Kesalahan Umum Mengikuti Tes IELTS

Ielts.or.id – Untuk mengikuti sekali tes IELTS anda harus mengeluarkan  kurang lebih Rp. 3.000.000., untuk mengambil satu kali tes IELTS. Oleh karena itu sayang dong kalau ternyata anda tidak bisa mencapai target skor yang anda inginkan. Padahal anda sudah mati matian melakukan berbagai persiapan.

Artikel ini akan membahas mengenai kesalahan kesalahan yang tidak seharusnya anda lakukan ketika anda mengambil tes IELTS. Sehingga sebelum anda mengikuti ujian tersebut anda sudah mengantisipasi kesalahan yang umum terjadi.

1.     Tidak mengetahui kemampuan bahasa Inggris anda

Menurut laman resmi British Council, banyak IELTS takers yang tidak mengetahui kemampuan bahasa Inggrisnya sendiri. Umumnya mereka berada di level intermediate atau lower intermediate. Oleh karena itu ada baiknya anda mengikuti IELTS Prediction Test terleribih dahulu sebelum anda melaksanakan tes IELTS yang sesungguhnya. Beberapa lembaga kursus bahasa Inggris menyediakan tes prediksi ini dengan harga bervariasi mulai dari Rp. 100.000.,00 hingga jutaan rupiah. Namun apabila anda ingin mengambil tes prediksi ini secara gratis anda bias mengunjungi laman britishcouncil.org.

2.     Terlalu fokus pada soal yang susah

Hal ini biasanya terjadi pada listening dan reading section. Karena anda terlalu fokus pada pertanyaan yang sulit dijawab, anda jadi kehilangan banyak waktu dan fokus untuk mengerjakan pertanyaan pertanyaan selanjutnya.

3.     Tidak menuliskan jawaban anda dengan tata bahasa yang benar

Bahkan pada bagian tes membaca, anda akan diminta untuk menuliskan jawaban anda  dengan benar. Oleh karena itu anda harus memastikan semua jawaban yang anda tulis sudah tersusun dengan baik sesuai grammar dan tidak ada kesalahan penulisan (typo). Bila terdapat sedikit saja kesalahan tulis pada lembar jawaban anda, maka nilai anda akan dikurangi.

4.     Tidak memperhatikan waktu

Durasi tes IELTS adalah selama 2 jam 30 menit dan diantara waku dua jam tersebut terdapat durasi 60 menit untuk tes baca (Reading). Pastikan anda langsung fokus kepada soal yang anda kerjakan dan tidak membuang buang waktu dengan membaca teks bacaannya terlebih dahulu. Hal ini ditujukan agar anda dapat menghemat waktu. Selain itu anda juga direkomendasikan untuk melewai soal yang anda anggap sulit dan berfokus pada soal soal yang anda yakin bias anda kerjakan dengan baik. Anda juga sebaiknya mengerjakan soal yang berhubungan dengan paragraf diakhir waktu. Karena semakin anda banyak mengerjakan soal yang sebelumnya, maka anda akan semakin familiar dengan teks bacaan anda.

5.     Tidak memahami instruksi dengan benar

Terdapat beberapa soal IELTS yang membatasi jawaban anda kedalam beberapa kata. Ketika anda menjawab dengan jumlah kata yang lebih dari jumlah yang ditentukan, nilai anda dapat dikurangi. Begitupun juga pada bagian writing. Baik dibagian pertama atau kedua writing section anda akan diminta untuk membatasi jumlah kata yang anda tulis. Pada tugas pertama, jumlah kata dibatasi 150 kata sementtara pada tugas kedua jumlah kata yang harus anda tulis dibatasi sebanyak 250 kata. Apabila jumlah kata yang anda tulis jauh dibawah jumlah tersebut, nilai anda akan dikurangi. Anda bisa saja menulis jumlah kata lebih dari jumlah tersebut, akan tetapi anda akan kehilangan banyak waktu sehingga tidak bisa memeriksa hasil kerja anda.

baca juga

https://lister.co.id/mengenal-ielts-simon-dan-ieltsbuddy/

6.     Membahas topik lain diluar topik yang diberikan

Pada writing test task 2, anda akan diminta untuk menuliskan argument anda mengenai sebuah topik yang ditentukan. Pastikan tulisan anda fokus membahas topik itu saja dan tidak melebar kemana mana. Sebab selain jumlah kata yang bisa anda tulis dibatasi hanya 250 kata, nilai anda akan dikurangi apabila topik yang anda bahas tidak sesuai dengan topik yang diminta. Topik yang tidak sesuai ini diantaranya termasuk membahas definisi atau latar belakang topik yang diminta tapi secara luas.

