Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Ikhtisar: Pengertian, Struktur, dan Contohnya

ikhtisar

Ikhtisar bisa dikatakan sebagai penyajian singkat dari sebuah karangan asli yang tidak perlu memberikan seluruh isi dari karangan asli tersebut dengan secara proporsional. Dengan kata lain, ikhtisar merupakan bagian yang sangat penting setelah membuat kesimpulan dan rekomendasi. Jadi siap untuk memahami ikhtisar lebih dalam lagi? Simak selengkapnya di bawah ini!

Pretty curly young woman writes notes or summary, holds notepad and pen, prepares for test, session or exam, enjoys studying and working Free Photo

Pengertian Ikhtisar

Ikhtisar adalah sebuah penulisan dari pokok-pokok masalah penulisan tidak diharuskan berurutan, boleh dengan secara acak atau juga disajikan dalam bahasa pembuat ikhtisar tanpa mengubah tema dari sebuah wacana. 

Struktur Ikhtisar

  1. Tidak mempertahankan gagasan
  2. Bebas mengkombinasikan kata-kata asal tidak menyimpan dari inti
  3. Tujuannya untuk mengambil inti

Contoh Ikhtisar

Di bawah ini contoh sebuah ikhtisar yang bisa kamu jadikan referensi ya fellas!

Pada tanggal 6 Agustus 1945 terjadi peristiwa bom di Kota Hiroshima, Jepang. Keesokan harinya di tanggal 7 Agustus 1945, dibentuklah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ) atau Dokuritsu Junbi Inkai. Kemudian di tanggal 8 Agustus 1945 muncul Peristiwa di bomnya Kota Nagasaki di Jepang. Setelah tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu, kemudian di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan, yang dikenal dengan sebutan Vocum of Power. Pada tanggal 15 Agustus 1945 diadakan rapat golongan muda dan golongan tua pukul 20.00 berlokasi di Lembaga Bakteriologi, Jl Pegangsaan timur, Jakarta, yang dipimpin oleh Chaerul Shaleh.

Golongan Muda itu terdiri dari Yusuf Kunto, Wikana, Darwis, Shodanco Latief Singgih Hendraningrat, Suhud, Sutan Sjahrir, Chaerul Shaleh. Sedangkan golongan tua terdiri dari Ir Soekarno, Moh Hatta, Ahmad Subardjo, dr Iwa Kusumantri, dr Samsi, dr Buntaran. Setelah itu golongan muda mendesak pada golongan tua agar melaksanakan proklamasi kemerdekaan yang diumumkan langsung pada tanggal 16 Agustus 1945.

Mereka menginginkan untuk rapat PPKI terlebih dahulu. Pada tanggal 16 Agustus 1945, pukul 04.00, golongan muda membawa Ir Soekarno, Moh Hatta, Fatmawati dan Guntur ke Rengasdengklok di daerah Karawang, hingga peristiwa Proklamasi tersebut dikenal Peristiwa Rengasdengklok.

Pada tanggal 16 Agustus 1945 akhirnya dilaksanakan perumusan proklamasi kemerdekaan di rumah TNI AL Jepang, Laksamana Tadashi Maeda, di Jl Imam Bonjol No 1 Jakarta.

Sayuti Malik adalah pengetik naskah proklamasi, pada tanggal 17 Agustus 1945. Pembacaan teks proklamasi yang awalnya akan dilaksanakan di lapangan IKADA, namun diganti karena takut terjadi pertumpahan darah. Teks Proklamasi tersebut kemudian dibacakan di halaman rumah Ir Soekarno, di Jl Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.  Proklamasi tersebut dibacakan pada tahun 05, yang artinya tahun Showa/Jepang (2605), Apabila di Indonesia sama dengan tahun Masehi yakni tahun 1945.