Selalu Gagal setelah Wawancara? Yuk, intip beberapa tips wawancara kerja berikut!

Selalu Gagal setelah Wawancara? Yuk, intip beberapa tips wawancara kerja berikut!

lister.co.id – Apa yang lebih sakit daripada sakit gigi? Bukan, bukan sakit hati.. tapi sakit ditolak rekruiter padahal sudah sampai tahap wawancara. Hmm, kenapa ya kira-kira? Kalau kamu selalu mendaftar sana-sini, lolos ke tahap wawancara, tapi tidak pernah dapat panggilan kerja, mungkin kamu melakukan beberapa hal yang bikin rekruiter jadi ilfeel sama kamu. Nah, biar tidak terulang lagi, yuk, liat tips dan trik biar wawancara kerja-mu berbuah manis.

Persiapkan dirimu sebelum wawancara

Proses yang penting dari wawancara tidak hanya saat wawancaranya saja lho, persiapan sebelum wawancara juga penting. Pastikan kamu sudah melakukan riset terlebih dahulu tentang perusahaan dan posisi yang kamu lamar. Jangan sampai kamu datang wawancara dalam kondisi tidak tahu apa-apa. Dijamin deh, kalau pertanyaan “Kenapa kamu memilih melamar di perusahaan ini?” saja kamu sudah kagok menjawabnya, rekruiter tidak akan melirik resume-mu lagi.

Selain itu, pastikan kamu juga mempresentasikan dirimu dengan baik. Wawancara itu seperti presentasi di kelas kok! Kalau kamu menguasai materinya, presentasinya pasti akan bagus. Jadi, kuasai resume-mu ya. Dengan begini, apa pun pertanyaan rekruiter, mulai dari pengalaman kerja sampai penerapan kemampuan-kemampuan yang sudah kamu masukkan di resume, kamu akan dengan mudah menjawab tanpa terbata-bata. Daripada menjawabnya bertele-tele dan kelupaan banyak, lebih baik kamu siapkan dari rumah penjelasan singkat yang bisa membuat rekruiter terkesan.

Perhatikan sikap dan tingkah laku ya!

Datang terlambat saat wawancara kerja itu nggak banget! Biasanya yang mewawancara kandidat kerja adalah HRD, artinya mereka sudah biasa membaca sikap dan tingkah laku kita. Jangan sampai kamu terkesan sombong, tidak sabaran, apalagi malas-malasan ya. Karena kamu melamar pekerjaan, tunjukkan kalau kamu memang menginginkan posisi tersebut. “Jual” dirimu sebaik mungkin dan tunjukkan kalau kamu bisa menjadi solusi untuk perusahaan tersebut.

Tapi, hati-hati saat ‘menjual’ dirimu, jangan sampai terkesan berbangga diri. Gimana ya biar kesannya rendah hati tapi masih ‘menjual’? Gampang kok! Selalu pertimbangan perusahaan yang kamu lamar maunya apa dan masalahnya apa. Jawab pertanyaan-pertanyaan rekruiter dengan pola pikir menjadi solusi bagi perusahaan.

Jangan lupa ucapkan terima kasih

Setelah wawancara, jangan lupa mengirimkan pesan terima kasih ke rekruiter ya. Jangan langsung hilang seperti teman yang habis pinjam uang. Dengan mengirimkan pesan, kamu menunjukan apresiasimu terhadap rekruiter yang sudah meluangkan waktu dan memberikan kamu kesempatan. Tutup pesan terima kasih-mu dengan pertanyaan mengenai kapan kamu akan diberi kabar soal posisinya. Kalau sudah begini, saatnya menunggu. Jangan mengirimkan pesan berulang-ulang ya kalau belum dapat kabar! Nanti kamu akan terlihat putus asa banget.

Itu dia beberapa tips wawancara kerja yang bisa membantu wawancara kamu berjalan lancar dan berbuah manis. Jangan sedih dan berkecil hati ya kalau kamu belum dapat panggilan kerja. Semangat terus!

Baca juga artikel lainnya: