2. MBA Future Leaders Award Scholarship: potongan beasiswa senilai 30% dari keseluruhan biaya kuliah.
  3. MBA Career Changers Awards Scholarship: potongan beasiswa senilai 30% dari keseluruhan biaya kuliah.

Baca juga: Sifat – Sifat Negatif Penghambat Lolos Beasiswa!

Persyaratan

  1. Beasiswa ini terbuka baik untuk mahasiswa asal Inggris maupun mahasiswa internasional (termasuk Indonesia)
  2. Untuk mendaftar beasiswa ini, pendaftar harus terlebih dahulu mendaftar di program MBA di Aston University
  3. Hanya tersedia untuk program Master of Business Administration
  4. Memenuhi persyaratan masuk program MBA Aston University

DL Pendaftaran: 17 Mei 2021

Beasiswa McDonald Fellowship untuk Program Riset Jenjang S2 dan S3

Beasiswa yang perlu kamu coba tahun ini

Saat ini, McDonald Fellowship membuka kesempatan beasiswa untuk mengikuti program riset di bidang multiple sclerosis (salah satu jenis penyakit saraf) yang nantinya akan dilaksanakan baik secara offline maupun online. Untuk daftar, klik official website di sini.

Cakupan Beasiswa

  1. Dana beasiswa senilai €30.000 untuk program dua tahun riset
  2. Dana senilai €2.000 yang diberikan kepada institut pelaksana program

Persyaratan

  1. Pendaftar adalah mahasiswa jenjang S2 atau S3 di bidang yang terkait dengan multiple sclerosis
  2. Pendaftar adalah warga negara dari negara-negara prioritas (termasuk Indonesia)
  3. Bersedia melakukan program riset di bidang yang terkait dengan multiple sclerosis
  4. Pendaftar sedang bekerja atau belajar di negara-negara prioritas beasiswa McDonald Fellowship

Persyaratan Program Riset

  1. Program riset dilaksanakan di institut riset atau rumah sakit di luar negara asal pendaftar jika pendaftar mendapatkan travel permit atau izin melakukan perjalanan ke luar negeri
  2. Program riset dilaksanakan di institut riset atau rumah sakit di negara asal pendaftar
  3. Program riset dilaksanakan secara online dengan tetap diawasi oleh institut riset pelaksana

DL Pendaftaran: 30 Juni 2021

Beasiswa International Postgraduate Scholarships (IPS) untuk Kuliah S2 di Hong Kong

International Postgraduate Scholarships (IPS) di Sekolah Bisnis HKBU adalah inisiatif global yang dirancang untuk menyatukan mahasiswa internasional yang berbakat dan memiliki motivasi dari untuk melanjutkan studi ke salah satu program gelar Master di Hong Kong. Untuk melakukan pendaftaran, klik link di sini.

Cakupan Beasiswa

  1. Biaya perkuliahan penuh
  2. Tunjangan bulanan
  3. Total semua beasiswa HK$ 100.000

Persyaratan

  1. Memiliki gelar Sarjana dari perguruan tinggi yang diakui negara asal
  2. Memiliki sertifikat kemahiran Bahasa Inggris dengan IELTS atau TOEFL
  3. Pendaftar yang terpilih akan diundang untuk wawancara online
  4. Pendaftar berasal dari negara/kawasan di luar daratan Cina dan Hong Kong
  5. Seorang pemimpin masa depan yang bertekad untuk memberikan dampak positif pada komunitas bisnis maupun negara asal
  6. Berkomitmen untuk mengambil bagian dalam proyek dan kegiatan internasionalisasi HKBU selama masa studi

Program Studi

  1. Master of Accountancy
  2. Master of Human Resources Management
  3. MSc in Applied Accounting & Finance
  4. MSc in Applied Economics
  5. MSc in Bussines Management
  6. MSc in Corporate Governance and Complience
  7. MSc in Data Analytics and Business Economics
  8. MSc in Finance

DL Pendaftaran: Mei 2021

Beasiswa LPDP 2021

Beasiswa yang perlu kamu coba tahun ini

Pasti kamu sudah tidak asing dengan beasiswa yang satu ini. Yup! Beasiswa LPDP akan segera membuka pendaftaran! Nah, di tahun ini, LPDP cukup banyak mengalami perubahan.

