Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Ini Perbedaan Sastra Jepang dengan Pendidikan Bahasa Jepang

beda sastra jepang dan pendidikan bahasa jepang

Bahasa Jepang memang menarik untuk dipelajari, sehingga membuat beberapa orang ingin belajar lebih jauh di perguruan tinggi. Kini sudah banyak perguruan tinggi di Indonesia yang menyediakan jurusan Sastra Jepang dan Pendidikan Bahasa Jepang.

Namun apakah perbedaan di antara kedua jurusan tersebut? Walaupun memiliki pokok bahasan yang sama, tetapi ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Berikut penjelasannya.

Sastra Jepang

Jika kamu menggemari budaya Jepang, jurusan ini mungkin cocok buatmu. Kamu akan lebih banyak belajar tentang budaya Jepang.

Kamu akan banyak diberi tugas melakukan analisis film, novel, puisi, serta karya sastra lainnya. Tugas-tugas tersebut dihubungkan dengan materi seperti sejarah, kebahasaan, atau penerjemahan.

Mempelajari sejarah dan tradisi tentu akan menarik bagi kamu yang pada dasarnya sudah tertarik pada hal-hal berbau Jepang. Tidak hanya soal budaya, di Sastra Jepang akan menekankan soal-soal linguistik. Kamu akan mempelajari tata bahasa (bunpou) dan dialog (kaiwa).

Mahasiswa Sastra Jepang juga akan membuat kajian bertema linguistik seperti analisis kontrastif, penggunaan istilah, kosakata, bahasa tertentu dalam media, dan lain sebagainya.

Walaupun secara khusus mempelajari bahasa Jepang, kamu tidak perlu khawatir tentang potensi kariernya. Kamu bisa menjadi penerjemah, guru, penulis, bahkan diplomat.

Asalkan kamu gigih, dengan gelar S.S. (Sarjana Sastra) yang kamu miliki, kamu bisa meraih karier apapun yang diinginkan.

Pendidikan Bahasa Jepang

Jika jurusan Sastra Jepang bernaung di bawah Fakultas Ilmu Budaya, maka jurusan Pendidikan Bahasa Jepang bernaung di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Walaupun mempelajari bahasa Jepang sebagai dasarnya, kamu akan mendapat juga tambahan ilmu pendidikan. Bahasa dalam pendidikan Jepang ini ditujukan sebagai alat komunikasi.

Lulusan pendidikan ditujukan terjun di dalam sektor pengajaran. Komunikasi yang dimaksud adalah bagaimana mengajari orang lain berbahasa Jepang.

Walaupun tujuan utamanya adalah menjadi guru, kamu tidak perlu khawatir jika ingin menempuh karier lain. Ada banyak pilihan karier terbuka untukmu, sama seperti Sastra Jepang.

Misalnya menjadi penulis, penerjemah, penyunting, membuka les privat, dan lain-lain. Hal yang paling penting adalah kamu selalu memiliki keinginan untuk memperkuat keahlian kamu.

Pada saat semester akhir, mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang akan berhadapan dengan skripsi dan praktek mengajar selama satu semester. Hal ini menjadi salah satu syarat kelulusan, selain skripsi.

Perbedaannya dengan mahasiswa Sastra Jepang adalah mereka hanya menempuh Kuliah Kerja Nyata (KKN), tidak perlu praktik mengajar.

Gelar yang didapat mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang adalah S.Pd. (Sarjana Pendidikan). Sebabnya mata kuliah bahasa Jepang yang diberikan lebih menyeluruh, terlebih nantinya akan digunakan untuk mengajari orang lain di institusi pendidikan lainnya.