Contoh, apabila anda diminta untuk membahas polarisasi hoax pada pemilu 2014 misalnya. Latar belakang mengenai apa itu hoax cukup anda tuliskan dalam satu atau dua kalimat saja dan selanjutnya langsung fokus ke inti permasalahan. Menyusun argumentasi pada bagian ini memang hal yang cuup sulit dan membutuhkan banyak latihan. Oleh karena itu sebelum mengikuti tes pastikan anda telah memiliki banyak koleksi tema dan ide yang sekiranya muncul saat tes IELTS.

7.     Tidak natural saat Speaking test

Adalah hal yang sangat wajar apabila anda gugup saat menjalani tes speaking ini. Namun perlu diingat bahwasanya anda tidak perlu berusaha menirukan logat atau dialek penutur asli terlalu keras sehingga tampak tidak natural. Menggunakan bahasa Inggris dengan dialek Indonesia atau bahkan dialek daerah anda adalah hal yang cukup asalkan pronounciation-nya benar. Sebab bukan hal itu yang dinilai dalam tes ini melainkan kemampuan anda dalam menggunakan tata bahasa, mengolah kata kata serta kemampuan anda menyusun pemikiran anda kedalam satu paket pembicaraan yang runut dan efektif.

8.     Tidak mengerjakan latihan soal

Latihan mengerjakan soal IELTS adalah fase penting sebelum anda mengikuti ujian IELTS itu sendiri.Soal soal ini termasuk ide topik yang akan anda dapatkan ketika tes writing dan tes speaking. Mengerjakan latihan latihan soal IELTS akan membantu anda mengatur waktu pengerjaan soal, menambah wawasan anda mengenai sebuah tema dan dapat mengurangi rasa gugup anda khususnya jika anda latihan tes speaking dengan mengajak kawan sebagai sparring partner. Tidak mengerjakan latihan soal berarti anda tidak memiliki catatan pengerjaan soal yang bisa dievaluasi, koleksi ide dan topik yang bisa jadi muncul di soal dan kemungkinan anda akan gugup menghadapi penguji saat tes Speaking semakin besar.

baca juga

9.     Bergantung pada persiapan tes yang cepat

Menurut laman britishcouncil.org, setidaknya dibutuhkan waktu kurang lebih 12 minggu untuk mempunyai persiapan tes IELTS yang matang. Sehingga jika anda ‘hanya’ melakukan persiapan untuk mengikuti tes ini H-30 sebelum hari H tes, maka nampaknya persiapan anda masih kurang matang. Ada baiknya juga anda mengikuti kursus persiapan tes IELTS selama tiga bulan sebelum tes berlangsung. Sebab jika anda mengikuti kursus ini progress anda akan lebih terkontrol daripada jika anda memutuskan untuk belajar secara mandiri. Selain itu anda juga akan mendapatkan sparring partner yang anda butuhkan untuk melatih kemampuan berbicara anda. Biaya untuk mengikuti kursus persiapan tes  IELTS ini bervariasi tergantung dengan penawaran dari masing masing lembaga kursus.

Hal hal diatas adalah hal hal yang sebaiknya anda hindari ketika anda memutuskan untuk mengambil tes IELTS untuk keperluan apapun. Memang tampaknya mengikuti tes IELTS membutuhkan persiapan yang panjang dan matang serta biaya yang tidak kecil. Namun jumlah tersebut sebanding dengan keuntungan yang akan anda dapatkan apabila anda berhasil memperoleh skor yang anda inginkan.