Perluasan program beasiswa LPDP ini mencakup banyak hal terutama pada jalur beasiswa. Sebelumnya, LPDP hanya memiliki 3 jalur, yaitu: jalur beasiswa afirmasi, beasiswa targeted, dan beasiswa umum. 

Ada 4 program terbaru dari LPDP, diantaranya adalah program kampus merdeka, program dosen dan tenaga kependidikan, program guru dan tenaga kependidikan, program vokasi, program siswa SMA dan Mahasiswa Berprestasi, program beasiswa kebudayaan.

Untuk info selengkapnya, klik di sini.

Baca juga:

Penting! Ketahui Hal-Hal  Ini, Sebelum Kamu Mendaftar Beasiswa LPDP

Penting! Ketahui Hal-Hal Ini, Sebelum Kamu Mendaftar Beasiswa LPDP

lister.co.id – Tahu gak, hari ini pendaftaran untuk beasiswa LPDP Kemenkeu 2020 dibuka loh! Beasiswa LPDP yang pendaftarannya biasanya berada di bulan Maret ini terpaksa harus ditunda karena kondisi COVID-19. Akhirnya, setelah ditunda sekian lamanya, pendaftaran beasiswa untuk program S2 dan S3 ini dibuka kembali. Sudah siap menjadi salah satu penerimanya?

Baca juga: Lamaran Beasiswamu Ditolak? Jangan Ulangi 10 Kesalahan ini

Eits, tunggu dulu. Jangankan keterima, mendaftar salah satu beasiswa paling bergengsi dan terkenal di Indonesia ini tidak segampang itu loh. Bersaing dengan lebih dari ribuan anak muda terbaik Indonesia, mengharuskan kamu jadi yang terbaik diantara yang terbaik. Tidak hanya prestasi akademik tapi juga kemampuan di luar nilai-nilai sekolah. Nah, biar kamu tidak penasaran lagi, yuk ketahui hal-hal penting ini sebelum kamu mendaftar LPDP.

Baca juga: Tips Mengejar Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri

Apa sih LPDP?

Keterlaluan sih kalau kamu tidak tahu atau tidak pernah dengar LPDP. LPDP adalah beasiswa dari Lembaga Pengelolaan Dana Kemenkeu. Diberikan hanya kepada anak-anak bangsa terbaik. Ada 2 jenis beasiswa LPDP, yang pertama adalah beasiswa LPDP untuk pendidik dan beasiswa perguruan tinggi utama dunia. Beasiswa untuk pendidik diberikan kepada tenaga pendidik tetap, sedangkan beasiswa perguruan tinggi utama dunia diberikan kepada mereka-mereka yang akan mengambil magister atau doktoral. LPDP mencakup semua biaya perkuliahan dan biaya hidup kamu.

Seleksi-Seleksi LPDP

Yang namanya beasiswa, pasti akan ada tahap seleksinya untuk menyaring peserta-peserta terbaik. Tahap seleksi LPDP dibagi menjadi:

  1. Seleksi administrasi: Semua berkasmu harus lengkap sebelum mendaftar.
  2. pendaftaran : 6 – 20 Oktober 2020
  3. Seleksi substansi: ini dia tahap seleksi yang bisa dibilang paling berat.
  4. Seleksi berbasis Komputer: meliputi tes Potensi Akademik atau Intelejensi Umum, Soft Competency atau tes Karakter Kepribadian, on the spot essay writing.
  5. Leaderless group discussion
  6. Tes Wawancara

Tingkat Penerimaan

LPDP sendiri pelamarnya mencapai ribuan. Berdasarkan data tahun 2017, pelamar beasiswa untuk jenjang magister ada sebanyak 5648 orang dan yang lolos hanya 866 orang. Bisa dibilang dari 15 orang yang diterima hanya 1.

Baca juga: Fakta Menarik Tentang Beasiswa Chevening yang Kamu Perlu Tahu

Perhatikan hal-hal berikut

  • Direkomendasikan oleh seseorang yang terkenal akan menjadi nilai plus
  • Batas usia harus diperhatikan. Jenjang magister maksimal 35 tahun dan doktoral maksimal 40 tahun
  • IPK minimal untuk mendaftar jenjang magister adalah 3.00 dan doktoral adalah 3,25
  • Nilai TOEFL/IELTS/TOEIC/TOAFL harus lolos batas masuk universitas yang kamu pilih
  • Batas maksimal menyelesaikan masa stuid adalah 24 bulan untuk jenjang magister dan 48 bulan untuk jenjang doktoral.
  • Perlu membuat proposal studi

Baca juga: Mentoring Beasiswa Online

Nah, itu dia beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum mendaftar beasiswa LPDP. Jangan lupa untuk pulang kembali ke Indonesia setelah masa studi ya, karena nanti jika kamu diterima akan ada surat pernyataan kalau kamu akan balik ke Indonesia. Jangan keenakan tinggal di luar, kenapa? Karena setelah dibiayakan pemerintah sekolah, sudah saatnya dong kita pulang, berbakti, dan memajukan negara sendiri.

