Penjelasan Lengkap Tentang TOEIC

https://lister.co.id/ Ada yang pernah mendengar tentant TOEIC? TOEIC ini adalah salah satu tes atau ujian yang bertujuan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris, fungsinya sama seperti TOEFL dan IELTS. Lalu apa perbedaan antara ketiganya?

TOEIC adalah singkatan dari Test of English for International Communication, arti Bahasa Indonesianya adalah ujian Bahasa Inggris untuk komunikasi internasional. Maksudnya, TOEIC adalah ujian terstandarisasi internasional untuk menguji kemampuan Bahasa Inggris bagi mereka yang Bahasa utamanya bukan Bahasa Inggris. Awalnya TOEIC sengaja dirancang untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris sehari-hari di kalangan bisnis dan bagi orang-orang yang bekerja di lingkungan kerja internasional.

Untuk tesnya sendiri ada dua jenis, TOEIC Listening & Reading test (ujian mendengarkan dan membaca) dan TOEIC Speaking & Writing test (ujian berbicara dan menulis). Keduanya dinilai dengan skala nilai 0 sampai 200. Level Bahasa Inggris yang diujikan dalam TOEIC tidak sesulit TOEFL dan IELTS. TOEIC biasa dipilih oleh para karyawan untuk keperluan perekrutan atau persyaratan naik jabatan.

  • TOEIC Listening & Reading test (ujian mendengarkan dan membaca)

Ujian TOEIC Listening & Reading memakan waktu sekitar 2 jam (45 menit Listening dan 75 menit untuk Reading). Soal terdiri dari 200 soal pilihan ganda, 100 soal untuk Listening dan 100 soal untuk Reading. Nilai yang diberikan berkisar antara 0 sampai 990. Sertifikatnya terbagi dalam 5 warna, tergantung hasil akhir yang didapat:

  • Oranye: 0 – 219
  • Cokelat: 220 – 469
  • Hijau: 470 – 729
  • Biru: 730 – 859
  • Emas: 860 – 990

Soal tes disusun berdasarkan penggunaan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Mengandung bentuk seperti instruksi, peraturan atau pengumuman, dan berbagai hal yang biasa ditemui di lingkungan kerja.

Bagian Listening mengujikan pertanyaan seputar rekaman dalam bentuk tanya jawab, percakapan singkat, dan pembacaan materi singkat. Bagian Reading mengujikan tentang melengkapi kalimat, memperbaiki struktur Bahasa, dan beberapa teks panjang dan pendek.

  • TOEIC Speaking & Writing test (ujian berbicara dan menulis)

Ujian TOEIC Speaking & Writing test pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006. Skor nilai untuk bagian Speaking dan Writing terpisah Dan peserta bisa mengambil ujian Speaking tanpa harus mengambil ujian Writing, begitupun sebaliknya.

Ujian Speaking mengujikan pengucapan, intonasi dan penekanan, perbendaharaan kata, grammar, kohesi, relevansi dengan konten, dan keutuhan konten. Sedangkan ujian Writing mengujikan grammar, hubungan antara gambar dengan kalimat, kualitas dan keragaman kalimat, perbendaharaan kata, organisasi, dan apakah pendapat didukung dengan alasan atau contoh. Keseluruhan ujian TOEIC Speaking & Writing test ini disusun untuk merefleksikan penggunaan Bahasa Inggris dalam lingkungan kerja.

baca juga

Dalam tes Speaking peserta diharuskan mampu membaca teks, mendeskripsikan gambar, menjawab pertanyaan, memecahkan masalah, dan mengekspresikan pendapat. Dan dalam tes Writing peserta diharuskan mampu mendeskripsikan gambar, menjawab pertanyaan, membuat karangan, dan menulis opini.

Untuk bagian Speaking membutuhkan waktu sekitar 20 menit, dan bagian Writing sekitar 1 jam. Setiap bagiannya memiliki skala nilai 0 – 200. Skor nilai peserta ujian Speaking dapat dikelompokkan menjadi 8 level, dan untuk ujian Writing ada 9 level.

Selain dua jenis tes di atas, ada juga jenis TOEIC Bridge Test. Tes ini ditujukkan untuk para peserta dengan kemampuan tingkat pemula (beginning) dan menengah (intermediate). Soalnya terdiri dari 100 soal pilihan ganda dan membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Yang diujikan adalah kemampuan dalam Listening dan Reading.

Setiap bagian terdiri dari 50 pertanyaan. Pada bagian Listening yang diujikan adalah menjawab pertanyaan tentang rekaman dalam bentuk tanya jawab dan pertanyaan singkat. Dan pada bagian Reading yang diujikan adalah melengkapi kalimat dan menjawab soal dari teks yang disediakan. Skor akhir yang diberikan antara 20 – 180.