Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Mau Jago Bahasa Asing? Ada yang Lebih Penting dari IQ Tinggi

IQ Belajar bahasa asing

Orang dengan IQ 145++ Lebih Mudah Jago Bahasa Asing, Masa Sih?

Pernahkah kamu merasa rendah diri dan pasrah ketika belajar bahasa asing karena IQ yang ngga tinggi-tinggi amat? Lalu, kamu pun bertanya-tanya sebenarnya jago bahasa asing harus punya IQ tinggi ngga ya?

Nah, sebelum melangkah lebih jauh, coba tanyakan pada diri kamu sendiri apa tujuan atau goal yang ingin kamu raih dengan belajar bahasa baru itu? Apakah belajar bahasa untuk mengambil sertifikat? Atau belajar untuk dapat berbicara dengan lancar? Tentukan apa yang menjadi tujuan besar kamu.

Loh, emangnya penting?

Eits! jangan salah, untuk dapat berbicara menggunakan suatu bahasa dengan lancar, kita membutuhkan integrasi. Kita akan kesulitan jika ingin bisa benar-benar lancar dan menguasai seluk beluk bajasa tersebut, tapi lingkungan atau partner bicara tidak ada yang menggunakan target bahasa itu. Kalau begitu, kira-kira kita mau latihan sama siapa?

Dalam uji kemampuan bahasa biasanya terdapat sertifikasi C1, dimana untuk lolos tes tersebut bukan sesuatu hal yang mudah. Tapi, mungkin kamu memiliki tujuan tak hanya sekadar lulus sertifikasi saja, tapi punya tujuan mampu berbicara lancar, rapi, dan penuh percaya diri. Nah, hal inilah yang kemudian membedakan perkara studying dan learning. Terkadang ada orang yang lebih mudah learning daripada studying.

Perbedaannya lebih kepada orang yang cenderung learning bisa jadi punya tujuan untuk mahir berbicara bahasa asing dengan orang asing. Sedangkan orang yang fokus studying, bisa jadi menitikberatkan pada teori dan strategi untuk lolos sertifikasi uji bahasa tertentu.

Jadi, apa yang lebih penting daripada IQ tinggi?

Untuk mencapai tujuan kita dalam belajar bahasa tertentu, ternyata kita lebih membutuhkan beberapa sikap seperti ketekunan, keberanian memakainya, tidak takut dan malu untuk gagal, kemampuan menghafal, pemahaman, pendengaran, dan pengucapan yang baik. Tak lupa, tambahkan sisi seni dan sensitifitas dalam berbudaya serta berbahasa, karena mahir berbahasa asing tak melulu tentang IQ yang tinggi ataupun biasa saja.

Bagaimana pandangan kamu soal ini, fellas? Yuk diskusi!