Andri Wardana, Lika-Liku Menimba Ilmu di Benua Hijau

Andri Wardana, Lika-Liku Menimba Ilmu di Benua Hijau

Lister sebagai platform belajar bahasa asing online di Indonesia kali ini kembali mewawancari seorang lulusan Master of Education in TESOL dari University of New South Wales yang juga sebagai tutor di Lister. Mau tau kisahnya belajar di benua hijau? Simak artikel ini sampai habis yuk.

Beliau adalah Andri Wardana, pria kelahiran Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara ini menceritakan bagaimana awal mula memiliki impian kuliah ke luar negeri. Semua berawal ketika masih duduk di bangku S-1 dan kemudian terinspirasi oleh gaya mengajar sang dosen yang sangat seru. Menjadi pengajar yang profesional dan disukai para mahasiswa, itulah awal mula yang mendorong langkah kakinya sampai ke Australia, lalu kuliah di University of New South Wales dengan beasiswa LPDP. Kecintaannya pada dunia mengajar mengantarkan dia pada jurusan Master of Education in TESOL untuk lebih mendalami ilmu pedagogy dan language learning.

Australia sebagai negara dengan sistem pendidikan yang unggul dan beragam fasilitas yang aman dan nyaman menjadi pertimbangan utama. Sedangkan, peringkat universitas yang bagus dan program di jurusan TESOL yang diampu oleh ahli/profesional membuat University of New South Wales menjadi pilihan tempat belajarnya.

Lika-Liku Kuliah di Australia

The University of New South Wales, sebagai kampus yang sangat supportif terhadap keperluan mahasiswa internasional, termasuk keberadaan student learning centre yang sangat membantu dalam hal akademik, kepenulisan, dan psikologi.

Berbagai fasilitas yang ditawarkan seperti banyaknya club-club pengembangan diri. Bahkan, kak Andri pernah ditunjuk sebagai perwakilan mahasiswa internasional dalam rangka menghadiri teaching and learning committee di School of Education, UNSW. Acara tersebut adalah pertemuan bulanan untuk menjaring aspirasi/saran dari mahasiswa internasional terhadap proses pembelajaran di jurusan.

Di luar kampus, kak Andri turut berpartisipasi di PPI Australia, yaitu komunitas mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Australia. Aktif dalam berbagai kepanitiaan seperti Keluarga Pelajar Islam Australia (KPII) yang pernah mengadakan acara welcoming dan farewell, mengajar di TPA, kajian rutin mingguan dan bulanan dan lain-lain. Selain itu, pernah menjadi bagian dari acara Indonesian Diaspora Night 2018 di Australia, pemilihan pengurus Centre for Islamic Dakwah and Education (CIDE NSW), serta pemilihan presiden 2019.

Di sana, kak Andri membiasakan jalan kaki atau bersepeda karena jarak tempuhnya sekitar 800-100 km ke kampus. Dan untuk biaya hidup ia menuturkan paling tidak 1100 dollar per bulan, termasuk akomodasi yang sharing room serta transportasi dan lain-lain.

Pesan untuk mereka

Tak lupa, kak Andri pun berpesan bagi siapa saja yang tertarik kuliah ke luar negeri, hal yang perlu dipersiapkan adalah kemampuan menulis academic writing. Sangat disarankan untuk membiasakan terhadap bentuk-bentuk scientific article, kaidah kepenulisan, dan referensi.Nah, jika teman-teman masih kesulitan belajar academic writing, segera saja gabung di Lister. Sudah banyak testimoni yang berhasil, yuk mulai upgrade your writing skill.

Baca : Academic Writing – Mengenal Cara Menulis Artikel Jurnal Ilmiah Berbahasa Inggris.

Yang kedua adalah memupuk mental yang kuat dan rasa nasionalisme yang tinggi.

