Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Rumus Past Perfect Tense dan Cara Menggunakannya dalam Percakapan

rumus past perfect tense

Bahasa Inggris memiliki berbagai macam tenses dalam tata bahasanya, termasuk past perfect tense. Tense ini juga disebut pluperfect.

Fungsinya dalam percakapan adalah untuk membicarakan suatu tindakan yang sudah selesai dilakukan pada masa lalu.

Sudahkah kamu tahu rumus past perfect tense? Di artikel ini, akan dibahas dengan lengkap. Simak sampai tuntas, ya.

Apa itu Past Perfect Tense?

Past perfect tense berfungsi membicarakan peristiwa yang sudah terjadi sebelum peristiwa lain. Begini contoh sederhananya dalam sebuah runtutan peristiwa.

Suatu pagi kamu bangun dan keluar untuk mengambil koran langgananmu. Saat kembali ke dalam, kamu memerhatikan ada coretan yang telah merusak pintu depan rumahmu: Tootles was here (Tootles ada di sini).

Ketika kamu membicarakan peristiwa ini dengan temanmu, bagaimana kamu akan mengatakannya?

Contoh: I turned back to the house and saw that some someone named Tootles had defaced my front door!

Artinya, “Aku hendak masuk rumah dan melihat seseorang bernama Tootles sudah merusak pintu depanku!”

Dengan begitu, temanmu akan paham bahwa peristiwa pengrusakan itu terjadi sesaat sebelum pagi ini, karena kamu menggunakan past perfect tense untuk menggambarkannya.

Rumus Past Perfect Tense

Rumus untuk past perfect tense yaitu had + [past participle]. Meskipun subjeknya singular atau plural, tidak akan berpengaruh ke rumusnya.

Bagaimana Menggunakan Past Perfect Tense?

Lalu apa perbedaan past perfect tense dengan simple past tense? Ketika kamu ingin membicarakan waktu tertentu di masa lalu dan ingin mengatakan ada momen lain yang terjadi sebelumnya, past perfect tense akan membantu kamu menjelaskan urutan peristiwa.

Past perfect tense juga lebih jelas dan spesifik dibandingkan simple past tense. Perhatikan contoh berikut.

We were relieved that Tootles used washable paint.

We were relieved that Tootles had used washable paint.

Perbedaannya sangat tipis. Di kalimat pertama, pembaca mungkin akan menginterpretasikan bahwa Tootles memang memiliki kebiasaan menggunakan cat yang dapat dibilas.

Namun di kalimat kedua, pembicara membuat jelas bahwa ia membicarakan suatu peristiwa tertentu, yakni Tootles menggunakan cat yang dapat dibilas.

Cara lain menggunakan past perfect tense yaitu saat kamu ingin menunjukkan sebuah situasi dan kondisi. Berikut contohnya.

If I had woken up earlier this morning, I would have caught Tootles red-handed.

Artinya, “Kalau saja aku bangun lebih pagi hari ini, aku bisa memergoki Tootles.”

Past perfect tense digunakan untuk kalimat yang menjelaskan situasi (if-clause). Biasanya alasan seseorang menggunakan past perfect tense adalah untuk menunjukkan suatu peristiwa terjadi sebelum peristiwa lainnya dalam satu kalimat yang sama. Peristiwa yang terjadi belakangan menggunakan simple past tense.

Itu tadi penjelasan tentang rumus past perfect tense. Bagi kamu yang ingin memperdalam kemampuan bahasa Inggris, termasuk dalam hal grammar, kamu bisa mengambil kursus di Lister. Dalam platform online pengajaran bahasa asing ini, kamu bisa memperdalam kemampuan kamu bersama tutor-tutor yang ahli dan bersertifikat. Yuk daftar sekarang: Kursus Grammar.