Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Macam Macam Paragraf yang Perlu Kamu Tahu

paragraf dan macamnya

Dalam berkomunikasi secara non verbal, kita dituntut untuk menyampaikan pesan melalui tulisan dengan jelas dan dapat diterima oleh orang yang dimaksud. Namun, sudahkah kita memahami bahwa dalam menulis paragraf tidak boleh sembarangan agar informasinya dapat diterima dengan baik?

Begitu pula bila kita sebagai penerima informasi, pasti juga ingin memahami info tersebut dengan baik. Informasi berikut ini sangat perlu diketahui sehingga nantinya kita lebih terlatih dalam menyampaikan informasi secara non verbal.

Definisi Paragraf

Paragraf bisa diartikan sebagai gabungan kalimat yang mengandung gagasan utama dan beberapa gagasan pendukung. Berdasarkan KBBI, paragraf adalah bagian dari sebuah bab dalam sebuah karangan yang biasanya memiliki pikiran utama dan mulai ditulis pada baris baru.

Jenis Paragraf

Paragraf dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yang berbeda-beda, diantaranya:

Berdasarkan fungsinya:

Paragraf pengantar: berfungsi untuk membangkitkan rasa ingin tahu pembaca untuk mengetahui semua isi artikel.

Paragraf isi: menganalisis gagasan utama dalam sebuah artikel.

Paragraf terakhir: berfungsi meringkas seluruh isi pasal dan menekankan intisari pasal. Paragraf ini mungkin juga berisi saran atau harapan. Gabungkan paragraf, intinya adalah menggabungkan satu paragraf dengan paragraf lainnya.

Berdasarkan Isinya:

Eksposisi

Jenis paragraf yang memberikan penjelasan secara singkat, padat, dan jelas tentang suatu fakta. Paragraf ini dirancang untuk memberikan informasi kepada pembaca dan seringkali bersifat ilmiah.

Narasi

Paragraf naratif berisi penjelasan tentang suatu peristiwa berdasarkan kronologis yang terjadi. Paragraf ini harus dijelaskan secara sistematis. Tujuannya agar pembaca dapat membayangkan fakta-fakta yang sedang dibahas berdasarkan karakter naratifnya.

Deskripsi

Paragraf ini menggambarkan suatu objek atau peristiwa yang dapat membuat pembaca merasa bahwa mereka mengalami kejadian tersebut secara langsung atau melihat langsung objek tersebut.

Persuasif

Paragraf persuasif adalah paragraf yang membujuk atau mempengaruhi pembaca untuk setuju dengan ide penulis.

Argumentatif

Paragraf yang mencerminkan sudut pandang pembaca terhadap suatu topik. Selain fakta, paragraf ini berisi gagasan pendukung yang diambil dari pendapat penulis.

Unsur Paragraf

  • Gagasan Utama : Topik utama umumnya masalah atau gagasan pengarang yang ingin disampaikan kepada para pembacanya.
  • Kalimat pokok: kalimat yang mengandung suatu gagasan utama yang diletakan secara tersirat. kalimat utama adalah sebuah kalimat yang sifatnya umum. Hal ini dikarenakan supaya dapat dikembangkan kembali dengan kalimat – kalimat penjelas.
  • Kalimat pendukung: kalimat ini bertujuan untuk menguatkan atau mendukung gagasan utama yang ada pada kalimat utama dengan cara memberikan data berupa fakta, contoh, opini, dan lain – lain.
  • Transisi/Konjungsi: dalam sebuah paragraf biasanya terdapat dua jenis konjungsi yaitu konjungsi intra kalimat dan konjungsi antar kalimat.
  • Penegas : untuk membuat paragraf lebih menarik, untuk menghindari kebosanan membaca, dan untuk memperkuat atau mengulangi gagasan utama.

Syarat Paragraf

Paragraf yang baik harus memenuhi syarat: kesatuan, koherensi, integritas, dan ketertiban. Paragraf hanya boleh memuat satu kalimat topik dan setiap paragraf harus mengandung unsur kelengkapan, yaitu beberapa kalimat penjelas, yaitu dapat berupa fakta atau contoh.

Contoh Paragraf

Paragraf persuasif:

“Pendidikan merupakan hal yang paling penting di dalam hidup ini ,baik pendidikan formal atau informal. Dengan pendidikan kita bisa mendapatkan dan menjadi apapun yang kita inginkan. Pendidikan juga dapat mengarahkan kita ke kehidupan yang lebih baik. Pendidikan bisa kita raih dengan belajar yang giat baik di sekolah, di rumah maupun di tempat-tempat lain. Bila kita tidak belajar dengan serius dan giat, tentunya apa yang kita lakukan hanyalah sia-sia karena tidak ada yang bisa dicapai dengan perbuatan yang tidak sungguh-sungguh. Akibatnya kita tidak dapat menggapai citi-cita. Oleh sebab itu, marilah belajar dengan giat dan sungguh-sungguh agar kita dapat mencapai cita-cita.”

Paragraf persuasif bahasa Inggris:

Mandatory minimum sentencing is harmful to the human race. It is a form of discrimination; many people receive long sentences for minor crimes. We should overturn mandatory minimum sentencing rules and give judges more leeway in their decision-making.
Mandatory minimum sentences are one of the worst forms of discrimination. Because judges need to have a minimum sentence, they hand down sentences that don’t completely fit the crime. Someone that commits a minor crime receives a harsh punishment despite circumstances. For example, a man steals to try to feed his starving child and gets sentenced to the minimum requirement despite his circumstances.
Furthermore, mandatory minimum sentences should be overturned to create a fair justice system. Rather than trying to meet a mandatory minimum, judges should be able to look at all the evidence and circumstances within a case and make a ruling accordingly. They shouldn’t just hand out sentences because they need to meet a quota.
Lastly, removing mandatory minimum sentences could allow judges to use their own best judgment. After hearing all the evidence in the case, they could make a decision based on knowledge and their experience. They wouldn’t just be handing down an unfair, and quite honestly unjust, verdict.
As you can clearly see, mandatory minimum sentences should be taken away. Rather than having a minimum to meet, judges should be able to
use their own judgment and discretion in a case after looking at all the evidence. Don’t you think mandatory minimums are against our own human rights?

Pelajari juga: Cara menentukan ide pokok bacaan beserta contohnya

Lister Flyer 3 03

Referensi:

freepik.com

Persuasive Writing Examples: From Essays to Speeches – examples.yourdictionary.com