“Jangan sampai ketika di sana, kita terbiasa membandingkan Australia dengan negara sendiri, menurut saya itu kurang baik dan tidak akan merubah apapun. So, don’t judge, just observe and learn!”

Andri Wardana

“Kita kesana kan mau belajar, pelajari apa yg perlu dipelajari dan tinggalkan yang tidak perlu. Miliki mental belajar bukan mental menghakimi. Buatlah hal-hal yang lebih bermanfaat karena waktunya hanya sebentar.”

Andri Wardana

Terbiasa dengan perubahan

Kak Andri bercerita ketika kuliah di Australia, ia tidak mengalami culture shock terhadap perubahan gaya hidup dan budaya di sana loh. Justru perubahan itu ia alami setelah pulang dari luar negeri. Wawasan yang semakin bertambah membuat kak Andri menjadi pribadi yang tidak mudah menjudge perkataan orang lain. Selain itu, ia sangat concern pada pentingnya adab sebelum ilmu. Baginya, bagaimana cara kita memperlakukan orang tersebut lebih berharga daripada ilmu itu sendiri.

“Mungkin untuk pejuang beasiswa di luar sana, ketika kita punya mimpi percayalah setiap usaha pasti akan berbuah hasil. Semakin besar usaha dan pengorbanan, semakin besar pula hasilnya. Insya Allah!”

Andri Wardana

Begitulah, sekelumit kisah berkuliah di benua hijau dari kak Andri Wardana. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang juga mengikuti jejaknya ya!

Baca juga artikel Lister lainnya:

Tertarik Kuliah ke New Zealand? Simak Dulu Cerita Agung Harahap Kuliah di The University of Auckland

Tertarik Kuliah ke New Zealand? Simak Dulu Cerita Agung Harahap Kuliah di The University of Auckland

Dengan tagline #learnwiththeexperts, Lister sangat cocok dijadikan teman belajar siapa saja yang terkendala bahasa asing nih, di sana banyak tutor profesional yang siap membantu mewujudkan impian kamu, salah satunya seperti kak Agung: kuliah ke New Zealand dengan beasiswa. Wow!

Siapa yang tidak tahu negara dengan julukan negeri Kiwi ini? Dikenal sebagai rumah bagi banyak universitas unggul yang sukses mendapatkan pengakuan global. Tercatat 8 universitas yang termasuk dalam daftar 500 universitas terbaik dunia berdasarkan Pemeringkatan Universitas Dunia QS tahun 2020. Selain dari kualitas pendidikan yang unggul, peluang wisata ke seantero negeri tentu menjadi daya tarik tersendiri. 

Begitulah kak Agung, sapaan akrab pria kelahiran Jambi ini akhirnya memutuskan melanjutkan studi ke New Zealand di jurusan Applied Linguistics di The University of Auckland. Negara yang damai tapi sangat tepat waktu itu menjadi pilihan destinasi studi lanjutannya. Karena memiliki lingkungan yang nyaman dan aman serta penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari yang memudahkan untuk dapat berinteraksi dengan warga asli.

Kak Agung menuturkan bahwa New Zealand adalah negara yang tepat untuk dipilih para pelajar internasional yang menginginkan ketenangan ketika menuntut ilmu di luar negeri. Bagaimana tidak, dengan populasi sekitar 5 juta penduduk membuat New Zealand masih bersih, damai, dan aman. Hal tersebut tentu menguntungkan bagi pelajar bukan?

Melalui beasiswa LPDP, kak Agung bisa kuliah ke New Zealand. Ia pun merasa sangat terbantu, namun tantangannya berada di finance management. Karena biaya akomodasi yang sedikit lebih mahal, terlebih kota Auckland dikenal sebagai pusat bisnis. Namun, kak Agung mencoba mensiasatinya dengan mengolah masakan sendiri.

WA Agung

Pada masa perkuliahan sekitar 1-2 bulan pertama, kak Agung sempat merasa insecure apakah dirinya bisa survive dengan ritme dan metode perkuliahan yang sangat berbeda dengan Indonesia itu. Namun, setelah beradaptasi, kak Agung malah sangat menikmati momen berkuliah di sana terlebih ia masuk ke kelas internasional. Ia menceritakan bahwa kegiatan perkuliahan kebanyakan dilakukan secara mandiri. Jadi, mahasiswa hanya melakukan pembelajaran tatap muka 2 jam selama seminggu di kelas. Sisanya dilakukan secara mandiri dengan ekspektasi belajar 7 jam selama seminggu. Eits, maksud dari belajar mandiri itu tidak mesti belajar sendiri tapi bisa berkelompok juga.

