Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Sertifikat TOEFL Untuk Bekerja di Luar Negeri

lister.co.id – Sertifikat ujian TOEFL atau Test of English as a Foreign Language digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris di bidang akademik. Jika dibandingkan dengan TOEIC yang lebih mengukur kemampuan bahasa Inggris dari segi bisnis, sertifikat TOEFL lebih banyak digunakan jika kalian ingin melanjutkan sekolah di luar negeri.

Tapi tidak hanya itu, sertifikat TOEFL juga bisa menjadi nilai tambah yang menguntungkan jika kalian ingin bekerja di luar negeri, karena bisa mengukur berbagai kemampuan tertentu dalam bahasa Inggris.

TOEFL untuk sekolah dan pekerjaan

Melanjutkan sekolah di luar negeri

Jika kalian ingin melanjutkan sekolah di luar negeri, kemungkinan besar kalian akan membutuhkan sertifikat TOEFL. Karena lebih dari 10.000 sekolah di 130 negara mensyaratkan skor TOEFL tertentu sebagai syarat pendaftaran.

TOEFL sudah menjadi ujian kemampuan bahasa Inggris yang paling umum digunakan di dunia. Sertifikat TOEFL juga bisa membantu pihak sekolah untuk mengevaluasi kemampuan berbahasa Inggris pada calon siswa yang berasal dari negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris.

Sertifikat TOEFL paling banyak dibutuhkan untuk sekolah-sekolah di Amerika Serikat dan negara-negara lain yang berbahasa Inggris. Ada berbagai jenis tes TOEFL yang bisa diambil, seperti ITP, CPT,dan iBT.

Kesemua jenis tes TOEFL tersebut memiliki inti kegunaan yang sama, yaitu untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris lisan dan tertulis, dari level menengah hingga mahir. Jenis yang paling terbaru dan paling umum digunakan sekarang adalah TOEFL iBT.

Bekerja di luar negeri

Ujian TOEFL memang mengukur kemampuan berbahasa Inggris dari segi akademik, tapi tidak hanya sekolah dan universitas saya yang menerimanya. Beberapa organisasi juga mengevaluasi skor TOEFL, beberapa diantaranya adalah:

  • Untuk keperluan pembuatan visa tinggal dan visa kerja
  • Untuk pengambilan sertifikasi profesional

Jika kalian memiliki skor TOEFL yang baik di CV, ini juga bisa menjadi nilai tambah untuk mendaftar pekerjaan di berbagai perusahaan di berbagai bidang di luar negeri.

Keuntungan TOEFL untuk karir

Kalian bisa saja memiliki kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni, tapi pihak perusahaan tidak akan tahu standard-nya jika kalian tidak menunjukkan bukti, kecuali kalian menuliskan pernah tinggal di negara berbahasa Inggris untuk beberapa waktu. Skor TOEFL bisa menjadi bukti resmi yang bisa membantu perusahaan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris kalian dengan referensi standard internasional.

Beberapa perusahaan di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, dan negara berbahasa Inggris lain menerima sertifikat TOEIC bagi pelamar yang berasal dari negara yang tidak berbahasa Inggris. Tapi bukan berarti sertifikat TOEFL tidak akan berguna.

Kedua jenis tes ini memang mengukur kemampuan berbahasa Inggris yang berbeda, tapi saling melengkapi. Memiliki skor TOEFL yang baik berarti kalian mampu menguasai bahasa Inggris secara penuh, karena kebanyakan ujian TOEIC hanya mengujikan listening dan reading, tapi tidak mengevaluasi kemampuan lisan dan menulis peserta.

Sertifikat TOEFL juga bisa menjadi pembeda kalian dengan kandidat yang lain, apalagi jika skor TOEFL kalian bagus. Pihak perusahaan akan lebih memilih CV dengan skor TOEFL dalam berbagai hal seperti pengaturan posisi, pemindahan ke kantor luar negeri, ataupun kenaikan jabatan.

Beberapa bidang pekerjaan, seperti bidang akademik juga akan sangat memperhatikan berapa skor TOEFL yang kalian dapatkan. Biasanya level yang diharapkan untuk perusahaan dan sekolah tinggi adalah sesuai dengan level B2 pada Common European Framework of Reference for Languages (CEFR), kalian bisa melihat skor kesetaraannya untuk TOEFL di internet.

