Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Hati-Hati! Biar Makin Paham, Hindari 8 Kebiasaan Buruk Ini Saat Belajar

kebiasaan buruk

“Belajar udah keras banget, kok masih gini-gini aja hasilnya?”

Kebiasaan yang keliru saat belajar nyatanya sering dilakukan pelajar hingga mahasiswa tanpa disadari. Kebiasaan belajar yang kurang tepat mungkin saja tidak mempengaruhi nilai untuk saat ini, tetapi tidak selamanya akan membuat berhasil. Yuk coba cek! Jangan sampai ada satu hal keliru di bawah ini yang menjadi kebiasaan kamu ya!

Top view of break bad habit concept Free Photo

Sebelumnya, berbicara tentang kebiasaan yang keliru yang melekat pada kebanyakan pelajar ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Profesor Psikologi Universitas Virginia, Daniel Willingham seperti dilansir dari American Psychological Association. “Jika tergetmu secara keseluruhan adalah mengerjakan tes dengan baik keesokan hari dan tidak peduli akan mengingatnya atau tidak, sistem kebut semalam bisa berhasil,” ucap dia.

Namun Willingham menambahkan, hal ini tidak akan berhasil apabila kamu duduk di bangku S2. Sistem belajar yang keliru bisa menggagalkan karier dan belajar dengan sistem kebut semalam (SKS) akan menjadi strategi yang tidak lagi adaptif. Hayo! Ngeri juga yaa!

Sebelum terlambat, yuk cek dulu beberapa kebiasaan buruk yang tidak disadari bisa mempengaruhi prestasi akademik seseorang. Apa saja?

Bored College Life GIF by grown-ish

Belajar Sistem Kebut Semalam

Willingham menjelaskan, saat kita belajar secara SKS, maka ingatan tentang konsep yang dipelajari akan terkait dengan waktu dan lingkungan tertentu. Hal ini menjadikan materi tersebut lebih sulit diserap. Namun, sistem SKS bisa saja berhasil jika memang target yang ingin dicapai adalah lolos tes saja tanpa memedulikan apakah paham materi atau tidak.

Menandai Poin Penting Materi

Willingham menyatakan, memberi highlight pada tulisan yang tengah dipelajari adalah sesuatu yang tidak ada gunannya untuk membantu kita mengingat pelajaran. Sebab, pelajar tidak diharuskan untuk terlibat dengan materinya.

Sebaiknya, para pelajar melakukan strategi yang lebih efektif yang dapat mendorong mereka memikirkan poin penting pada materi. Contohnya: seperti menuliskan poin penting, menguraikan kecocokan beberapa artikel/materi yang dibaca, atau merenungkan sejenak kecocokan materi yang sudah dibaca dengan gambaran yang lebih besar.

Multitasking

Banyak orang yang bangga dengan kemampuan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus di waktu bersamaan atau multitasking. Apakah kamu juga?

Padahal, sebuah penelitian dalam Jurnal Psikologi Eksperimen tahun 2006 mengungkap aktivitas seperti ini mengurangi efisiensi. Mental kita membutuhkan waktu lebih banyak setiap kali berpindah tugas lho.

Jarang Berolahraga

Olahraga akan meningkatkan aliran darah ke otak bagian hippocampus. Demikian dilansir dari studi Proceedings of the National Academy of Sciences. Penelitian-penelitian lain juga mengatakan, orang yang berolahraga secara teratur dapat melakukan tes memori lebih baik dan punya tingkat stres lebih rendah. Jadi, sudah punya kebiasaan olaharaga belum, fellas?

Begadang dan Kurang Tidur

Hasil penelitian menunjukkan, aktivitas tidur dapat meningkatkan kemampuan otak dalam mengingat sesuatu. Para ahli pun merekomendasikan agar orang dewasa tidur dari 7 hingga 9 jam per hari dan pergi serta bangun tidur di jam yang sama, bahkan di hari Minggu.

Michelle Obama News GIF by Mic

Target Tidak Spesifik

Psikolog Albert Bandura telah melakukan penelitian selama 30 tahun dan menemukan hasil bahwa, motivasi dan tujuan jangka panjang dapat dipertahankan dengan target yang jelas dan tujuan-tujuan kecil yang spesifik.

Psikolog klinis Alison Miller juga ikut menambahkan, tiap tujuan sebaiknya dihubungkan secara spesifik dengan hari-hari dalam seminggu. Dan seorang life coach juga mengatakan, buatlah target besar 2 sampai 3 saja dalam setahun, jika lebih dari itu biasanya kita akan kewalahan dan justru berakhir tidak berhasil semuanya.

Studying College Life GIF by SoulPancake

Perfeksionis Berlebihan

Psikolog Stanford University, Carol Dweck pernah mengungkapkan, orang yang punya mental untuk tumbuh dan fokus pada pembelajaran, bisa melakukan performa kinerja lebih baik daripada mereka yang hanya fokus pada performa dan merasa berharga hanya ketika mereka berhasil.

Jadi, setelah membaca ulasan di atas, apakah ada kebiasaan buruk yang selama ini dilakukan fellas? Yuk diskusi!