Selama kuliah di sana, kak Agung merasakan banyak perubahan. Salah satunya, ia menjadi lebih mandiri. Karena terbiasa mengurus sendiri mulai dari administrasi ataupun yang lainnya. Namun, ia sangat bersyukur karena fasilitas kampus yang memadai sangat membantunya, seperti akses internet yang mudah, buku atau jurnal yang tersedia luas, perpustakaan yang lengkap serta fasilitas lainnya.

Tak lupa fasilitas umum yang aman dan nyaman seperti Sky Bus dan kereta sebagai alat transportasi andalan. Jika ingin travelling,  kak Agung sangat menyarankan untuk melakukan open trip bersama teman-teman karena lebih terjangkau. Ada beberapa tempat wisata yang ia rekomendasikan untuk dikunjungi nih, seperti Sky Tower dan The Hobbit yang jaraknya tidak terlalu jauh. Oya, untuk kamu yang berniat ke New Zealand tidak perlu khawatir jika merasa homesick atau rindu dengan masakan Indonesia, karena sudah ada food court masakan khas Indonesia juga loh. 

Satu lagi, mungkin berdamai dengan perubahan ritme perkuliahan tidak jadi masalah, tapi bagaimana jika dengan kondisi cuaca? Seperti yang dialami kak Agung yang terkena cultural shock. Di musim dingin tanpa salju itulah kak Agung jadi sering sakit. Terlebih kondisi cuaca yang tidak menentu seperti 4 musim yang terjadi dalam satu hari. Wow!

“Bawalah jas hujan setiap kali pergi karena tidak tau kondisi cuaca akan seperti apa. Tidak usah membawa atau membeli payung, karena percuma. Pasti rusak terkena angin yang kencang.”

Agung Harahap

Ibarat pelangi yang datang setelah badai reda, kak Agung merasa senang karena bertemu banyak saudara baru di Auckland. Kondisi masyarakat yang sangat beragam baik dari kalangan pelajar dan pekerja internasional, memperluas relasi yang dimilikinya. Ia pun tergabung di beberapa organisasi, salah satunya PPIA atau Perhimpunan Pelajar Indonesia di Auckland. Berbagai event seperti PPIA orientation, welcoming party, peringatan the independence day, acara keagamaan, serta ASEAN Cultural Night juga pernah menjadi bagian dari kesibukan kak Agung di sana. Untuk yang muslim, bisa gabung ke HUMIA (Himpunan Muslim di Auckland) untuk berkumpul dengan saudara seiman juga. Ia pun menceritakan bahwa di Auckland sangat menjunjung tinggi toleransi dan saling menghargai. Jika diadakan party setelah ujian/exam, kak Agung pun menyempatkan datang meski untuk sosialisasi saja.

Menurutnya, persaingan untuk bisa diterima kuliah di New Zealand tidak sesulit untuk mendapatkan beasiswanya, LPDP. Kak Agung sangat menyarankan jika ingin lolos beasiswanya, minimal persiapan itu sekitar 3-6 bulan. Terutama kemampuan berbahasa Inggris dan IELTS yang sudah ditentukan sesuai standar. Hal tersebut yang perlu menjadi perhatian bagi siapa saja yang berniat kuliah ke luar negeri. Melakukan usaha persiapan itu harus sedini mungkin agar maksimal hasilnya. Salah satunya ikut program dari Lister untuk meningkatkan skor IELTS atau mentoring persiapan kuliah ke luar negeri. Wajib dicoba nih!

Sebagai salah satu mahasiswa luar negeri yang berhasil lulus tepat waktu, ia pun menuturkan  dua hal yang menjadi strateginya yaitu memiliki time management yang baik dan jangan terlarut dalam memuaskan keinginan pribadi seperti travelling.

“Kita harus bisa membuat prioritas. Setelah tugas-tugas selesai, baru jalan-jalannya akan terasa lebih puas”

Agung Harahap

Baca Juga:

Mentoring Beasiswa Luar Negeri

Panduan Test Toefl dan IELTS

Kursus IELTS Online Bersama Lister

Cerita Tutor Inspiratif Ala Lister : Erina Prastyani, Mendapat Beasiswa Kuliah ke Swedia