Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Mahir Bahasa Inggris Tidak Menjamin Lolos IELTS?

cerita inspirarif


Nama saya Haris, usia 28 tahun. Saat ini tinggal di Copenhagen, Denmark bersama keluarga. Di sini saya juga sedang belajar Danish language. Sebelumnya pernah tinggal di Jepang lebih dari 4 tahun setelah lulus kuliah dari Universitas Brawijaya. Di Jepang, saya bekerja di International business menggunakan bahasa Jepang dan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi sehari-hari.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah tinggal dan pintar bahasa Inggris bisa menjamin lolos IELTS Test?

Jawabannya: bisa iya bisa tidak lho.

Terkadang kemampuan bahasa Inggris saja tidak cukup untuk menaklukkan soal-soal IELTS bila orang tersebut tidak terlalu familiar dengan soal-soal dan format pengerjaan IELTS. Sehingga, menyebabkan tidak maksimal saat mmengerjakan soal-soal IELTS.

WhatsApp Image 2021 10 25 at 14.27.49 1
Haris, Denmark

Berawal dari kondisi itu, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil kelas IELTS Preparation di Lister. Saya ingin fokus mempelajari strategi menjawab tes IELTS. Karena kembali lagi, pintar Bahasa Inggris pun jika tidak memahami strateginya akan sulit mendapat IELTS band score 7.0 ke atas.

Tutor saya (kak Berli) adalah lulusan Aussie. Jadi saya lebih percaya dan beliau mengetahui strategi-strategi mengerjakan IELTS. Hal ini penting untuk diketahui. Kalo hanya belajar bhs Inggris biasa, semua orang bisa belajar sendiri. Tapi strategi IELTS harus kita pelajari.

Gaya Pembelajaran Tutor
Gaya mengajar tutor Berli lebih serius. Tapi saya malah lebih suka. Saya tidak suka tutor yang banyak bercanda. Karena menurut saya, saya ngga butuh candaan, butuhnya belajar jadi mas Berli sudah ideal.
Kemarin untuk mendaftar Master di Lund University, Sweden.

“Alhamdulillah diterima di program Master! Sayangnya saya baru melahirkan. Jadi offer master saya lepas dulu.”

Pesan dari Tutor yang paling berkesan
Banyak membaca reading dan pahami tiap-tiap kalimat. Kebetulan saya lemah di reading skill dalam Bahasa Indonesia dan bahasa Jepang juga.

Hal yang membuat Lister berbeda
Tutor lulusan Aussie. Saya waktu kuliah dan sekolah hanya belajar bahasa Inggris dengan orang Indonesia yang tidak pernah ke English speaking country.

Tips lolos IELTS Test
Di Copenhagen saya mempekerjakan Native English Speaker dari Aussie untuk speaking class setiap hari selama 1 bulan. Lalu, belajar IELTS TEST (2-4 tests) setiap hari selama 2 bulan di Lister.

Itulah cerita singkat tentang pengalaman belajar IELTS dan segala perjuangannya yang akhirnya membuahkan hasil. Mau mengikuti jejak saya? Yuk daftar kelas di Lister sekarang!

ielts lister
ielts lister