Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Seni Memahami Honne dan Tatemae dalam Kebudayaan Jepang

Ada hal unik yang ada di dalam kebudayaan Jepang terutama melekat pada masyarakat Jepang yaitu tantangan memahami Honne dan Tatemae saat bersosialisasi dengan warga lokal. Mungkin kamu belum pernah mendengar istilah ini sebelumnya, namun percayalah keduanya sangat penting untuk kamu pahami agar kehidupan mu di Jepang dapat berjalan lancar.

Tatemae = basa-basi

Honne = terus terang

Seni Memahami Honne dan Tatemae

Orang Jepang, seperti beberapa orang Indonesia, menyukai aktivitas obrolan basa-basi. Apabila kamu bisa sedikit bahasa Jepang, mereka akan langsung berkata, “Wah bahasa Jepangnya bagus sekali, terdengar serasa alami”, pujaan ini mungkin hanya sebagian kecil yang benar, dan selebihnya terlalu berlebih-lebihan. Hal inilah yang dikatakan tatemae.

Butuh waktu terkadang untuk memahami arti sebenarnya dari tatemae yang sering dikatakan oleh orang Jepang.

Sedangkan Honne, adalah kebalikan dari tatemae, dimana dia akan terus terang atau mengatakan yang sebenarnya. Seperti orang Indonesia juga, apabila kita telah dekat, biasanya akan memotong basa-basi dan langsung terjun ke opini-opini yang terus terang (to the point).

Jika ditelaah lebih dalam, Honne dan tatemae ini semacam majas atau gaya bahasa dalam menyampaikan pesan pada lawan bicara. Dan sebagai orang asing bukan hal yang mudah untuk memahami ini. Sehingga kita membutuhkan waktu dan keterampilan untuk menyeimbangkan antara Honne dan Tatemae di Jepang. Menarik bukan?