Tapi ini adalah level yang umum, terkadang ada juga perusahaan atau universitas yang mensyaratkan skor tertentu yang berbeda. Jika kalian akan melamar pekerjaan ke perusahaan yang kira-kira memiliki banyak pelamar lain, kalian bisa mencantumkan skor TOEFL iBT kalian jika paling tidak skornya di atas 100 poin.

Tips mencari pekerjaan di luar negeri

Mencari pekerjaan di dalam negeri saja sudah sulit, apalagi di luar negeri. Cara mencari pekerjaan memang bisa berbeda-beda tergantung negaranya, tapi berikut adalah tips umum untuk melamar pekerjaan di negara lain:

Persyaratan

Tidak semua perusahaan akan membuka lowongan untuk pekerja internasional atau dari luar negeri. Selain itu, terkadang persyaratan untuk pelamar dari luar negeri juga dibedakan.

Kalian bisa mengecek peraturan dan kebutuhan perusahaan untuk karyawan internasional di internet, atau menanyakan langsung. Pastikan juga kalian memeriksa semua persyaratan yang dibutuhkan dengan baik, termasuk apakah ada minimal skor TOEFL yang dibutuhkan atau tidak.

Tujuan yang jelas

Ini tentu sangat penting sebelum kalian melamar pekerjaan, tentukan dulu negara tujuan kalian. Dengan begini kalian jadi bisa lebih mudah untuk mencari peluang di perusahaan lain ataupun menemukan akomodasi dan kebutuhan hidup lain setelah diterima.

Beberapa negara juga mensyaratkan syarat khusus untuk pekerja internasional, seperti visa kerja yang waktu berlaku dan syarat mengurusnya beragam. Nantinya kalian juga akan perlu untuk mempelajari budaya kerja dan budaya hidup dari negara yang kalian tuju.

Mencari lowongan

Di jaman serba internet seperti sekarang, bukan hal yang sulit untuk menemukan berbagai lowongan pekerjaan di luar negeri. Kalian bisa mencari dari LinkedIn, website, media sosial, ataupun platform digital lainnya.

Kalian juga bisa dengan mudah menghubungi pihak perusahaan jika ada pertanyaan yang ingin ditanyakan. Perhatikan baik-baik sumber informasi yang kalian acu, pastikan keasliannya dan jangan sampai kalian tertipu dengan lowongan pekerjaan palsu.

Tips bekerja part-time di luar negeri

Banyak mahasiswa yang berkuliah di luar negeri mencari pekerjaan part-time untuk menambah uang saku dan memenuhi kebutuhan hidup. Berikut adalah beberapa tips untuk mulai bekerja part-time sambil berkuliah di luar negeri:

Cari pekerjaan yang cocok

Faktor paling penting yang perlu dipertimbangkan adalah waktu bekerja yang fleksible, karena kalian masih harus menyeimbangkan antara bekerja dan belajar. Kebanyakan mahasiswa internasional akan mencari lowongan part-time di rumah makan, menjadi sales, atau masuk di bagian data entry.

Kalian juga bisa bekerja part-time sebagai pengajar atau guru, bekerja di perpustakaan, atau berbagai pekerjaan lain di sekitar kampus.

baca juga

Menemukan lowongan

Biasanya setiap universitas memiliki career center untuk membantu menyediakan informasi pekerjaan di kampus maupun di luar kampus di daerah yang sama. Mereka juga bisa membantu kalian untuk membuat CV, mempersiapkan interview, dan menjawab segala pertanyaan kalian.

Atau kalian juga bisa mencari lowongan dari website atau internet dan melamar pekerjaan secara online.

Cek student visa

Jika kalian memiliki student visa standard di UK, Kanada, Australia, atau New Zealand, kalian biasanya diperbolehkan bekerja sampai 20 jam per minggu selama masa sekolah, dan full-time selama masa liburan. Di negara lain, kebijakan yang berlaku mungkin saja berbeda, jadi pastikan kalian mengecek dulu ketentuan di student visa kalian sebelum mulai bekerja.